
Kondisi Alyssa setelah semalam menginap di puskesmas memanglah tidak langsung pulih 100% namun Alyssa tidak enak diri dan tidak mau membuat Rajesh kehilangan banyak uang untuk membiayainya.
Syukurnya pihak puskesmas juga tidak mempersulit. Jadilah Alyssa diperbolehkan rawat jalan saja.
"Trus kamu mau kemana sekarang? Kan kamu sebatang kara." ujar Rajesh yang sudah tau banyak tentang diri Alyssa yang memang yatim piatu dan tak ada sanak saudara.
Hanya punya Ferry yang awalnya baik tapi kini menendangnya juga.
"Aku,,, nggak tau." Alyssa bingung juga.
"Tinggallah di rumahku saja dulu." ajak Rajesh membuat Alyssa merasa makin tidak enak hati.
"Tidak apa apa. Tinggal saja sementara waktu di rumah kami. Memang hanya gubuk, tidak pantas disebut rumah. Tapi setidaknya itu bisa melindungimu dari hujan dan panas sementara waktu." lagi Rajesh berujar.
Alyssa tak langsung menjawab tawaran yang diberikan oleh Rajesh kepadanya. Tentu Alyssa merasa tidak enak terus terusan merepotkan Rajesh meski Rajesh terlihat sama sekali tak mengeluh.
Alyssa memang tak punya tujuan atau tempat tinggal saat ini, dan kontrakan Rajesh adalah pilihan satu satunya.
"Mau ya? Biar tante ada temannya." kali ini mama Rina angkat bicara.
Alyssa seketika mengangkat wajahnya yang sempat tertunduk tadi. Jujur keberadaan mama Rina juga menjadi bahan pertimbangannya tadi. Alyssa merasa tidak enak saja kalau cuma Rajesh yang menawari.
"Tuh kan,,, mamaku juga memintamu tinggal. Mau ya?" lagi, Rajesh menawari.
"Baiklah. Tapi aku janji tidak akan lama. Aku akan berusaha cari kerja dan sebisa mungkin segera pindah agar tidak terus merepotkan kalian." janji Alyssa.
Baik Rajesh dan mama Rina hanya mengangguk dan tersenyum. Mereka menyambut anggota baru di rumah mereka.
Hei tunggu,,,, ada apa dengan mama Rina? Kenapa tiba tiba baik?? 😆 Baiklah author akan flashback ke kejadian saat malam Rajesh membawa Alyssa ke puskesmas yaaaa,,,,
...Flashback mode on 🌸...
...Pov Mama Rina,,,...
__ADS_1
Ku tatap kepergian Rajesh bersama gadis yang sedari tadi ku sangka hantu tetangga yang meninggal bunuh diri itu. Makin lama tubuh keduanya menyamar ditelan derasnya hujan.
Tidak terasa airmataku mulai membasahi wajahku. Entah kenapa aku tiba tiba merasa sakit sekaligus malu. Sakit melihat kerasnya hidup yang ku alami bersama Rajesh,,,, setelah segala kemewahan yang melimpah dari ayah angkatku, Wardoyo,,, kini tak ada apa pun tersisa untukku dan Rajesh selain remahan roti.
Hidup kami hancur,,, eh bukan kami,,, lebih tepatnya hidup Rajesh yang hancur. Alih alih mengikuti semua kemauanku dan skenario yang ku buat bersama Gunawan, pria yang awalnya baik dan mau menerima segala kekurangan dan masa laluku,,, yang sudah mengkhianatiku diam diam.
Aku juga hancur akibat pengkhianatan Gunawan,,, tapi sebagai ibu, aku merasa lebih hancur ketika harus menyaksikan putraku satu satunya kini hidup dalam rasa bersalahnya. Saking merasa bersalahnya ia sampai menjadikan gadis itu sebagai satu satunya alasan untuk berbuat baik pada siapa pun sekarang.
Putraku hanya bisa hidup dalam harapan. Tak kunjung mendapat pengampunan dari Indah,,, menantu baik yang sudah ku sia siakan.
"Maafkan mama ya Jesh,,, sungguh mama bukan ingin membuatmu sengsara begini. Ini semua di luar prediksi mama." aku hanya bisa membatin pilu.
Sepertinya sudah saatnya aku merubah haluan hidupku juga. Karma demi karma yang kami dapatkan sudah cukup membuka mataku. Kami memang bersalah. Kami sudah jahat kepada gadis baik baik yang dengan tulus mengabdi pada kami.
