
Dengan segala pertimbangan. Tita akhirnya menyetujui permintaan Popy dan ibunda Yudha.
Malam itu juga Tita diboyong beserta Bunga ke kediaman Yudha, untuk merencanakan pernikahan.
Bunga anak mungil Tita langsung akrab ketika Yudha memangkunya, memang sedari bayi, Bunga merupakan tumpuan Yudha, betapa Yudha dan Popy begitu menyayanginya, terlebih Popy. Ia selalu mengusap rambut bocah mungil itu, sesekali Popy berebut Bunga dengan Yudha untuk menggendongnya.
Bocah mungil itu sungguh manja ketika Yudha mencandainya, tiga tahun Yudha dan Popy dipisahkan dengan Bunga, membuat suami istri itu merasakan kerinduan yang selama itu terpendam.
"Sini sama mama," ucap Popy berusaha mendekati Bunga yang tengah di gendong Yudha.
Bunga membalikkan wajahnya dan kembali memeluk Yudha dengan erat.
Tita begitu terharu menyaksikan kedua suami istri itu, yang memang telah lama mendambakan seorang anak di tengah keluarga besarnya.
"Bu, boleh saya bicara?" tanya Tita menghampiri Popy yang tengah asyik bermain dengan Bunga.
"Oh ya, sebentar ya." jawab Popy, wajahnya begitu ceria sejak kedatangan Bunga malam itu.
Tita kemudian mengajak Popy ke kamar untuk membicarakan sesuatu yang penting pada Popy.
"Ya, ada apa?"
"Begini bu. Apa ibu sudah siap menerima saya sebagai madu ibu?"
"Tentu saja saya sudah siap Ti, kamu akan saya anggap sebagai adik saya," ucap Popy lembut.
"Tapi bu!" sela Tita yang masih ragu dengan pernyataan Popy, yang sifatnya suka berubah.
"Udahlah Ti, besok kamu akan menikah dengan suami saya, kamu jangan khawatir saya baik-baik kok!" ujar Popy tegas.
"Tapi bu!"
"Sudahlah jangan panggil ibu mulai sekarang ya? panggil saya mbak. Ok."
Tita masih ragu dengan pernyataan Popy, apalagi tiga tahun Tita berpisah dengan keluarga itu, entah Popy sudah berubah atau belum, Tita tahu dengan pasti, bagaimana sifat Popy yang selalu berubah_ubah tabiatnya.
Tapi Tita tak mau berpikir buruk, niatnya kini hanya untuk memberi Yudha seorang anak dari rahimnya.
Setelah mendengar semua pertanyaan Popy, Tita merasa tenang, Popy kemudian kembali menghampiri Bunga yang tengah di gendong Yudha.
__ADS_1
🌹
Malam itu Tita tak dapat memejamkan matanya, Bunga anaknya yang telah tertidur pulas, begitu lugu untuk mengetahui keadaan yang tengah dialami Tita.
"Tok...tok..."
Suara ketukan pintu kamar mengagetkan Tita yang terjaga, iapun bergegas membuka pintu kamar, yang ternyata Popy dan Yudha, tengah berdiri tepat dihadapannya.
Popy tampak tersenyum melihat Tita, dan tanpa menghiraukan Tita, Popy langsung mendekati Bunga yang tertidur pulas.
"Anak mamah cantiknya, malam ini tidur sama mama ya...." ucap Popy sambil menggendong bunga.
"Tita, biarkan malam ini Bunga tidur sama saya ya?"
"Tapi bu."
Yudha hanya diam menyaksikan tingkah istrinya dan berusaha membujuk Tita untuk membiarkan Popy membawa Bunga ke kamarnya.
Meskipun Tita berusaha mencegahnya tapi Yudha dengan cepat meraih tangan Tita
"Udahlah Ti, biarkan malam ini, istriku tidur dengan Bunga."
Yudha kembali mendekati Tita dan mendudukkan Tita disisi tempat tidur.
"Tita, besok saya akan menikahimu, kamu akan resmi menjadi istriku."
"Iya mas, boleh saya tahu mas, kenapa begitu mendadak mas, apa yang membuat bu Popy mau Nerima saya jadi madunya?"
Untuk sejenak Yudha terdiam, matanya begitu putus asa memperhatikan Tita, ada seseuatu yang Yudha sembunyikan dari Tita, entahlah sepertinya Yudha enggan menceritakannya pada Tita.
"Tita...sebenarnya..."
"Ada apa mas? ceritakan saja, besok mas akan menikahi saya, jangan ada lagi yang disembunyikan, ceritakan mas apa yang terjadi?" keluh Tita mamaksa.
