Aku Menyesal Membuangmu

Aku Menyesal Membuangmu
Disambut Hangat


__ADS_3

"Ayo masuk mas. Kakak udah nunggu di dalam." ujar Zoya.


Rajesh mengangguk mengiyakan. Dan kemudian dengan langkah mantapnya meski masih tetap hatinya dag dig dug tak karuan. Rajesh seolah baru merasakan bagaimana tegangnya jika akan melamar anak gadis orang.


Dulu saat ia dinikahkan dengan Zoya, mana dia tau rasanya lamaran atau apalah itu rentetan orang mau menikah. Sudah mau menikahi Zoya saat itu saja sudah bagus.


Sekarang baru ia tau rasa yang sebenarnya,,, pokoknya nanooo nanooo,,,


"Assalamu'alaikum." Tetap dengan sopan Rajesh mengucap salam, berbeda dengan dulu yang main nyelonong masuk.


"Wa'alaikumsalam. Masuk nak." Karin menyambut ditemani mbok Rati.


"Si mbok,,, Apa kabar?" serta merta Rajesh sungkem pada mbok Rati membuat wanita tambun itu sedikit terkejut tapi dengan segera bisa bersikap biasa mengingat cerita tentang perubahan tabiat Rajesh.


Dulu mana pernah anak mantan majikannya itu sampai sungkem begini?


"Si mbok sehat, den. Den Rajesh bagaimana? Nyonya juga apa kabar?" mbok Rati menghindari menanyakan tentang yang lainnya karena juga sudah tau bahwa mantan majikannya itu tak lagi bersama.


"Alhamdulillah sehat juga mbok. Main main ke sana mbok. Mama pasti senang ketemu mbok." ujar Rajesh.


"Eh lha piye mau kemana kalau nggak ada yang jemput wong si mbok nggak tau di mana rumah e den Rajesh sekarang." mbok Rati terkekeh.


"Gampang itu, kapan kapan Rajesh jemput ya mbok. Apa boleh tante?" kini Rajesh meminta ijin pada Karin selaku yang bertanggung jawab atas diri mbok Rati.


"Boleh, tentu saja boleh. Mbok Rati juga butuh jalan jalan biar nggak bosen lihat saya saja tiap hari." ujar Karin.


"Ah cah ayu ini. Mana ada si mbok bosan? Yang ada malah kangen kalau jauh dari cah ayu." mbok Rati memeluk Karin dengan sayangnya.


"Wah wah wah,,, sepertinya ada tamu istimewa ini ya. Pantas sedari tadi ada yang bahagia nih. Senyum senyum mulu,,, Karena ada lo aja tuh bro dia begitu. Biasanya manyun aja,,," Delvara yang muncul bersama istrinya, langsung saja menggoda Zoya.


"Kakaaakk,, ish,,," sungut Zoya dengan wajah merah karena malunya.


"Yeee malu malu kucing dianya." Delvara memang paling suka menggoda adiknya.

__ADS_1


"Kakaaakkk,,, udah ah, Zoya masuk saja dulu mau siapin makanan. Mas,,, aku ke dalam dulu ya. Kamu silahkan duduk dulu dan tolong jangan dengarin semua cerita kak Del tentang aku. Aku jamin dia melebih lebihkan." ujar Zoya meyakinkan.


"Hahahah,,, takut galaumu selama ini kakak bongkar ya??" Delvara tertawa saja melihat sang adik makin merengut sambil berjalan ke dapur.


"Hai bro,,, Hai Maria." sapa Rajesh pada kedua pasangan itu setelah Zoya menghilang di balik dinding.


"Gue senang lo datang. Adik gue langsung semangat." Delvara menepuk lengan Rajesh.


Rajesh hanya tersenyum tak berani banyak berjanji yang muluk muluk. Ia hanya ingin menunjukkan saja besarnya cintanya pada Zoya, bukan hanya sekedar janji janji belaka.


Kemudian mereka terlibat obrolan santai sambil menunggu Zoya selesai menyiapkan semua makanannya. Rajesh merasakan sambutan hangat atas kedatangannya di rumah ini. Selama ini hubungannya dengan Delvara memang membaik tapi ini kali pertama ia datang. Sebelumnya hanya bertemu di luar saja.


Zoya sendiri masih sibuk keluar masuk dapur membawa semua makanan untuk makan siang mereka.


"Lihat tuh, senyum senyum terus adek gue." Delvara menyikut Rajesh yang duduk di sampingnya karena melihat Zoya yang sedari tadi memang terus saja mengulum senyum sembari menyiapkan semua hidangan di meja.


"Baguslah kalau begitu nak. Tandanya adikmu bahagia." sahut Karin.


