Air Mata Seorang Istri

Air Mata Seorang Istri
Amarah Adi


__ADS_3

Adi membanting keras ponsel Tita ke lantai. Hingga ponsel Tita hancur berantakan di lantai.


"Kurang ajar kau Tita?!" teriak Adi penuh amarah.


Adi tak menyangka Tita begitu berani mengkhianatinya wajah Tita yang ayu menggelayuti pikiran Adi yang kacau.


Adi tak menyangka Tita telah mengkhianatinya iapun berjanji akan mencari Tita dimanapun berada ada rasa dendam di hati Adi yang begitu membara. Setelah mengetahui bahwa nomornya telah di blokir oleh seseorang.


Semalam suntuk Adi tak bisa memejamkan matanya kelakuan Tita akan Adi laporkan pada orang tua Tita. Ia tak bisa menerima begitu saja penghianatan istrinya walaupun dirinya juga sama mengkhianati Tita. Itulah sifat seorang suami seperti Adi yang egois.


Adi akan menghukum Tita dengan berjanji tak akan pernah menceraikan Tita walau apapun yang terjadi.


Disisi lain Adi masih menyayangi Tita memang semua adalah salahnya tapi wanita hamil seperti Tita sungguh tak punya malu begitu berani ia menusuknya dari belakang dan siapa lelaki yang telah mengambil istrinya Tita? Adi tak mengerti lelaki mana yang mau memacari wanita hamil seperti Tita. Bagaimana nasib anak nya yang tengah di kandung Tita.


Sekarang bathin Adi semakin tersiksa membayangkan lelaki yang akan menyentuh istrinya dalam keadaan mengandung buah hatinya.


Emosi Adi semakin memuncak ia kemudian mengacak-acak baju Tita dan menyobeknya sambil bibirnya terus mengutuk Tita. Jiwanya kini terguncang sekarang ia merasakan bagaimana rasanya diselingkuhi oleh orang yang dicintainya. Matanya mulai menitikkan air mata ia sungguh menyesal telah menduakan cinta.


Bibirnya terus memanggil- manggil Tita, dipandangnya Poto pernikahannya dengan Tita. Dielusnya wajah Tita di Photo sesekali air matanya jatuh mengenai bingkai photo pernikahan nya, yang selalu terpajang rapih disisi tempat tidurnya.


Pagi- pagi sekali Yudha sudah terlihat kelimis, wajahnya yang tampan, sangat terlihat jelas, ketika rambut basahnya sedikit acak-acakan, ia duduk di depan laptopnya tangannya asyik mengutak-atik laptop.


Iapun menoleh ke arah Tita yang terlihat menyibukkan diri dengan membereskan dapur yang memang sudah terlihat rapih.


"Tita! udah biarkan saja sebentar lagi bik Acih kesini!" teriak Yudha.


"Bik Acih," ucap Tita dalam hati .


Yudha kemudian menghampiri Tita untuk tak melakukan aktivitas yang membuatnya lelah.


"Besok ibu pulang," ucap Yudha sambil mengaduk-aduk kopi buatannya.


Mendengar Bu Popy akan pulang perasaan Tita sungguh lega dari kemarin ia mengharapkan Bu Popy cepat kembali, karena Tita merasa risih jika harus berdua saja dengan Yudha di Villa yang cukup luas itu.


Tak lama muncul seorang ibu yang sudah cukup tua dihadapan mereka.


"Tuan.

__ADS_1


"Ehh bi Acih," sapa Yudha dengan santai .


"Pagi tuan," sahut bik Acih sambil matanya melihat Tita dengan heran.


Yudhapun memperkenalkan mereka berdua.


"Bik Ini Tita. Tolong ya! jaga dia urus semua kebutuhannya. Dan tolong di buatin makanan yang sehat buat Tita," ucap Yudha dengan serius meminta bik Acih untuk menjaga Tita.


Bik Acih mendengar ucapan Yudha malah terlihat bengong, matanya terus memperhatikan perut Tita.


"Bik!" teriak Yudha yang geli melihat wajah bik Acih yang terkesan curiga, melihat Yudha dan Tita berada di Villa.


