Air Mata Seorang Istri

Air Mata Seorang Istri
Tita Akhirnya Hamil


__ADS_3

Bik Acih sangat kaget melihat keadaan Tita. Bersama dengan Yudha. Bik Acih mengangkat Tita untuk dibaringkan di tempat tidur. Sementara pak Asep pergi memanggil Dokter.


"Ti! bangun Ti! tegur Yudha yang begitu panik melihat keadaan Tita.


"Tuan! sebenarnya ada apa dengan neng Tita?" tanya bik Acih sama kagetnya dengan Yudha melihat keadaan Tita.


"Entahlah bik, mungkin ia kecapean," jawab Yudha seraya mengelus kening Tita.


Tak berapa lama pak Asep datang bersama seorang Dokter.


"Dok! tolong istri saya Dok!" ujar Yudha.


"Tenang pak, saya akan memeriksa istri bapak," jawab Dokter mendekati Tita yang terbujur lemas.


Setelah Dokter memeriksa dengan teliti keadaan Tita, Dokter pun menyimpulkan bahwa Tita ternyata tengah mengandung.


"Selamat pak, istri bapak sedang mengandung..."


"Benarkah!"


Yudha begitu bahagia mendengar kabar yang sekian lama ia tunggu. Kehadiran seorang bayi akan hadir di keluarganya.


"Terima kasih Dok!" ujar Yudha sambil menyalami Dokter dengan penuh semangat.


Begitupun dengan bik Acih dan pak Asep, mereka terlihat bahagia.


"Ini saya kasih resep vitamin untuk nyonya Tita, usahakan kontrol tiap bulan ya? biar bayinya sehat kelak...." ucap Dokter seraya menulis resep dan menyerahkan pada Yudha.


Setelah selesai memeriksa Tita. Dokter pun kembali dengan di antar pak Asep.


Sementara Yudha masih tak percaya bahwa sekarang ia akan mempunyai keturunan untuk kelak menjadi ahli waris kekayaannya.


Yudha kemudian mencium kening Tita dengan mesra, Tita memang wanita yang subur baru sebulan Yudha menikahinya Tita langsung hamil, memang benar dulu almarhum Popy menyarankan Yudha untuk menikahi Tita dan sekarang terbukti Tita begitu cepat mengabulkan keinginannya.


"Bik! bangunkan ibu saya," ucap Yudha menyuruh bik Acih untuk membangunkan ibunya untuk membagi kabar yang membahagiakan.


"Iya tuan."


Dengan terburu_buru bik Acih pergi untuk membangunkan nyonya besar yang masih tertidur.


Yudha masih tetap berada didekat Tita, diusapnya kening Tita dengan lembut, Yudha semakin sayang pada Tita.


"Mas....kenapa saya ada disini...." ucap Tita yang mulai sadar.


"Tenang Ti...sebaiknya kamu istirahat ya...."

__ADS_1


"Iya mas....tapi ada apa dengan saya mas....kepala saya tadi pusing..."


"Udah lah....kamu pokoknya istirahat saja, kamu kecapean, biar pekerjaan kantor mas yang urus..."


Yudha menyelimuti Tita dengan penuh kasih sayang dan menyuruh Tita untuk istrirahat.


"Ti, sebaiknya kamu tidur ya, biar mas malam ini yang mengerjakan tugas kantor, mulai sekarang kamu gak perlu lagi membantu saya, biar nanti mas mencari karyawan baru."


"Baiklah mas..."


Yudha kemudian beranjak dari tempat tidur untuk menemui ibunya dan memberitahunya tentang kabar kehamilan Tita.


Nampak ibunda Yudha tengah duduk dikursi roda dengan bik Acih.


"Bu, Tita hamil bu..." ucap Yudha memeluk ibunya.


Ibunda Yudha hanya tersenyum, wajah nya nampak sangat ceria mendengar kabar dari Yudha, tangannya begitu lembut membelai rambut Yudha, air mata nya mulai menitik sebagai tanda ia sangat terharu melihat Yudha yang akan segera mempunyai keturunan, sudah sekian lama keluarga besarnya mengharapkan seorang bayi hadir di rumahnya, karena penyakit stroke yang telah lama dideritanya. Ibunda Yudha hanya bisa duduk di kursi roda tak banyak yang ia bisa lakukan untuk mengekpresikan kebahagiannya.


"Bu, akhirnya saya punya anak bu...hiks...hiks...." ucap Yudha tiba_tiba menangis karena terharu.


Ibunda Yudha hanya bisa mengganguk seraya mengelus pipi Yudha. Bik Acih sangat iba melihat keadaan ibunda Yudha yang hanya bisa diam duduk di kursi roda.


