
Yudha dan Tita sangat terpukul menerima kenyataan kehilangan Popy untuk selamanya.
Suasana di kediaman Yudha tampak para saudara dan teman datang melayat atas wafatnya Popy, tampak ibunda Yudha dan pak Asep begitu sedih melihat jasad Popy terbujur kaku dihadapan mereka.
Sementara Tita dan Yudha tak bisa menahan kesedihannya, begitu cepat Popy pergi baru saja Tita menjadi madunya, kini tak ada lagi Popy disisinya.
Para pelayat mulai berdatangan, dari sekian banyak pelayat tampak Viona hadir mengenakan kerudung hitam, wajahnya begitu dingin mengawasi Tita yang berada di samping jenazah Popy.
Viona langsung menghampiri Yudha yang tengah duduk bersila bersama saudaranya yang berusaha menghibur Yudha untuk tetap tabah. Melihat kehadiran Viona, Yudha begitu kaget dan langsung menghampiri Viona dan memegang tangan Viona dengan kuat dan membawanya keluar rumah.
"Apa yang kamu lakukan disini....." bisik Yudha.
"Mas, saya ingin melihat mbak Popy untuk terakhir kali..."
"Oh ya? kamu jangan pura_pura baik, saya tahu niat kamu? saya mohon tinggalkan tempat ini, kalau mau uang temui saja saya di kantor! ayo sana pergi! sebelum ibuku melihatmu..." tegas Yudha semakin kuat mencengkram tangan Viona.
"Tapi saya tak ada niat lain mas, saya mohon ijinkan saya melihat bu Popy untuk terakhir kali mas..." bujuk Viona memaksa Yudha untuk mengabulkan permintaannya.
"Semasa hidup Popy begitu membencimu, dan karena ulah kamu, istriku jadi kecanduan obat lagi, apa kamu gak ingat?" hardik Yudha nada suaranya semakin tinggi.
Yudha terus memaksa Viona untuk segera pergi dari rumahnya dengan terus mencengkram tangan Viona dan membawanya keluar pagar hingga Viona jatuh tersungkur.
"Pergi sana! kamu hanya boleh menemui saya di kantor! ingat itu!" kebencian Yudha pada Viona saat itu tak dapat dibendung, karena ulah Viona dulu Popy jadi sering mengkomsumsi barang haram, sungguh Yudha tak bisa memaafkan kesalahan Viona yang telah membuat dirinya jadi kehilangan Popy untuk selamanya.
Para pelayat yang memperhatikan tingkah Yudha dibuat kaget dengan kejadian yang mereka lihat, hingga akhirnya terdengar oleh Tita yang saat itu sedang berdoa di samping jenazah Popy.
"Neng...cepat keluar, bapak lagi marah_ marah sama seseorang, entah siapa bibi kurang tahu...." bisik bi Acih yang saat itu ada di rumah Yudha, seperti yang kita tahu bi Acih adalah pelayan setia Popy.
"Hah, perempuan siapa bi..."
__ADS_1
"Bibi kurang tahu neng, sebaiknya neng lihat sendiri sana, bibi khawatir ada apa_apa dengan tuan."
Tita langsung beranjak dan pergi menemui Yudha di luar rumah. Dan benar saja tampak Yudha begitu emosi memarahi seorang perempuan di luar pagar.
"Mas! ada apa mas?" tegur Tita penasaran dengan amarah suaminya.
"Udahlah! kamu jangan ikut campur! sana masuk ke dalam!"
"Tunggu!! sela Viona yang tiba_tiba memotong perkataan Yudha.
"Jadi ini istri barumu?" tanya Viona menatap tajam mengamati sosok Tita yang berdiri di samping Yudha.
"Viona...." ucap Tita dalam hati.
Mendapati pertanyaan Viona, Yudha langsung meraih tangan Tita dan membawanya masuk ke dalam rumah, walaupun saat itu Tita masih penasaran dengan sikap Yudha. Tapi Tita berusaha tenang apalagi situasi saat itu sedang berduka membuat Tita hanya bisa diam demi menjaga keadaan di tengah para pelayat yang sedang mendoakan kepergian Popy.
