Aku Menyesal Membuangmu

Aku Menyesal Membuangmu
Lampu Ijo


__ADS_3

...🌸POV RAJESH🌸...


"Kita sholat sunah dulu yuk."


Ku ajak makmumku itu sholat sebenarnya juga sebagai trik mengatasi situasi yang mendadak canggung setelah kami ditinggal hanya berduaan di ruangan yang telah di setting sedemikian rupa oleh tangan tangan yang disewa oleh mama Karin. Kami malah sempat heran melihat kamar yang memang semula ditempati oleh Zoya tau tau sudah bertemakan kamar pengantin karena tadi sebelum kami resmi menjadi suami istri, kamar istriku ini masih tanpa dekorasi.


"Iya mas."


Suara lembut itu padahal sudah sering ku dengar hampir tiap hari tapi entah kenapa malam ini terdengar lebih lembut dan apa ya namanya,,,, menggairahkan hehehe,,,


Ini asli akibat suasana romantis yang tercipta di kamar ini hingga merayu pikiran pikiran kotorku untuk berdesakan keluar. Sebenarnya sih sudah sah sah saja kalau aku mau menerkamnya saat ini juga. Tapi kan,,,, ini pertama baginya.


Harus ku perlakukan lembut selembut lembutnya agar tak sampai menyakitinya atau menimbulkan trauma. Kalau dia sampai trauma kan aku juga yang kelabakan guys hahaha,,,


"Kalau nanti ada salah atau kurang berkenan selama mas jadi imam sholatmu,,, bilang ya sayang. Biar lain kali mas perbaiki. Maklum mas tidak banyak ilmu agama." ujarku merendah.


"Iya mas. Kita sama sama belajar ya." Istriku tersenyum begitu manis membuatku makin gemas dan tak sabar saja.


Hufftt,,, tahan Jesh,,, tahan dulu.


Melakukan penyatuan secara keseluruhan, bagaimana pun juga bukan pertama kalinya bagiku. Aku pernah melakukannya bersama Nadine. Tapi dulu tidak secanggung ini, tidak semendebarkan ini. Nadine bukan perawan dan juga seingatku malah dia yang mengambil kendali atas malam pertama kami dulu.


Hmm,,, di mana wanita itu sekarang berada? Aku sama sekali tak pernah mendengar kabarnya. Begitu pula juga papa Gunawan. Masih sehatkah beliau?


Ah,,, sudahlah. Jangan memikirkan makhluk makhluk dari masa lalu lagi. Fokus ke makhluk cantik di depanku yang terlihat semakin cantik dengan mukena menutupi tubuhnya itu.


"Sudah siap sayang?"


"Sudah mas." jawabnya.


Tak mau menunda nunda inti sari daripada kewajibanku malam ini,maka mulai ku dirikan sholat sunah 2 rakaat yang ku pimpin. Rasanya Mashaallah banget!!! Ini pertama kalinya aku berdiri di depannya sebagai imam sholatnya.


Ku fokuskan diri ini menghadap satu satunya Dzat yang telah melimpahkan seluruh kebahagiaan kepadaku. Di akhir rakaat dan salam, ku cakupkan kedua tangan ini dengan meletakkan diri ini serendah rendahnya di hadapanNYA.

__ADS_1


"Ya Rabb,,, terima kasih. Ribuan terima kasih ku haturkan kepadaMU untuk semua rasa ini. Terima kasih telah mengabulkan doa doaku selama ini. Terima kasih telah membukakan jalan untukku dan istriku bersatu kembali setelah sekian lama kami terpisah. Tuntunlah jalan kami menuju surgaMU. Bantu kami menjadikan pernikahan kami ini sebagai pernikahan terakhir yang sakinah, mawaddah dan warohmah."


"Aamiin."


Baik aku dan Zoya, kami mengucapkannya hampir bersamaan. Ku geser posisi dudukku yang semula membelakanginya kini menjadi menghadap dirinya. Zoya meminta tanganku untuk diciumnya. Mashaallah,,, nikmat mana lagi yang bisa ku dustakan??


"Kamu cantik sayang." bibir ini tak bisa lagi untuk tidak memujinya.


"Terima kasih mas." kedua pipi istriku bersemu merah menandakan ia malu malu kucing.


Aku yakin dirinya juga sibuk meredakan rasa canggung karena malam ini adalah malam pertama kami sebagai suami istri. Aku yang sudah pengalaman saja masih bisa canggung apalagi dirinya?


Ku angkat dengan lembut dagunya agar aku bisa melihat kembali wajah cantik yang semula menunduk malu. Kini wajah itu menatapku dengan dua bola mata yang selalu tampak indah di mataku.


