Aku Menyesal Membuangmu

Aku Menyesal Membuangmu
Hantu


__ADS_3

Langit malam yang begitu indah berhiaskan taburan bintang membuat hati siapa pun di dunia ini pasti merasa bahagia. Kecuali Rajesh,,,


Rajesh terduduk di antara dinginnya malam yang menusuk kulitnya. Rumah petak yang disewanya ini bukanlah rumah berdinding bata sepenuhnya melainkan setengah badan saja di bagian bawah lalu bagian atasnya adalah masih berdinding kayu.


Rumah yang terletak di pinggiran sebuah kota kecil yang masih banyak dikelilingi oleh persawahan membuat sirkulasi udara memang masih sangat bagus dan kencang. Karenanya, udara malam yang dingin masih sangat terasa.


"Jesh,,," panggil mama Rina dengan nada memelasnya.


"Mama belum tidur?" Rajesh menoleh.


"Mama nggak bisa tidur." sahut mama Rina lalu menjatuhkan dirinya tepat di sebelah Rajesh.


"Ada apa ma? Mama lapar?" tanya Rajesh dijawab dengan gelengan kepala mama Rina.


Mama Rina meletakkan kepalanya di bahu sang putra yang rasanya kini tak lagi sekuat dulu. Tubuh yang dulunya kekar terawat kini terlihat ringkih. Jarang makan juga menjadi salah satu faktor utama Rajesh kehilangan cukup banyak berat badannya.


"Tiba tiba mama merasa banyak dosa, Jesh. Terutama sama Indah dan mendiang kakekmu. Mama merasa jadi manusia yang tidak tau diri. Sudah dirawat, dibesarkan oleh kakekmu tapi malah mama menginginkan lebih. Dan Indah,,, ahrrgghh,,, entah apa salah anak itu sampai mama tega menyakitinya selama ini." lirih mama Rina.


"Manusia kan memang tempatnya salah dan dosa ma. Itu sudah hakikatnya. Bagus kalau mama menyadarinya. Dan akan lebih bagus kalau mama berusaha menebusnya."


"Tapi bagaimana caranya? Meminta maaf pada Indah?? Dia di mana saat ini pun mama tidak tau.Dan kalau pun kamu tau,,, apa dia mau memaafkan mama?? Pastinya nggak kan??" mama Rina pesimis.


Rajesh hanya diam tak mampu menjawab karena dirinya sendiri juga hingga detik ini merasa belum dapat pengampunan dari sang istri dalam status buku nikahnya. Istri yang entah masih ingat padanya atau tidak? Istri yang bahkan belum pernah diberinya nafkah lahir dan batin.


Masih sah kah pernikahan mereka jika seperti itu? Masih halalkah hubungan keduanya?? Rajesh tidak tau.


"Jesh,,, jangan diam saja. Katakan sesuatu." pinta mama Rina.


"Rajesh bingung mau bicara apa ma. Rajesh juga merasa banyak dosa sama Indah. Setiap hari Rajesh selalu merasa bahwa apa yang menimpa kita ini adalah karma. Karma karena telah menyia nyiakan seorang anak gadis yang lemah dan sebenarnya juga seorang gadis tanpa ayah." gumam Rajesh.


"Jadi benar Jesh? Indah itu adik kandung sahabatmu itu?"

__ADS_1


Rajesh mengangguk yakin. Lalu kembali menunduk. Bulir bulir bening tampak berjatuhan membasahi celananya.


"Maafin mama ya Jesh."


Mama Rina jadi ikut menangis. Hatinya terasa perih melihat putra tercinta semakin terpuruk hidupnya. Dan itu juga karena campur tangannya juga.


Rajesh memang menangis untuk sesaat dengan sesak di dada yang semakin terasa menyakitkan. Namun kemudian ia mengusap airmatanya. Menguatkan kembali dirinya karena saat ini tidak ada yang bisa menguatkannya selain dirinya sendiri.


Mama Rina mengangkat kepalanya dari bahu Rajesh. Pandangan nanar ke depan menembus gelapnya malam dan jalanan yang tak terlalu banyak orang berlalu lalang. Kawasan ini memang tidak cukup ramai saat malam menjelang. Apalagi sejak ada Rumor yang beredar di kalangan masyarakatnya akan adanya hantu sejak salah seorang warga meninggal secara tidak wajar juga menjadi pemicu semakin sepinya tempat itu.


"Seandainya saja Indah mau memaafkanmu, apa kamu akan tetap melanjutkan pernikahan kalian?" tanya mama Rina.