Melihat tingkah Yudha, rasa dendam Viona pada keluarga Yudha semakin meluap. Iapun berjanji akan membalas semua perbuatan Yudha yang telah berani menghinanya di depan semua orang.
Viona kemudian pergi meninggalkan kediaman Yudha dengan membawa dendam yang membara atas perlakuan Yudha yang begitu keji telah menuduhnya sedemikian rupa atas kepergian Popy.
☘️
Sementara Tita dan Yudha berusaha tersenyum ramah. Kejadian yang baru saja dialaminya membuat Yudha jadi emosi dan hilang kontrol karena kedatangan Viona yang dibenci istrinya, di tengah situasi berduka dengan seenaknya Viona datang tanpa mengabarinya, Yudha tahu pasti dengan sifat Viona yang selalu mengganggu dengan segala materi yang dimiliknya.
"Mas...jadi wanita itu Viona..." ucap Tita berbisik pada Yudha.
"Iya Ti, udah jangan pernah kamu mengenal wanita itu, biar itu urusan saya, oh ya? dimana Bunga?"
"Bunga ada bersama ibuku mas, biar Bunga sementara tinggal bersama ibuku mas, nanti kalau disini sudah beres kita ambil Bunga."
__ADS_1
"Ya baiklah...."
🍀
Tiga Minggu telah berlalu semenjak kepergian Popy rumah tampak sepi tak ada lagi Popy yang biasa cerewet mengatur segala urusan rumah tangga. Kini segala urusan rumah tangga Tita yang pegang dari keuangan dan pengeluaran semua Tita yang atur. Pak Asep sopir pribadi Yudha sangat setia menemani hari_hari Yudha dan selalu menyemangatinya untuk bisa melupakan almarhum istrinya, sementara suster Darmi semenjak pak Asep menceritakan kejadian yang menimpanya dulu, Yudha langsung memecatnya dan kini diganti oleh bi Acih.
Untuk sementara Bunga sengaja dititipkan pada ibu Tita karena kesibukkan Tita yang harus mengurus segala urusan rumah tangga, bukan tak mampu Tita menggajih seorang Baby Sister tapi Tita lebih percaya anaknya dititipkan pada ibunya dari pada orang lain.
Kini kesibukkan Tita semakin padat, dulu ada Popy yang selalu mengatur pengeluaran sekarang tugas itu Tita yang pegang walau Tita Marasa terbebani dengan itu semua tapi hanya Tita lah sekarang istri satu_satunya Yudha.
Menjadi seorang istri pengusaha seperti Yudha ternyata tak mudah. Yudha selalu memberi tugas pada Tita untuk menulis semua pemasukan dan pengeluaran barang entah itu barang yang masuk atau yang keluar karena karyawan ditempat perusahaan itu sakit parah dan tidak bisa lagi mengurus keuangan Yudha hingga Yudha pun mempercayai Tita istrinya untuk mengurusnya.
Seringkali Tita kelelahan dan kurang tidur karena semalam suntuk harus membantu Yudha mengurus masalah keuangan.
Semenjak kesibukkan menemaninya Tita sering melupakan kewajibannya, sering kali bik Acih mengingatkannya untuk tak meninggalkan sembahyang lima waktu tapi Tita selalu saja membuat alasan.
Malam itu tak seperti biasanya Tita merasa begitu pusing kepalanya terasa berat dan matanya mulai berkunang_kunang, hingga iapun rubuh di lantai tak sadarkan diri.
Sontak saja Yudha sangat kaget melihat keadaan Tita dan langsung memanggil bik Acih yang tidur di kamar ibunda Yudha kerena semenjak suster Darmi dipecat bik Acih selalu menemani ibunda Yudha.
"Bik! bangun bik!! teriakan Yudha begitu lantang sambil menggedor pintu kamar.
Tak berapa lama bik Acihpun keluar karena kaget mendengar teriakan Yudha memanggil namanya.
"Ada apa tuan?"
"Bik! itu...Ti...Tita..."
"Kenapa dengan neng Tita?'
__ADS_1
Mendengar jawaban dari Yudha bik Acih kemudian berlari menghampiri Tita....