"Tuh ma saking bahagianya,,, ngundang satu orang aja masaknya banyak banget udah kayak orang mau hajatan. Saking semangatnya masakin lo tuh bro,,," lagi lagi Delvara menggoda Zoya dengan sengaja mengeraskan suaranya agar Zoya bisa mendengarnya dari ruang makan yang memang terlihat dari tempat di mana mereka duduk ngobrol.


"Jangan digoda terus bro,,, Kasihani gue. Nanti gue makin jatuh cinta sama adek lo yang kalau lagi ngambek ternyata makin cantik."


Bukannya membuat Delvara berhenti menggoda adiknya, Rajesh malah ikutan menggoda seperti itu.


"Masss,,," pekik Zoya malu.


"Cie cie,,, yang udah mulai buka bukaan ngomongin perasaan. Dek,,, dipuji cantik nih sama pujaan hatimu,,,, Cie cie,,,," Makin Delvara senang menggoda Zoya.


"Ah kakak,,, mas Rajesh juga ih,,, Sebal deh sama kalian." sungut Zoya manja.


"Jangan manja manja begitu, Indah. Nanti aku nggak sabar lho nunggunya,,, Nanti aku culik juga kamu kayak Rahwana nyulik Dewi Shinta,,," goda Rajesh.


"Boleh nggak mas Rajesh jadi Rama saja?? Aku akan dengan senang hati, minta mas culik."

__ADS_1


Lelah digoda, Zoya pun balik menggoda. Membuat seisi ruangan itu jadi tergelak sekaligus senang melihat perubahan dan keceriaan dalam diri Zoya. Melihatnya sudah mau membuka hati dan terang terangan dengan perasaannya, semua anggota keluarga pun merasa lega.


"Dewi Shintanya kok banyak maunya?? Ayo sana,,, ambil sisa hidangannya dulu. Kapan mau mulai makan kalau Rama dan Shinta saling menggoda terus ini? Mama sudah lapar lho,, Nanti kalau kalian sudah sah, boleh lanjut saling goda seumur hidup kok." celetuk Karin membuat pipi Zoya kembali bersemu merah.


"Iya ma." Zoya segera kembali bergegas ke belakang.


Bukan tidak punya asisten rumah tangga yang bisa membantunya, tapi memang Zoya meminta untuk tidak dibantu. Katanya cukup nanti urusan cuci piring saja, asisten rumah mereka boleh bantu. Mbok Rati sama sekali tidak membantah dan malah memberi tahu teman kerjanya di rumah itu untuk nurut saja apa kata Zoya karena itu memang sudah jadi kebiasaannya sejak dulu.


"Maaf tante,,," Rajesh jadi merasa tidak enak pada Karin.


"Tidak apa apa. Nanti kan kalian masih bisa ngobrol ngobrol lagi setelah makan. Oh ya,, panggil mama saja. Jangan tante. Kamu kan juga pernah menjadi menantu mama. Biasakan saja dirimu." pinta Karin.


"Ii,, iya tan,,, eh ma. Iya ma." Rajesh jadi gugup diterima dengan tangan terbuka begitu oleh seorang ibu yang putrinya telah banyak ia lukai perasaannya.


Dan semua kehangatan yang ia dapatkan kini, membuat ia makin merasa bertanggung jawab untuk membuat keluarga ini bahagia. Tidak lagi berduka karena ulahnya seperti dulu.


"Sebentar lagi juga akan jadi menantu mama lagi. Setelah semua urusan Zoya dengan Rodie selesai." Zoya muncul dan menegaskan hubungan keduanya yang memang sudah terjalin kembali belum ada sejam yang lalu.


"Benarkah nak?" tanya Karin dengan mata berkaca kaca.


"Hanya dengan restu mama dan kalian semuanya." Rajesh mengangguk sopan.


"Tentu nak. Tentu mama merestui. Mama tau betul siapa yang dicintai putri mama. Dan mama turut bahagia jika putri mama telah menemukan cintanya kembali." tak urung jua tangis Karin pun pecah.


"Terima kasih ma atas kesempatan kedua yang mama berikan padaku. Aku tidak mau banyak janji ma, aku hanya akan terus berusaha keras membuktikan pada mama dan semuanya bahwa aku bukan Rajesh yang dulu begitu bodoh telah menyia nyiakan bidadari ini." ujar Rajesh sambil matanya kini tertuju pada Zoya.


"Mas,,," mata Zoya pun berkaca kaca.


"Selamat dek,,, Selamat bro,,, jangan lupa, ada orang lain yang tak kalah bahagia daripada mama atas kebahagiaan kalian ini. Aku sangat bahagia untuk kalian berdua."


Delvara pun ikut terharu lantas mendekati keduanya dan memeluk mereka.


...\=\=\=\=\=\=\=...

__ADS_1


...With love, ...


...Author....


__ADS_2