"Ma,,, jangan terlalu jauh mengkhayal. Rajesh terlalu malu untuk membayangkan keindahan seperti itu mengingat semua yang sudah kita lakukan padanya. Bisa mendapat maafnya saja sudah cukup bagi Rajesh."


"Mama kan cuma tanya,Jesh. Cuma ingin tau apa rencanamu selanjutnya." kilah mama Rina.


"Rajesh cuma punya rencana untuk memperbaiki diri dan iman ma. Sudah terlalu lama kita jauh dariNYA bukan? Mama mau sama sama Rajesh bertaubat?" tanya Rajesh membuat pandangan mama Rina seketika terarah kepadanya.


"Mama mau kan?" tanya Rajesh lagi.


"Apa masih pantas? Apa diterima?" tanya mama Rina ragu ragu.


"Ma,,, Tuhan kita itu Maha Pengampun. Tuhan kita bahkan senang kalau ada hambaNYA kembali merangkul. Tak peduli seberapa besar dan berat dosa yang dipikulnya,,, Tuhan selalu menyambut ma." Rajesh meyakinkan.


"Entahlah Jesh. Mama masih ragu,,,"


Rajesh tak memaksa lagi. Bagaimana pun, sebaik baiknya orang yang bertaubat adalah yang bertaubat akan kesadaran dan kehendak sendiri. Bukan yang dipaksa atau yang masih ragu. Rajesh hanya bisa berdoa untuk sang mama supaya HidayahNYA cepat sampai pada mama Rina.


"Ya sudah. Ini sudah malam. Mama tidur dulu sana. Rajesh masih ingin di sini sendiri." ujar Rajesh.


"Mama nggak mau sendirian Jesh. Takut. Nanti didatangi arwahnya si itu lagi." ucap mama Rina sambil bergidik ngeri.

__ADS_1


"Mama,,, jangan percaya begituan. Cukup percaya sama Tuhan. Lagipula, kita itu lebih mulai daripada makhluk makhluk seperti itu ma. Tidak usah takut." Rajesh menasehati.


"Ah kamu ini. Kalau sudah takut ya takut, Jesh. Udah ah temenin mama di dalam. Kamu juga harus ngantor kan besok pagi. Jadi jangan begadang. Ayo!!" mama Rina menarik tangan Rajesh dengan segera.


Mau tidak mau Rajesh pun menurut daripada ribut dengan sang mama. Rajesh maklum saja kalau mama Rina sangat ketakutan mengingat tetangga sebelah mereka pas mengaku pernah didatangi hantu si tetangga.


Ketika akan menutup pintu rumah, mata Rajesh menangkap sebuah bayangan hitam. Berjalan terseok seok dengan langkah yang berat di jalanan depan rumah mereka. Lampu penerangan yang minim membuat Rajesh tidak bisa melihat jelas siapa sosok itu.


"Siapa di sana??" tanya Rajesh membuat mama Rina terkejut.


"Siapa Jesh??" tanyanya sambil matanya berusaha mencari cari.


"Itu ma. Sepertinya ada orang di depan rumah tapi gelap sekali. Biar Rajesh lihat dulu ke sana ma."


"Jangaaannn!!! Itu pasti hantunya si ituuu hiiii amit amit. Kenal juga nggak, kenapa sih datang ke sini???" Mama Rina langsung ketakutan dan melarang keras Rajesh meninggalkannya.


"Tapi ma,,,"


"Masuk Jesh. Biarkan saja. Daripada kamu dan mama celaka. Udah masuk. Tutup pintu dan kunci. Malam ini mama mau tidur sama kamu saja. Mama takut." perintah mama Rina tanpa bisa dibantah lagi.


Rajesh masih bisa melihat Sosok hitam itu terlihat menggerak gerakkan tangannya seperti ingin memanggil. Terlihat sangat lemah. Dan sebelum Rajesh benar benar menutup pintu, sosok itu pun terjatuh. Rajesh segera urung menutup pintu dan berlari menuju sosok yang ia yakini bukanlah hantu.


"Rajesshhh!!! Mau kemana??? Biarkan saja!! Dasar hantu gendeng. Udah jadi hantu kok masih bisa jatuh juga sih?? Merepotkan sekali." gerutu mama Rina.


...\=\=\=\=\=\=...


...Hantu mana tuh yang kesleo??? 😀...


...With love, ...


...Author....

__ADS_1


__ADS_2