Aku Menyesal Membuangmu

Aku Menyesal Membuangmu
Kami Menikah Minggu Depan


__ADS_3

"Zoya,,, apa kita bisa bicara sebentar?" tanya Alyssa membuat Zoya yang melamun tergagap.


"Eh,,, bicara? Oh,,,iya boleh. Tapi di mana?" Zoya tidak fokus.


Rodie menatapnya dengan pandangan menyelidik. Sejak mendengar Alyssa dan calon suaminya memberitahu kenyataan tentang hubungan Alyssa dan Rajesh yang sebenarnya, Zoya tampak diam dan sama sekali tidak menyahut. Tapi melihatnya tidak fokus dan bahkan cenderung gugup begini,,, Rodie bisa pastikan tadi Zoya melamun atau memikirkan hal atau orang lain.


"Di sana saja." Alyssa menunjuk sebuah kursi yang diperuntukkan bagi para pengunjung toko perhiasan itu duduk menunggu.


Zoya melihat ke arah Rodie seakan meminta ijin dan Rodie pun mengangguk mengiyakan. Barulah Zoya mengikuti langkah Alyssa. Kedua calon suami akhirnya memilih untuk mengobrol sekedarnya dan senyambungnya saja karena maklum, mereka tidak saling kenal sebelumnya.


"Zo,,, aku mau mengembalikan ini." ucap Alyssa sembari menyodorkan sebuah amplop pada Zoya.


"Apa ini?" Zoya tak serta merta membukanya.


"Setiap hari benda ini mengganggu pikiranku. Karenanya, setiap hari pula ku bawa kemana mana dan dengan harapan aku bisa bertemu denganmu. Aku sudah coba bertanya pada mas Rajesh di mana alamatmu tapi mas Rajesh tidak pernah memberitahuku. Dia sepertinya takut aku akan mengusikmu atau bersikap buruk padamu. Padahal aku hanya ingin mengembalikan ini saja. Bukalah." pinta Alyssa.


Zoya pun menurut. Merobek amplop itu perlahan dan matanya membulat melihat sebuah cek bertuliskan angka 1 Milyar.


"Ini???"


"Iya. Itu pengganti cek kosong yang kamu kirimkan padaku dulu. Aku sudah mengisinya dengan nominal yang sama dengan yang ku tulis di cekmu dulu. Terimalah kembali Zo." kembali Alyssa meminta.


"Tapi aku,,,"


"Aku tau kamu memberikannya dengan tulus padaku tak peduli seberapa besar nominal yang ku tulis. Dan aku,,, waktu itu menulis nominal besar karena aku begitu marah dan curiga kepadamu. Aku pikir kamu ingin menyuapku untuk menyerahkan mas Rajesh kepadamu. Ternyata aku keliru. Karenanya,,, aku merasa sudah begitu jahat mengambil sejumlah itu darimu. Sekarang aku sudah punya mas Ferry yang sudah mapan hidupnya. Jadi ku rasa,,, sebaiknya ku kembalikan saja kepadamu." ucap Alyssa.

__ADS_1


"Alyssa,,, aku,,, aku benar benar,,,"


"Tolong terima, Zo. Jangan membuatku terus merasa bersalah dan merasa jahat kepadamu. Kamu orang baik seperti yang selalu mas Rajesh katakan. Dia banyak bercerita tentangmu." Alyssa tersenyum.


Zoya hanya menelan ludah. Entah kenapa hatinya kembali berdenyut nyeri. Mengingat kehidupan pernikahannya dengan Rajesh sekaligus berusaha keras memupus kembali cinta pertamanya itu.


Ya,,, Rajesh memang lelaki pertama yang menjadi suami sekaligus cinta pertamanya. Bagi Zoya, meski pernikahan mereka adalah hasil perjodohan dan perjanjian, tetap saja sebagai seorang istri, ia wajib mencintai suaminya itu. Meski akhirnya cinta itu tak pernah terbalas.


"Dia sangat menyesal untuk semua yang terjadi di antara kalian dulunya. Ia selalu berharap semoga waktu bisa diputar kembali. Ia ingin menjadi suami terbaik untukmu. Dia hidup hanya untukmu, Zo. Menunggu saat di mana tuhan akan berbaik hati kepadanya. Memberinya kesempatan memperbaiki kesalahannya terhadapmu dulu."


Alyssa setengah berbisik mengatakannya karena ia tau betul jika ucapannya ini bisa beresiko untuk hubungan Zoya dan Rodie mengingat mereka akan menikah.


"Dia memutuskan untuk tetap menunggumu, Zo. Memutuskan melajang hanya demi kamu. Dia tidak pernah putus harapan. Dia yakin kamulah jodohnya. Bahkan jika memang bukan jodoh dunia, bisa jadi jodoh akhirat." tambah Alyssa.


