Aku Menyesal Membuangmu

Aku Menyesal Membuangmu
Maksudnya???


__ADS_3

...🌸POV ZOYA🌸...


Mendung dalam hidupku perlahan telah berlalu satu persatu. Namun tidak dengan Singapura. Negara berlambang singa ini begitu mendung dan kelam. Rupanya kami salah memilih hari dan waktu untuk bersenang senang.


Ini salahku sih,,, seharusnya Singapura adalah negara tujuan untuk bulan madu kami, tapi aku malah mengubahnya dan meminta mas Rajesh untuk menjadikan negara ini sebagai negara tempat kami mencari berbagai macam souvenir pernikahan.


Mas Rajesh sih setuju setuju saja. Katanya asal aku bahagia. Karenanya kami pun bertolak ke Singapura begitu masa iddahku usai. Kami tak hanya berdua melainkan bersama Kak Del dan kak Maria juga. Bagaimana pun, kami tak ingin memancing fitnah dengan hanya bepergian berdua saja.


"Yaah mas,,, hujan lagi." rengekku di hari kedua kala kami akan keluar hotel untuk mulai berkeliling mencari barang buruan kami.


"Terus mau dibatalin aja atau gimana sayang?" mas Rajesh begitu tidak ingin mengambil keputusan apa pun takut aku kecewa.


"Maaf ya mas."


"Lho kok malah minta maaf? Nggak ada yang salah sayang."


"Coba kalau aku nggak ngeyel minta ke Singapura, pasti nggak kayak gini ceritanya." lirihku.


"Hey,,, memangnya kamu itu bisa meramalkan cuaca? Nggak kan? Jadi bukan salah kamu kalau ternyata hari yang kita pilih malah kota ini terus diguyur hujan. Padahal juga belum musimnya." mas Rajesh makin hari makin pandai membesarkan hatiku.


"Iya sih mas." tetap saja aku kecewa meski sudah dibesarkan hati.


"Ya udah,,, kita jalan kaki aja,,, pakai sepayung berdua. Gimana? Malah keliatan romantis dan syahdu kan ala ala drama romantis mandarin hehehe,,," mas Rajesh nyengir kuda tapi malah membuatnya terlihat makin tampan.


"Sok masih muda saja mau main romantis romantisan."


"Lho emang masih muda kok. Masih tampan begini." ujarnya menyombong.


"Dih kepedean deh,,," sungutku.


"Kalau nggak tampan, mana mungkin kamunya betah curi curi pandang terus selama ini. Hayooo ngakuuuu,,,,"


Uppss,,, aku ketahuan ternyata hehehe,,,


"Iya deh iyaaa,,, mas emang tampan. Kalau nggak tampan kan juga nggak bakal jadi pangeran impianku." ku puji dirinya setinggi langit.


"Terima kasih cinta kecilku,,," jawabnya sembari mengerlingkan sebelah matanya.


"Udah ah ayooo,,," rengekku mengingatkan tujuan kami untuk mulai berburu souvenir.

__ADS_1


Mas Rajesh meminjam sebuah payung yang disediakan pihak hotel. Dia benar benar membawaku berjalan sepayung berdua menuju tempat tujuan kami yang memang tidaklah seberapa jauh dari hotel tempat kami menginap.


Sekitar lima belas menit berjalan dengan suasana syahdu dibawah guyuran hujan, akhirnya kami sampai di tujuan. Tempat yang menyediakan banyak pilihan barang yang pastinya banyak yang bagus dan cocok untuk dijadikan souvenir nantinya.


Tak perlu waktu lama, kami berdua pun mulai disibukkan dengan kegiatan memilih dan saling tukar pendapat sebelum menentukan pilihan kami.


Lalu tengah serius seriusnya memilih,,, ku rasakan kakiku tertabrak sesuatu. Aku pun menoleh ke belakang.


"Hei cantik,,,, anak siapa ini? Imut sekali. Mana mamanya sayang?"


Meski aku tau anak itu mungkin belum paham apa yang ku katakan, tapi anak kecil yang kelihatannya baru bisa jalan itu sangat membuatku gemas. Kulitnya putih bersih dengan wajah khas oriental,, lalu rambutnya yang hitam lurus dikuncir dua membuatnya terlihat sangat menggemaskan.


"Oh sorry,,, Apa anak saya mengganggu kalian?"


Author pakai bahasa Indonesia saja ya,,, meski kalau nyatanya pergi ke Singapura pastinya pakai bahasa Inggris kalau bertemu orang asing.


