Aku Menyesal Membuangmu

Aku Menyesal Membuangmu
Jadi Sekedar Kenangan


__ADS_3

Setelah Daniel dan Angie pergi,,, baik Rajesh dan Zoya, keduanya diam seribu bahasa. Tidak ada yang ingin bicara. Keduanya sama sama tenggelam dalam pikiran masing masing.


Begitu pula dengan Angie dan Daniel yang sebelumnya sempat terlibat adu argumen, keduanya kini juga diam seriba bahasa. Keduanya juga sibuk berpikir.


"Honey,,, maaf. Aku keceplosan." akhirnya Daniel yang mengalah membuka suara lagi.


"Sudahlah. Bukan itu yang jadi pikiranku saat ini. Tapi aku lebih berpikir bagaimana mengatakan pada Rodie tentang pertemuan kita dengan mereka tadi. Kamu tau kan?? Dari sekian banyak manusia di dunia ini, hanya mereka berdualah yang sangat dihindarinya. And now,,, kamu malah mengundang mereka ke acara yang kamu tau sendiri bahwa hari itu dijadikan hari bersejarah dalam hidup Rodie. Itu adalah hari di mana ia memilih mengalahkan hatinya demi kebahagiaan Zoya."


Angie bicara panjang lebar sampai nafasnya terengah engah.


"Honey,,, aku sungguh nggak sengaja. Aku bukan lupa itu hari apa tapi aku hanya tidak tau bahwa kedua orang itulah yang sangat dihindari oleh Rodie." Daniel menjelaskan lagi.


Angie hanya menghela napas berat. Ia sangat paham bahwa Rodie akan sangat kecewa jika ia tau bahwa Daniel malah mengundang Rajesh dan Zoya.


"Biar aku yang menjelaskan dan meminta maaf pada Rodie." ujar Daniel kemudian.


Angie hanya diam tak menjawab apa apa lagi. Dalam benaknya sudah terbayang wajah kecewa Rodie. Sahabat yang sudah ia anggap sebagai saudara. Angie terlalu tau apa saja yang telah sahabatnya itu lalui selama ini. Sahabatnya itu memang berhasil melewati masa kritisnya dan kini kesehatannya berangsur membaik meski tubuhnya tak lagi sekekar dulu.


Angie juga tau bahwa dengan kondisi yang masih terlihat memprihatinkan begitu, mana mungkin ia punya kekuatan untuk bertemu Zoya.


"Kalian sudah pulang? Apa semua barang titipanku sudah kalian dapatkan?" tanya Rodie begitu mereka tiba di rumah yang mereka tempati bersama selama ini.


Angie dan Daniel beserta anaknya memang memilih tinggal bersama Rodie agar bisa mengawasi dan merawatnya. Rodie yang sudah tak punya keluarga juga sangat berterima kasih untuk itu.


Perlu kalian ketahui,,, anak yang dikandung oleh Angie saat ia diminta bersandiwara sebagai wanitanya Rodie adalah anak biologis Daniel. Awalnya memang Daniel sempat menolak mengakui anak itu dan itu membuat Angie sempat terpuruk. Namun kemudian, seiring berjalannya waktu, Daniel merasa bersalah.


Daniel pun datang kembali membawa sejuta penyesalan sekaligus ribuan tekad baik untuk Angie dan anaknya. Jadilah mereka menikah tanpa melupakan jasa baik Rodie selama ini yang telah bersedia menjadi lelaki siaga untuk Angie selama masa kehamilannya.


Terakhir kali Rodie pingsan sekembalinya dari menemui Zoya, Angie memutuskan untuk membawanya ke Singapura agar Rodie mendapatkan perawatan dan pengobatan yang lebih baik. Dan keputusan itu sangatlah bijak mengingat akhirnya setelah sempat koma selama 3 bulan lebih, akhirnya Rodie membuka kembali matanya.


Nama Zoya adalah yang pertama disebutnya. Namun bukan untuk ditemui melainkan untuk dibantu menjauh darinya. Jangan pernah memberi kabar akan dirinya pada Zoya. Rodie ingin agar wanita kesayangannya itu melupakannya dan kembali berusaha untuk menemukan cinta sejatinya.

__ADS_1


Selama ini bukan Rodie tidak tau segala sesuatu tentang Zoya. Ia selalu tau tapi juga selalu menjaga jarak. Ia bahagia mengetahui bahwa hubungan Zoya dan Rajesh membaik seiring dengan menghilangnya dirinya. Rodie juga tersenyum dalam tangisnya saat tau bahwa Zoya telah menggugat cerai dirinya.