Zoya menunduk dan memainkan jari jemarinya. Memainkan amplop di tangannya. Jiwanya benar benar terusik dengan fakta tentang Rajesh ini. Selama ini ia sibuk berpikiran buruk kepada Rajesh. Tapi ternyata Rajesh malah hanya sibuk mencintainya.


Pandangan Zoya pun mengikuti arah pandang Alyssa. Ditatapnya baik baik sosok menawan yang sudah ia terima lamarannya itu. Sosok setia yang selalu sabar menunggunya bertahun tahun walau tanpa kejelasan darinya. Sosok yang beberapa waktu terakhir ini mulai sedikit demi sedikit menggeser posisi Rajesh di relung hati Zoya,meski sejujurnya belum sepenuhnya.


"Tidakkah kamu ingin memberi mas Rajesh kesempatan lagi, Zo? Hatinya begitu hancur karena perceraian kalian. Tapi jiwanya semakin membaik. Dia sudah bukan mas Rajesh yang kamu kenal dulu, Zo. Dia sudah berubah. Dia sudah bertobat. Bahkan dia bisa ku pastikan mampu menjadi imam yang baik untuk wanita mana pun, khususnya kamu. Tidak bisakah kamu kembali kepadanya?? " tanya Alyssa lagi membuat pandangan Zoya kini lurus ke arah Alyssa.


"Melihatmu menatap lelaki itu,,, membuatku yakin bahwa cintamu kepadanya tak seberapa besar dibanding kepada mas Rajesh. Kamu begitu shock mendengar kebenaran ini. Kamu mulai ragu kan, Zo??" desak Alyssa lagi karena Zoya tak kunjung menjawabnya.


"Maukah kamu membatalkan pernikahanmu dengannya dan kembali pada mas Rajesh?? Dia cintamu, Zo. Kalian juga saling mencintai. Kenapa juga dua insan yang saling mencintai harus tetap terpisah?? Benar kan Zo??"


Alyssa begitu bersikukuh membuat Zoya kembali pada Rajesh. Maklum saja karena Alyssa yang tau betul seperti apa hidup Rajesh selama ini. Bagaimana lelaki itu mencintai Zoya. Bagaimana usahanya agar hatinya tidak pernah terbagi. Melihat bagaimana baiknya seorang Rajesh membuat Alyssa yakin bahwa Rajesh layak dipertimbangkan.

__ADS_1


"Zo,,, ku mohon. Kembalilah pada mas Rajesh." pinta Alyssa.


Zoya tersenyum. Kemudian tatapannya beralih pada Rodie yang di saat yang sama juga menatapnya. Keduanya tersenyum meski senyuman Rodie terlihat tidak seperti biasanya. Lelaki itu tampak sedih meski bibirnya tersenyum.


"Kami akan menikah minggu depan. Di Hotel B. Datanglah bersama calon suamimu juga." ucap Zoya yang seketika membuat Alyssa lemas.


Jawaban itu cukup untuk menjawab semua pertanyaan dan permintaan Alyssa tadi. Alyssa jadi bersedih karenanya.


"Kalau sudah tidak ada lagi yang ingin kamu bicarakan, aku permisi dulu. Kami harus melanjutkan kegiatan kami." ucap Zoya.


Alyssa diam tak menjawab. Hanya tetap menunduk lesu. Merasa tidak berguna karena tak bisa membuat Zoya kembali pada Rajesh. Alyssa hanya ingin membalas budinya pada Rajesh dan ia tau betul bahwa tak ada lagi yang diinginkan Rajesh selain Zoya.


"Cek ini,,, aku terima. Tapi ku berikan kembali kepadamu sebagai hadiah pernikahan kalian dariku. Terimalah. Jangan dikembalikan lagi." ucap Zoya kemudian membuat Alyssa tak mampu berkata kata lagi.


Dalam hatinya ia sibuk merutuki takdir tuhan untuk Zoya dan Rajesh. Dua insan yang saling mencintai tapi tak bisa bersama. Alyssa bahkan tetap diam di tempatnya menatap punggung Zoya yang semakin menjauhinya.


"Sudah?" tanya Rodie begitu Zoya mendekatinya.


"Sudah. Ayo kita pergi. Masih banyak tempat lain yang harus kita kunjungi bukan?" tanya Zoya mengingatkan Rodie bahwa mereka hari ini juga harus fitting baju pengantin mereka juga.


Rodie mengangguk lalu menyempatkan diri berpamitan dengan Ferry yang tampaknya sudah paham apa hasil perbincangan Alyssa dan Zoya karena melihat Alyssa yang begitu sedih di tempatnya berada saat ini.


...\=\=\=\=\=...


...Author mau kerja di dunia nyata dulu. Jangan cari author 😆...

__ADS_1


...With love, ...


...Author....


__ADS_2