Seorang wanita berwajah oriental juga mirip anak itu tergopoh gopoh menghampiriku. Ku yakin itu ibu anak itu. Yang membuatku tidak yakin hanya semakin ku perhatikan, aku semakin merasa mengenalnya. Hanya saja aku lupa, di mana?


"Tidak kok. Ini putri anda?" mas Rajesh mewakili untuk menjawab.


"Ah ya." wanita itu masih sibuk dengan anaknya yang masih ingin jalan sana sini.


"Cantik sekali." puji mas Rajesh.


Langkahnya semakin menjauh namun ingatan tentangnya juga semakin bermunculan dalam benakku.


"Angie!!! Tunggu,,,," teriakku ketika langkahnya mungkin sudah dua puluh langkah menjauh.


Wanita itu sontak menoleh ke arahku dengan pandangan bertanya tanya. Begitu juga mas Rajesh yang tak menyangka aku mengenal ibu bayi itu.


"Kamu kenal dia sayang?" tanya mas Rajesh dan aku mengangguk yakin karena melihat wanita itu menoleh saat ku panggil.


"Dia itu,,,"


Ucapanku terputus kala melihat sosok pria mendekati Angie yang segera saja mencium pipi kanan dan kirinya. Lelaki itu juga segera membopong tubuh mungil yang lincah kesana kemari itu. Terlihat sangat menyayangi sosok mungil itu karena setelah tubuh itu digendongnya, lelaki itu terus menghujani pipi tembemnya dengan ciumann gemasnya.


Mataku memicing berusaha mengenali sosok itu. Sosok yang terus membelakangiku dan belum menyadari kehadiranku di sana.Bisa ku lihat Angie juga terlihat salah tingkah dan kikuk karena ku perhatikan. Aku yakin dirinya juga telah mengingat siapa aku.


Detik kemudian,,, Ku lihat Angie menarik tangan lelaki itu untuk mengajaknya segera pergi dari sana. Tak akan ku biarkan mereka pergi. Aku ingin tau sesuatu. Aku ingin pertanyaan dalam hatiku selama ini mendapat jawabnya.

__ADS_1


Dan hanya mereka yang bisa menjawab,,,


"Angie,,,!!!"


Aku setengah berlari menyusul langkahnya yang semakin cepat. Mas Rajesh pun mau tak mau juga berlari menyusulku dengan rasa bingungnya. Maklum aku belum menjawab pertanyaannya tadi. Tapi ku rasa, mas Rajesh juga bisa mengingat siapa Angie.


"Angie,,, ku mohon." ku hela tangan Angie hingga wanita itu berhenti.


"Zoya,,, ada apa lagi?" tanyanya lirih dan tak mau menatapku.


"Sayang,,, siapa mereka?" lelaki itu bersuara dan aku sangat terkejut ketika ia menoleh ke arahku.


Rupanya bukan Rodie melainkan sosok lain yang tak ku kenal. Pupus sudah harapanku untuk bisa mendapat penjelasan darinya kenapa dia pergi begitu saja tanpa memberikan kejelasan status.


"Mereka itu,,," Angie tak bisa memberitahu lelaki itu siapa aku dan mas Rajesh.


"Kalian teman Angie? Kenalkan,,, saya Daniel, suaminya." lelaki itu mengulurkan tangan dengan ramahnya.


Tapi tubuh ini terasa ringan dan lunglai mendengarnya.


Kalau dia suami Angie,,, lalu kemana Rodie???


Beruntung mas Rajesh sigap mengatasi situasi canggung ini. Dia lagi lagi mewakili untuk berkenalan dengan suami Angie.


"Saya Rajesh dan ini Zoya. Kami memang teman istri anda." ujar mas Rajesh.


"Ah,,, Zoya?? Rajesh?? Sepertinya saya pernah dengar nama kalian. Di mana ya? mmm,,, Anyway,,, datanglah ke rumah kami nanti malam. Ada sedikit acara untuk mengenang sahabat kami, Rodie. Ah yaaa,,, saya ingat. Kalian teman Rodie. Datang ya,,, Ini alamatnya."


Suami Angie itu menyerahkan sebuah kertas yang lebih mirip kartu nama pada mas Rajesh.


"Terima kasih."


Kami serentak mengucap kalimat itu dengan benak dipenuhi banyak pertanyaan.


Mengenang Rodie??? Maksudnya???


...\=\=\=\=\=...


...Hai,, maapkeun author yang menghilang beberapa hari kemarin. Author tumbang alias sakit. Maapkeun kalau jadi slow up yaaa 🙏...

__ADS_1


...With love, ...


...Author....


__ADS_2