"Indah,,,"
Nama itu ku sebut dengan bibir bergetar. Tubuhku juga rasanya lemas. Teringat wajah polos nan sabarnya yang tidak pernah lepas dari senyuman meski sekasar apa pun aku memperlakukannya.
Ya tuhan,, harta sudah berhasil membuat aku jadi manusia kejam. Ampuni aku tuhan,,,,
Malam itu ku biarkan Rajesh tidak pulang. Aku tau dia pasti tidak tega meninggalkan gadis itu di puskesmas. Biarlah esok pagi aku yang menyusul kesana. Lagipula,,, malam ini aku ingin sendiri menumpahkan semua sendu di hati.
...Flashback mode off 🌸...
"Ayo Alyssa,,, masuk nak."
Mama Rina mengulurkan tangannya mengajak Alyssa masuk ke kontrakan kecil itu. Alyssa menyambut uluran tangan itu dan tersenyum.
"Terima kasih tante,,, terima kasih juga Rajesh. Kalian sudah mengijinkanku untuk tinggal di sini. Tanpa kalian,,, aku mungkin sudah tidak selamat." ucap Alyssa.
"Sudahlah. Sebagai sesama manusia, sudah seharusnya kita saling tolong menolong. Sekarang ayo tante tunjukkan kamar tidurmu. Biar kamu bisa istirahat. Kondisimu masih lemah Alyssa. Tante nggak mau kamu tambah drop." ujar mama Rina dengan bijaknya.
Alyssa hanya manut. Mengikuti langkah kaki mama Rina menuju ke sebuah kamar yang awalnya adalah kamar Rajesh. Rupanya mama Rina sudah membereskannya sebelum menyusul ke puskesmas. Menyulap kamar sempit itu menjadi kamar yang pantas untuk Alyssa.
__ADS_1
Rajesh hanya diam tak protes sedikit pun. Dalam hatinya ia heran kenapa sang mama tiba tiba berubah. Namun sudut hatinya menyambut perubahan itu dengan perasaan syukur sekaligus was was.
"Semoga kebaikan mama kali ini berdasarkan ketulusan. Bukan karena ada maunya." batin Rajesh.
"Jesh,,, nggak apa apa kan kalau mama berikan kamarmu pada Alyssa. Nanti dan untuk seterusnya, kamu tidur di kamar mama saja."
Sekembalinya dari mengantar Alyssa ke kamarnya, mama Rina mengajak Rajesh keluar dan membahasnya. Rumah kecil itu tentu membuat Alyssa bisa mendengarnya kalau mama Rina tidak mengajak Rajesh keluar.
"Iya ma nggak apa apa. Hanya saja,,," Rajesh tidak melanjutkan perkataannya.
Ia masih memendam keraguan terhadap sang mama.
"Kenapa Jesh? Kamu nggak nyaman ya sekamar sama mama? Ah mama lupa kalau kamu juga butuh ruangan pribadi ya. Hmmm bagaimana ya,,, apa mama minta ijin sama Alyssa untuk berbagi kamar dengannya saja ya? Atau,,, mama bisa tidur di balai depan itu saja." mama Rina menunjuk sebuah sofa usang di ruangan depan yang difungsikan untuk ruang tamu.
"Jangan ma. Mama sama Rajesh saja."
"Yakin kamu nak??" untuk pertama kalinya mama Rina menyebut Rajesh dengan panggilan nak dan itu membuat Rajesh tertegun.
"Ma,,," lirih Rajesh dengan pandangan tidak percayanya akan apa yang didengarnya baru saja.
"Mama hanya ingin berubah Jesh. Mama sadar selama ini mama belum bisa jadi mama yang baik untukmu. Maukah kamu membantu mama belajar jadi orang baik? Setidaknya dengan begini, dosa dosa mama terhadap kakekmu dan juga Indah bisa sedikit terhapus." mama Rina menunduk sambil memainkan jari jemarinya.
"Maaa,,, Rajesh senang sekali. Alhamdulillah ya Rabb. Engkau juga telah memberikan hidayahMU pada mama."
Rajesh memeluk mama Rina dengan sukacita mendalam. Keduanya sempat bertangis tangisan sesaat namun kemudian juga sama sama menghapus airmatanya takut dilihat orang atau Alyssa.
Intinya,,, Rajesh menyambut bahagia tobatnya mama Rina.
...\=\=\=\=\=...
...Maaf ya gengs jarang up,,, sumpah author lagi banyak sekali yang harus dikerjakan di dunia nyata 🥴🥴...
...With love, ...
__ADS_1
...Author....