Perlahan ku dekatkan wajahku padanya. Zoya ku memejamkan mata indahnya membuatku sedikit merasa terganggu karena dua bola mata indah itu menghilang dari pandanganku. Namun itu hanya sesaat saja karena kini mataku malah tertuju pada bibir ranum itu.


Bibir yang ku yakin belum pernah ada yang menyentuh atau mencicipi kelembutannya. Ingin rasanya segera ku lahap namun sekali lagi aku ingat bahwa aku tak ingin memperlakukannya kasar. Aku ingin ia merasakan kelembutan paling lembut di dunia ini hanya dariku.


"Ayo, kita pindah ke atas." ajakku sembari menunjuk ke arah peraduan yang telah berhiaskan bunga mawar merah dibentuk hati.


Zoya mengangguk pasrah. Ku bimbing dirinya dan ku dudukkan di tepian ranjang yang akan menjadi saksi di mana dua hati yang saling mencinta ini akan bersatu. Bisa ku rasakan tangannya begitu dingin. Istriku itu pasti grogi sekali.


Tidak apa apa sayang,,, akan kuberikan kehangatan sesungguhnya untukmu.


"Tunggu sebentar ya." ucapku sembari menanggalkan kopiahku dan menuju ke meja untuk mengambilkan segelas air putih untuk Zoya.


Zoya menerimanya dan meminumnya perlahan. Sepertinya ia sudah paham maksud dari air yang ku berikan itu. Selain itu adalah salah satu sunah sebelum menggauli istri,,, sebenarnya kalau dipikir pikir air putih juga bisa menenangkan dirinya yang pasti canggung.


Selesai minum, ku sentuh kepalanya dan ku bacakan doa. Zoya hanya pasrah dan memejamkan mata indahnya. Aku lantas duduk di sebelahnya. Ku genggam tangan dinginnya.


"Sayang,,, apa kamu siap? Apa kamu ingin menundanya dulu?" tanyaku sebelum benar benar ku lakukan tugasku.


"Jangan membuatku menjadi istri durhaka malam ini mas. Aku siap. Lakukan saja." ujarnya dengan senyum termanis.

__ADS_1


"Apa kamu ikhlas sayang?" kembali ku pastikan.


"Aku ikhlas lahir batin mas. Lakukanlah." Zoya membuka mukena yang masih dipakainya.


Yesss,,, Lampu ijo!!! Mashaallah,,,!!!


"Terima kasih sayang. Akan ku lakukan sebaik mungkin sayang." Aku tersenyum menang.


Zoya mengangguk mengiyakan. Segera ku bawa dirinya dalam dekapanku. Tak memberi satu inch pun ruangan antara kami tercipta. Sudah sangat lama ku dambakan dirinya menjadi istriku kembali setelah sekian lama jalan kami terpisah. Rasanya masih percaya tak percaya bahwa dirinya kini telah kembali sah menjadi istriku.


Mengingat itu membuatku menitikkan airmata.


"Kenapa menangis mas?" tanyanya dengan tangannya bergerak lembut mengusap airmataku.


Aku hanya menggeleng perlahan. Ku dekatkan wajahku. Kembali ku cium keningnya, lalu kedua matanya yang terpejam, hidungnya, pipinya lalu,,,, bibirnya. Bisa kurasakan sedikit penolakan dari tubuhnya yang tersentak namun kemudian istriku bisa menyesuaikan diri. Ia membiarkanku menikmati bibir ranumnya itu.


Hanya mencium bibirnya saja sudah mampu membuat hasrat dalam diri yang telah lama terpendam kini kembali menguar. Menantang diri menjadi lelaki perkasa malam ini hanya untuk istri tercintaku.


Puas bermain dengan bibir indah itu,,, perlahan ku turunkan wajahku dan ku daratkan di ceruk lehernya yang wangi. Sampai di sana, Zoya atau Indah-ku,, mencengkeram tanganku. Sedikit suara mendesah keluar dari bibir indahnya.


"Masss,,,"


"Ikuti saja sayang, jangan ditahan." bisikku sembari tetap menciumi leher jenjangnya.


Sedikit ku dorong tubuhnya hingga kami berdua terbaring,,,, lalu,,,,


...Tiiiiittttt takut kena sensor,,, Udahan ya sampai di sini saja part malam pertama mereka. Selanjutnya silahkan bayangkan reka adegannya sendiri wkwkwk author tak sanggup takut pengen wkwkwk...


...\=\=\=\=\=\=...


...With love, ...


...Author....

__ADS_1


__ADS_2