Akhirnya Yudhapun menceritakan kejadian dua tahun silam, setelah Tita pergi dan kembali pada keluarganya.
Setahun setelah Tita pergi, ibunda Yudha diam_diam berusaha mencari calon istri buat Yudha, hingga diperkenalkanlah Yudha dengan seorang wanita yang bernama Viona.
Viona adalah seorang putri dari teman ibunya terdahulu, karena keinginannya yang menggebu untuk mendapatkan kerurunan, akhirnya Yudha terpaksa menerima perjodohan ibunya untuk Yudha berpoligami, awalnya Popy tak menyetujuinya dan sempat berdebat dengan Yudha, tapi karena ibunya terus menekannya akhirnya Popypun menyerah dan mengabulkan keinginan mertuanya.
__ADS_1
Awal pertama bertemu Viona terlihat sangat baik dan penuh perhatian pada ibunya dan Popy, Yudhapun akhirnya menikahi Viona, hanya dihadiri keluarga terdekat dan pesta yang sederhana Yudhapun resmi menikahi Viona.
Tapi setelah tiga bulan menikah, Viona mulai berubah, sifat aslinya mulai terlihat, begitu banyak permintaan, ternyata Viona mau menerima Yudha karena harta bukan tulus mencintainya, bukan itu saja Viona juga mulai mempengaruhi Popy dengan mencekoki Popy obat haram, hingga saat itu Popy kembali kecanduan dengan obat-obatan.
Hingga pada suatu hari, pa Asep memergoki Viona tengah berselingkuh dengan seorang pria yang ternyata teman dekatnya yang terdahulu.
Tanpa pikir panjang Yudha kemudian menceraikan Viona saat itu juga, tapi setelah kepergian Viona, masalah baru muncul, Viona datang lagi menemui Yudha dan mengaku bahwa dirinya tengah hamil anak Yudha, tentu saja Yudha tak mempercayainya, setelah Viona melahirkan, Yudha kemudian melakukan tes DNA, dan benar saja hasilnya negatif bahwa anak yang dikandung Viona bukanlah anak Yudha.
Sejak bertemu Viona, kehidupan Yudha menjadi tak nyaman, terlebih Popy yang semakin parah dengan kecanduannya.
"Itulah Ti, mengapa saya dan keluargaku mencari kamu," ucap Yudha memelas.
Tita dibuat tak percaya dengan cerita Yudha yang begitu tragis, hanya karena menginginkan anak, ibunya rela menikahkan Yudha dengan perempuan jahat seperti Viona.
"Mas, sekarang dimana Viona? apa masih menemui masnya?" tanya Tita penasaran.
Yudhapun melanjutkan ceritanya, Viona bukan saja mengganggu kehidupannya, tapi sering datang ke kantor Yudha dan meminta uang dengan alasan untuk anaknya, walaupun Viona tahu pasti bahwa anaknya bukanlah darah daging Yudha.
"Tapi mas! mengapa mas mau saja menuruti kemauannya?" tegur Tita kesal.
"Itulah Li! kalau mengenai anak, saya suka gak tega, mau dikasih apa anaknya! kalau saya tidak memberinya uang!" ujar Yudha.
"Ti, maafkan saya ya! seharusnya saya dari dulu menikahimu, bukan malah membiarkan kamu pergi," lirih Yudha menatap wajah Tita dengan sendu.
"Udahlah mas, waktu itu saya menolak mas karena saya tak mau menyakiti bu Popy mas," ucap Tita lembut.
"Itulah Ti, mengapa saya menemuimu, itu semua Popy yang memaksa," jawab Yudha meyakinkan Tita.
"Saya tak tahu harus berbuat apa lagi Ti!" keluh Yudha memelas.
Tita merasa iba melihat keadaan Yudha yang sepertinya sudah putus asa, seorang bayi mungil yang telah lama diidamkannya belum juga hadir, Yudha melakukan kesalahan besar dengan menikahi Viona.
"Baiklah mas! besok saya siap menikah dengan mas," ucap Tita tegas.
Wajah Yudha seketika berubah mendengar persetujuan Tita yang mau menikahinya.
"Ti. Terimakasih ya..."
Tita sadar betul, Yudha menikahinya hanya karena menginginkan seorang anak dari rahimnya, saat itu juga Tita berjanji akan selalu menyayangi dan melindungi keluarga Yudha, dan akan selalu menjadi istri yang baik bagi Yudha, sebagai madu Popy, Tita senantiasa akan berbakti pada Popy.
__ADS_1
Tita tak menyadari justru disinilah awal penderitaannya.