Air Mata Seorang Istri

Air Mata Seorang Istri
Meninggalkan Rumah


__ADS_3

Yudha semakin panik iapun berusaha menenangkan Tita sesekali ponselnya berdering, Yudha memang bukan orang yang tak ada kerjaan, pekerjaan kantornya sengaja ia tinggalkan demi Tita entah mengapa Yudha begitu kasihan melihat Tita dari semenjak bertemu.


"Ayo! bereskan semua kita pergi dari sini!" ujar Yudha yang panik karena melihat keadaan Tita yang semakin menghawatirkan, dengan langkah sempoyongan Tita menuju kamarnya sebagian bajunya di masukkan ke tas besar miliknya semua perlengkapan bayi ia bawa semuanya.


Yudha tidak tinggal diam, iapun membantu Tita merapihkan pakaian yang hendak di bawanya.


"Mas, kita mau kemana? ke rumah mas nya ya?" tanya Tita penasaran.


"Udahlah ikut saja sama saya,"Jawab Yudha.


Perasaan Yudha kala itu memang sangat serba salah tak mungkin ia meninggalkan Tita sendirian di rumah setelah apa yang telah terjadi, Yudha tak mau melihat Tita melakukan hal yang akan mencelakai kandungannya, bayi yang belum lahir dan tak berdosa akan jadi korban keegoisan ayahnya, Adi.


Dengan tergesa- gesa Yudha dan Titapun pergi meninggalkan rumah.


Di perjalanan Yudha terus saja mengutuk perbuatan suami Tita yang menurutnya tak berperikemanusiaan.

__ADS_1


Bagaimana laki- laki itu begitu kejam pada Tita, apalagi Tita tengah mengandung anaknya, sementara Yudha yang sekian tahun mengharapkan kehadiran bayi, Tuhan tak kunjung memberinya.


Setengah jam kemudian sampailah Yudha di depan sebuah Villa minimalis bernuansa hijau, tampak taman bunga mengelilingi Villa itu, sungguh asri dan menyejukkan setiap mata yang memandangnya.


Titapun keluar dari mobil, matanya langsung memandangi setiap taman yang ada di sekitar Villa.


"Ayo sini!" sahut Yudha sambil meraih tas yang di bawa Tita.


Titapun mengikuti Yudha yang berjalan menuju pintu Villa, Yudha menunjukkan kamar untuk ditempati Tita, kemudian Yudha juga memperlihatkan dapurnya yang mewah dengan segala peralatan yang komplit semua tersedia.


"Oh ya? saya mau ke kantor lagi nanti sore saya kembali," ucap Yudha yang sesekali melirik jam tangannya.


"Mas, kalau Bu Popy kemana?" teriak Tita.


"Aduh! saya lupa ya? Bu Popy lagi di luar kota tapi jangan khawatir dua hari lagi dia pulang kok," ucap Yudha sambil pergi meninggalkan Tita.

__ADS_1


"Hati- hati ya?" teriak Yudha sambil menutup pintu.


Tita merasa sangat canggung berada di rumah yang begitu mewah dan elite, iapun melihat ruang demi ruang yang begitu indah, hampir setiap sudut ruangan dipenuhi dengan kaca yang memantul menyinari sudut demi sudut ruangan.


Bibir kecilnya menganga menatap langit- langit rumah yang tinggi tangannya mulai menyentuh semua perlengkapan yang serba mewah di dapur, Tita tak menyangka dirinya bisa diselamatkan oleh Yudha, lelaki yang baru beberapa hari ditemuinya, sungguh beruntung bu Popy memiliki suami seperti Yudha yang baik hati.


Adi begitu kelelahan sepulang dari kantor, apalagi Risna begitu liar ketika bermain di tempat tidur, Risna sungguh pintar melayani Adi dengan berbagai cara.


"Yank, sayang saya pulang nih!" teriak Adi sambil mengetuk- ngetuk pintu rumahnya tapi tak ada jawaban.


"Yank!" Adi semaki lantang berteriak karena yang dipanggil tak jua muncul, Adi mulai cemas diambilnya kunci duplikat rumahnya di dompet.


Dengan terburu-buru Adi membuka pintu rumah, tapi Tita tak nampak iapun berlari menuju kamar mandi, tetap saja Tita tak ada, Adi mulai gelisah apalagi setelah melihat kamarnya yang begitu berantakan, semua perlengkapan bayipun tak ada Adi mulai panik, kemana istrinya pergi? kemudian dilihatnya ponsel Tita yang tergeletak begitu saja di meja Adi tambah panik, selama menikah Tita tak pernah meninggalkan ponselnya, Adi berusaha menenangkan dirinya, ia tak mau berpikir yang aneh-aneh, mungkin saja Tita lagi keluar dan lupa membawa ponselnya.


Sudah hampir dua jam Adi menunggu Tita tapi yang ditunggu tak datang juga, kegelisahan mulai menghantui Adi, sudah mendekati magrib tapi Tita tak juga kembali, dimana kau Tita? Adi mulai putus asa, mungkinkah Tita marah padanya dan kabur! apalagi ia telah mengambil baju bayi milik Tita, kalau benar Tita meninggalkan rumah, apa yang akan ia katakan pada keluarga Tita? dan kemana Tita pergi? apalagi Tita tengah mengandung anaknya, Atau mungkin ada pria lain? begitu banyak pertanyaan di benak Adi.

__ADS_1


__ADS_2