Malam itu kebahagian datang menghampiri keluarga besar Yudha. Tak ada kata yang indah bagi Yudha selain mendengar berita kehamilan Tita, terbayang di kerling matanya seorang bayi mungil akan duduk dipangkuannya dengan wajah yang lucu dan imut.


Tapi tidak bagi Viona, malam itu Viona mendatangi mbah Dasih untuk mengeluhkan kesedihannya, rasa dendam pada keluarga Yudha membuat Viona gelap mata, iapun meminta mbah Dasih untuk mengerjai Tita istri baru Yudha. Mbah Dasih hanya menyimak semua cerita Viona Tentang kekesalannya pada Yudha dan Tita.


"Ada mbah, ini waktu Tita menikah dengan Yudha, saya dapat dari Darmi," ucap Viona seraya menyerahkan satu buah photo Tita dan Yudha pada mbah Dasih.


"Saya harus berbuat apa pada si Tita ini..." ucap mbah Dasih sambil mengamati photo Tita.


"Buat dia gila!"


"Apa? gila?" tanya mbah Dasih langsung menoleh pada Viona yang serius dengan keinginannya.


"Kenapa kamu ingin buat si Tita jadi gila?"


"Biar Yudha menceraikannya mbah..."


"Hanya itu?"


"Tidak mbah! saya ingin Yudha tergila_gila pada saya mbah..."


Mbah Dasih hanya diam mendengar semua keinginan Viona, matanya terus menyorot pada wajah Tita di photo.


"Kalau saya bisa melakukan ini semua, apa imbalan saya," tanya mbah Dasih menatap tajam pada mata Viona.

__ADS_1


"Mbah jangan khawatir, setelah Yudha bertekuk lutut di kaki saya, Mbah minta apa saja akan saya berikan. pokoknya saya ingin menghancurkan keluarganya mbah, apalagi si Tita itu yang telah berani menikah dengan Yudha.


"Mbah gak butuh harta kamu..."


"Lantas! kalau mbah gak butuh uang, terus Mbah mau apa?"


"Mbah ingin kamu jadi budak mbah untuk selamanya."


"Maksudnya?"


"Setiap malam Jum'at kamu harus melayani peliharaan mbah..."


"Apa? peliharaan apa maksud Mbah?"


"Kamu jangan banyak tanya, kamu setuju gak dengan syarat mbah? mbah gak maksa, kalau kamu setuju, mbah akan mengabulkan semua keinginan kamu, tapi kalau kamu ingkar kamu akan kehilangan semuanya termasuk nyawa kamu."


Untuk sesaat Viona hanya diam mematung, sungguh berat syarat yang diberikan mbah Dasih, terlebih Mbah Dasih mengatakan sesuatu yang membuat Viona kaget mengenai peliharaan mbah Dasih, selama Viona mengenal mbah Dasih. Baru kali itu ia mendengar pengakuan mbah Dasih mengenai peliharaan. Memangnya apa peliharaan mbah Dasih? begitu penuh misteri sosok mbah Dasih ini.


"Gimana? kamu setuju dengan syarat saya?"


"I...i...iya...mbah saya setuju," jawab Viona gelagapan walau masih banyak pertanyaan pada mbah Dasih yang masih mengganjal di hatinya.


"Baiklah....saya akan laksanakan semua keinginan kamu..." ucap mbah Dasih, matanya begitu kuat menatap wajah Viona.


Setelah persetujuan selesai Viona kemudian pamit pulang dengan membawa semua rasa penasaran yang teramat menggangu pikirannya, karena hasratnya yang begitu menggebu untuk mendapatkan cinta Yudha dan menghancurkan kebahagian Tita, tanpa memikirkan akibatnya yang sewaktu_waktu bisa membuat dirinya celaka jika tidak menuruti semua titah mbah Dasih.


🌹


Pagi begitu cepat datang seperti biasa Yudha tengah siap_siap pergi ke kantor. Pagi itu wajah Yudha sangat ceria, sebelum pergi Yudha terus memeluk Tita dengan mesra membuat Tita jadi heran dengan sikap Yudha.


"Mas, ada apa sih? mas hari ini kayanya bahagia banget, ada apa sih?"


"Oh iya, mas belum cerita ya, sama kamu."


"Memangnya ada cerita apa sih mas?"


"Kamu tahu gak?"


"Tahu apa? ayo cepat katakan mas."


"Kamu hamil sayang..."


"Hah! benarkah!"


Tita tak percaya dengan semua yang dialaminya. Sungguh Tuhan begitu cepat mendengarkan semua doanya untuk memberi keturunan pada Yudha.

__ADS_1


"Alhamdullilah...." bisik Tita mendapat kabar yang tak diduga.


__ADS_2