Ia turut berbahagia atas keputusan Zoya sekaligus menangisi nasib dirinya. Bertahun tahun menanti sang pujaan hati,,, bertahun tahun berusaha berpikir positif bahwa penyakitnya akan sembuh,,, lalu ketika semua sudah tinggal beberapa langkah lagi,,, penyakitnya merenggut semua kebahagiaannya.


Rodie pasrah menerima takdir dirinya. Meski Ia sadar dari komanya tetap dengan membawa sejuta cinta untuk Zoya.


"Kalian kenapa?" tanya Rodie membuat Angie dan Daniel tersentak dari diamnya.


Sedari tadi Daniel sibuk merangkai kata bagaimana menyampaikan kelalaiannya mengundang Zoya dan Rajesh untuk datang malam ini ke tempat mereka,,, sedangkan Angie sibuk menyalahkan diri karena tak mampu mengabulkan satu permintaan penting Rodie.


Keduanya pun lantas tertunduk menyisakan tanda tanya pada diri Rodie.


"Apa ada masalah?" tanya Rodie sekali lagi saking herannya kenapa dua mahkluk yang biasanya banyak bicara itu mendadak membisu.


"I am sorry Rodie,,," Angie meminta maaf dengan mata berkaca kaca.


"No,,, not her but me. Aku yang harus meminta maaf padamu. Karena ini salahku, bukan salahnya." Daniel pasang badan.


Tapi yang ditertawakan malah hanya diam menatapnya. Hal itu membuat Rodie menghentikan tawanya.


"Ok,,, ini udah mulai nggak lucu. Katakan,,, ada apa sebenarnya?" Rodie menjadi tidak sabar karena dua sahabatnya itu sudah terlalu aneh menurutnya.


"Kami,,, Kami,,,"


"Apa? Kalian kenapa??" Rodie makin heran karena keduanya begitu sulit mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Ok fine. Kalian sukses bikin aku jadi bodoh. Laki laki yang gak guna ini makin merasa jadi parasit dengan kalian perlakukan begini." Rodie memutar kursi rodanya membelakangi mereka.


Menjalankan kursi roda yang kini sudah menjadi kakinya karena sejak bangun dari komanya, beberapa bagian tubuhnya tak lagi merespon dengan baik. Rodie mengalami kelumpuhan di beberapa titik syaraf termasuk kedua kakinya.


"Kami bertemu Zoya dan Rajesh." Daniel buka suara setelah Rodie berada sekitar empat meter darinya.

__ADS_1


Kursi roda itu pun terhenti. Sepertinya yang mendudukinya tertarik untuk mendengar lebih banyak lagi.


"Mereka berdua di kota ini Rodie." Angie melanjutkan.


Rodie masih ditempatnya berada. Belum ingin menoleh ke belakang lagi. Rodie masih sibuk menebak kelanjutan kata kata kedua sahabatnya itu. Kini ia mulai mengerti kenapa keduanya bertingkah aneh tadi.


"Dan,,,???" tanyanya kemudian masih dengan sikap membelakangi Angie dan Daniel.


"Sorry Rodie. Aku lupa siapa mereka dan aku malah mengundang mereka ke sini." Daniel menghembuskan napas kasar.


Begitu juga dengan Rodie. Kepalanya yang semula masih tegak kini sudah tertunduk dengan bulir bulir airmata jatuh membasahi kedua pahanya. Rodie terlalu takut jika sampai Zoya tau apa yang sebenarnya terjadi padanya selama ini. Ia takut Zoya akan berubah pikiran dan membatalkan pernikahannya dengan Rajesh. Rodie terlalu tau bahwa Zoya tidak akan meninggalkannya jika tau keadaannya yang sebenarnya.


"Apa kalian mengatakan bahwa aku masih hidup?" tanyanya kemudian di sela tangisnya.


"Aku hanya mengatakan dan mengundangnya untuk datang ke acara yang bersifat mengenangmu." ucap Daniel kemudian.


"Kalau begitu,,, sekali lagi lakukan sesuatu untukku." pinta Rodie.


"Katakan Rodie. Kami akan melakukannya selama itu bisa membuatmu memaafkan kami." ucap Angie dengan cepat.


"Biarkan dia tetap menjadikan aku tetap jadi sekedar kenangan. Biarkan ia tau bahwa aku tak lagi ada di dunia ini." ucap Rodie.


Angie dan Daniel saling pandang. Berusaha memahami permintaan sahabatnya itu.


...\=\=\=\=...


...Rodie maunya apa ya kira kira? Masih slow up ya sayang,,, 🙏🥴...


...With love, ...


...Author....

__ADS_1


__ADS_2