"Jangan curiga gitu bik. Tita ini temannya ibu," ujar Yudha sambil tersenyum.


"Ohhhh....." ucap bik Acih sambil mengelus dada.


"Udah ya? saya mau ke kantor udah siang nih," ujar Yudha yang terus melirik jam tangannya.


"Awas Ti, bik Acih ini orang nya cerewet, kamu jangan terlalu meladeninya," bisik Yudha sambil pamit meninggalkan mereka berdua.


Bi Acih mulai mendekati Tita yang asyik menyiapkan sayuran yang hendak dimasaknya.


"Saya temannya bik," jawab Tita datar.


"Ohhh ...... Bisik bi Acih sambil matanya terus saja memperhatikan perut Tita.


"Ari suami Neng memangnya kemana?" tanya bi Acih yang terus memberikan pertanyaan pada Tita .


Karena kesal dengan pertanyaan bik Acih. Titapun berbohong bahwa suaminya sedang berada di luar kota.


"Neng, pa Yudha tuh, orangnya baikkkk banget," sahut bik Acih sambil mengacungkan jempolnya pada wajah Tita.


Melihat tingkah lucu bik Acih,Tita jadi tertawa, benar kata Yudha, bik Acih ini orangnya cerewet.


"Tapi neng sayang....." bik Acih mulai menurunkan nada suaranya.


"Memangnya kenapa bi?" tanya Tita penasaran.

__ADS_1


"Mereka berdua belum di beri keturunan,"


ujar bik Acih seraya tangannya mulai meraih pisau didekatnya.


"Neng tahu gak? bu Popy tuh kalau lihat orang hamil suka hilang kontrol neng."


"Memangnya kenapa bi?"


"Entahlah neng, kadang bibi mah suka kasian lihat Bu Popy teh," ucap bi memelas.


Bik Acih begitu serius menceritakan keadaan Popy sekian lama Popy begitu mengharapkan seorang anak membuat jiwanya jadi sedikit terganggu. Terlebih keluarga besar Yudha selalu menekan Popy untuk segera memberi keturunan.


Itulah sebabnya Popy jarang ada di rumah waktunya selalu ia habiskan dengan bepergian ke luar kota, kadang ke luar negri bersama teman- temannya.


Tekanan dari orang tua Yudha membuat Popy stress, dan sering meninggalkan Yudha.


Tapi Yudha selalu memaklumi keadaan Popy


itulah sebabnya, Yudha tak pernah melarang dan selalu memenuhi keinginan Popy.


Bik Acih begitu gamblang menceritakan keadaan rumah tangga Yudha.


"Bibi mah suka kasian liat tuan Yudha teh,"


keluh bik Acih, wajahnya memelas ketika menyebut nama Yudha.


"Padahal mah, kata saya mah, tuan Yudha teh kawin Weh deui atuh nya!" ucap bik Acih merubah gaya bicaranya dengan logat Sunda.


Tentu saja Tita jadi tertawa terbahak- bahak mendengar ucapan bik Acih, yang seperti ibunya sering ngomong Sunda.


"Ah, si neng mah malah ketawa!" seru bi Acih. Kembali mata bik Acih memperhatikan


perut Tita .


Bi Acih mulai curiga, jangan - jangan bayi yang diperut Tita adalah bayinya Yudha ? yang sengaja di sewa Yudha untuk melahirkan bayinya, untuk nantinya diberikan pada bu Popy.


"bik? kok jadi melamun sih!" tanya Tita menegur bik Acih yang sedang bengong seperti memikirkan sesuatu .

__ADS_1


"Ah si neng! ngagetin aja!" teriak bik Acih sambil mengelus dada.


Bik Acih dan Titapun meneruskan pekerjaan nya memasak sayur, untuk nanti makan siang, Tita tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lucu bik Acih, bik Acih terbawa suasana, mereka berduapun tertawa, bik Acih ini memang orangnya lucu, apalagi kalau sudah menggosip. Bik Acihlah jagonya.


__ADS_2