
Seperti biasa, Adi menyempatkan waktu istirahatnya, untuk mengunjungi Risna istri mudanya yang dinikahinya secara sirih.
"Sayang, nih liat saya bawa apa!"teriak Adi seraya memperlihatkan kantong plastik yang dibawanya.
"Apaan sih?" tanya Risna penasaran.
Risna dengan cepat mengambil kantong plastik yang di bawa Adi.
"Walahhh ......inikan baju bayi mas!" Tegur Risna sedikit kecewa.
Tapi di depan Adi, Risna berpura- pura senang, padahal ia begitu kecewa, ngapain suaminya bawa perlengkapan bayi sedangkan usia kehamilannya saja baru tiga bulan.
Risna memang pandai dalam segala cara, ia tahu betul cara menaklukan hati Adi, dulu Adi sebenarnya tak berniat menikahinya, tapi karena rayuan maut Risna yang begitu tajam, membuat Adi akhirnya luluh.
Mereka berdua pun bercumbu dan bercinta sepuasnya.
.......
Sementara mereka asyik di buai cinta, Tita yang kepayahan menahan sakitnya yang begitu menyiksa, ia sudah tak kuasa lagi menahan cobaan demi cobaan yang menderanya, tak ada lagi yang diinginkan Tita, lebih baik ia akhiri saja hidupnya.
Tita tak mau membagi penderitaannya pada siapapun, apalagi pada keluarga tercintanya, ibunya yang telah lama mengidap darah tinggi, membuat Tita enggan mengeluhkan masalah rumah tangganya.
Tita akhirnya memutuskan untuk mengakhiri saja hidupnya, sambil berusaha bangkit, Tita merangkak mengambil gunting yang ada di laci lemarinya, tangannya mulai di rentangkan, rupanya Tita hendak mengiris urat nadinya.
"Tita! apa yang kamu lakukan?" teriak Yudha mengagetkan Tita.
__ADS_1
Dengan cepat Yudha mengambil gunting yang dipegang Tita, dan melemparnya.
"Biarkan saya matiii....." Tita berteriak sangat lantang, sambil berusaha mengambil gunting yang dilempar Yudha.
"Tenang Ti, ada apa?" tanya Yudha / begitu terkejut mendapati Tita berusaha bunuh diri.
Dengan spontan, Tita memeluk Yudha dengan erat, ia tumpahkan semua kesedihannya di dada Yudha.
Mendapati Tita memeluknya, Yudhapun merasa gugup, ia tak mengerti, sebenarnya apa yang telah terjadi pada Tita.
Yudha berusaha melepaskan pelukan Tita yang semakin kuat, tangisan Titapun semakin menjadi, air matanya kini membasahi baju Yudha.
"Mas....tolong saya, bawa saya dari sini," Lirih Tita seraya mendongakkan kepalanya menatap wajah Yudha.
Untuk sesaat Tita mulai merasakan damai di pelukan Yudha, sudah sekian lama ia tak merasakan lagi kasih sayang dari suaminya, betapa ia membutuhkan seseorang yang bisa merasakan penderitaannya.
Perlahan Tita mulai melepaskan pelukannya, Tita mulai bisa mengendalikan dirinya.
"Maaf mas," ucap Tita wajahnya merah kerena malu.
Yudha merasa iba melihat Tita yang begitu kurus dan lemah, iapun mendekati Tita dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Tita, kemudian Yudha memegang pundak Tita, dan membawanya keluar kamar, Yudha meminta Tita untuk menceritakan semua permasalahannya pada Yudha.
"Maaf, tadi saya gak bisa angkat telepon dari kamu," ucap Yudha sambil mendudukkan Tita di kursi.
"Nah, sekarang ceritakan sama saya, apa sebenarnya yang terjadi?" tanya Yudha dengan penasaran.
__ADS_1
Titapun dengan mata berkaca-kaca, menceritakan semua kejadian yang dialaminya bersama Adi.
Yudha sangat terkejut mendengar kisah yang dialami oleh Tita, sungguh begitu kejam tindakan Adi pada Tita.
"kamu sungguh kuat Tita," ucap Yudha seraya tangannya menyentuh tangan Tita yang kecil.
"Sekarang, mau kamu apa?" tanya Yudha serius.
" Bawa saja saya mas, asal saya bisa pergi dari sini," keluh Tita memohon.
"Tapi bagaimana dengan suamimu ?" Yudha kembali bertanya .
"Saya tak Sudi lagi, hidup sama dia mas, saya sudah tak kuat," jawab Tita kembali menitikkan air matanya.
"Biar saya jadi pelayan bi Popy, mas. Saya mau kok! daripada saya harus hidup begini terus," Isak Tita.Tangan nya yang kurus selalu mengusap air matanya, yang terus mengucur di pipinya.
Yudhapun bingung dengan permintaan Tita.
Ia tak mau terlalu jauh mencampuri urusan rumah tangga Tita, lagi pula jika ia membawa Tita ke rumahnya, ia harus meminta persetujuan Popy, istrinya.
Yudha kemudian mengambil ponsel di saku celananya, iapun menghubungi istrinya Popy.
Cukup lama Yudha ngobrol dengan ponselnya di luar rumah,Tita hanya bisa diam menunggu keputusan dari Yudha.
Tita berharap Yudha mau membawanya pergi, ia sudah tak mau lagi bertemu dengan Adi, sudah cukup ia menderita, Tita tak perduli jika Adi pulang, tak mendapatinya berada di rumah, biar jadi pelajaran buat Adi.
__ADS_1