Air Mata Seorang Istri

Air Mata Seorang Istri
Memblokir Nomer Ponsel Adi


__ADS_3

Selepas magrib Yudha tiba dari kantornya ia begitu tergesa-gesa ingin segera menemui Tita, tampak Tita sedang sembahyang di kamarnya Yudha kemudian menyimpan belanjaan yang tadi ia beli di supermarket.


Yudhapun bergegas menuju kamarnya untuk mengganti baju.


Selesai sembahyang Tita menuju keluar kamar dilihatnya belanjaan yang di bawa Yudha, begitu banyak Yudha berbelanja dari buah-buahan sampai sayuran makanan ringan juga makanan siap saji.


"Nah lihat ini! Saya beli buah- buahan bagus buat kesehatanmu," ucap Yudha sembari mengambil buah apel dan membongkar semua belanjaanya.


"kamu sudah makan?" tanya Yudha.


"Belum, ucap Tita sambil menundukkan kepalanya.


"Ayo sini makan! nih saya bawa soto ayam, cobalah! enak rasanya."


Yudhapun membuka setiap bungkusan makanan dan menyuruh Tita untuk tak sungkan memakannya.


Meskipun Tita merasa malu tapi apa daya, perutnya memang lapar iapun menyantap makanan yang di bawa Yudha.


"Masnya gak makan?" tanya Tita.


"Iya, nanti aja, saya mau mandi dulu, sok kamu makan aja duluan," jawab Yudha sambil berlalu menuju kamarnya.


Tita begitu lahap menyantap makanan yang begitu menggugah seleranya di rumahnya ia biasa sarapan dengan telor ceplok pake kecap tapi Yudha begitu baiknya membelikan makanan yang enak-enak, apalagi soto ayam memang kegemarannya.


Selesai makan Tita membereskan semua makanan yang ada di meja dan memasukkannya ke dalam kuklas disusunnya satu persatu buah dan sayur yang tadi dibeli oleh Yudha.

__ADS_1


"Ti! udah makannya?" seru Yudha selepas mandi Yudha kemudian mengambil apel di kulkas dan mengupasnya setelah bersih, Yudha menyuruh Tita untuk memakannya.


"Nih! Makanlah! bagus buat kesehatan bayimu," tegur Yudha sambil menyodorkan apel pada Tita.


Tita begitu salah tingkah melihat perlakuan Yudha yang penuh perhatian padanya layaknya seorang suami Perasaan Tita jadi tak karuan begitu baik Yudha padanya.


Tita kemudian memakannya wajah Tita begitu merah merona karena Yudha selalu menatapnya.


Andaikan Adi sebaik Yudha tentu ia tak akan pergi meninggalkannya.


"Dertttt....." suara ponsel berbunyi Yudhapun mengambil ponselnya dilihatnya ada nomer tak di kenal dengan cepat Yudha mematikan ponselnya, Yudha memang tak sembarangan menerima telepon apalagi dari nomer yang gak jelas.


"Mas!"Teriak Tita tergesa - gesa menghampiri Yudha.


Tita baru menyadari ponselnya tertinggal di rumah, iapun bertanya pada Yudha dan penasaran dengan seseorang yang menghubungi Yudha.


Yudha kemudian memperlihatkan ponselnya pada Tita.


"Mas! Ini nomer suami saya mas!" Seru Tita seraya mengamati satu- persatu nomer di layar ponsel.


"Jadi ini nomer suamimu?" tanya Yudha kaget.


"Tapi bagaimana dia tahu nomerku?"Tegur Yudha kaget.


"Itu mas....ponsel saya tertinggal mas," jawab Tita mulai panik.

__ADS_1


"Blokir aja mas!" teriak Tita.


"Blokir!" jawab Yudha heran.


Yudha menuruti saja perintah Tita karena panik melihat Tita yang gemetaran karena ketakutan.


Wajah Tita begitu pucat ia mulai ketakutan , bagaimana jika suaminya mengetahui bahwa dirinya pergi bersama Yudha pasti suaminya curiga apalagi barusan suaminya berusaha menghubungi Yudha.


Tita tak mau lagi kembali pada Adi apalagi Adi pernah menamparnya hanya karena masalah sepele, Entah apa yang akan dilakukan Adi jika ia tahu pergi bersama Yudha tentu saja Tita yakin Adi akan memukulinya habis- habisan.


"Mas! sebaiknya saya pergi saja dari sini mas," keluh Tita memohon.


"Tenang Tita," saya akan melindungi kamu,


jawab Yudha seraya menenangkan Tita.


"Saya takut mas," jawab Tita wajahnya semakin pucat.


Yudhapun memegang kepala Tita disandarkannya ke dadanya sambil mengelus rambut Tita.


"Kamu jangan khawatir, saya akan selalu melindungimu," bisik Yudha yang begitu iba melihat keadaan Tita yang hidupnya selalu menderita karena perlakuan suaminya yang tak bertanggung jawab.


Tangan Tita melingkar erat ke pinggang Yudha ia merasa nyaman jika berada di dekatnya bathinya mulai merasakan getaran hebat setiap ia memeluk Yudha, tapi Tita masih punya iman ia adalah wanita bersuami dan Yudha juga sudah ada yang memiliki Tita akan selalu ingat itu.


Perlahan Tita melepaskan pelukan Yudha, kakinya mundur selangkah menjauhi Yudha.

__ADS_1


Yudha hanya diam menatap Tita sama halnya dengan Tita tak tahu kenapa Yudha selalu mencemaskan Tita, di kantorpun hatinya selalu tertuju pada Tita.


Tapi Yudha tak mau berpikir yang bukan bukan baginya hanyalah Popy, wanita yang ia cintai selama ini walaupun Popy belum juga memberinya keturunan ia akan selalu setia pada istrinya.


__ADS_2