
"Kalian????,,,, Serius???"
Mata Zoya membulat membaca sepucuk undangan yang diberikan oleh Rodie yang setelah sekian lama tinggal di Singapura dan baru hari ini kembali ke tanah air bersama Angie.
"Iya. Kami serius." jawab Rodie.
Lelaki itu makin tampak sehat. Badannya juga mulai terlihat berisi dan bisa mengingatkan Zoya pada penampilan lelaki itu sebelum ia jatuh sakit. Rodie telah dinyatakan sembuh 90%. Tinggal perlu sedikit terapi ringan untuk benar benar memulihkan kondisinya.
"Benar itu Angie??" Zoya masih tak percaya dan kini ia menuntut jawaban dari Angie, perempuan yang dia ketahui sebagai janda sahabat Rodie dan kini malah namanya ada di undangan itu.
"Iya Zo,,, benar. Kami akan menikah. Kami sengaja datang kesini menemui kalian untuk meminta doa restu dan secara pribadi menyampaikan undangan itu." jawab Angie mantap sembari bibirnya terus mengulas senyum.
Mata Zoya mulai berkedip kedip. Pandangannya mengabur. Dan detik berikutnya bulir bulir bening miliknya jatuh tak tertahan.
"Hiks,,, hiks,,," Zoya pun tergugu.
"Maklumi bumil satu ini ya. Memang sejak hamil dia gampang sekali menangis." Rajesh yang sedar' tadi duduk mendampingi Zoya pun membawa sang istri dalam dekapannya.
"Huhuhuhu,,,," tangis Zoya makin keras saja.
"Zo,,, apa keputusan kami menyakitimu?" Angie merasa tidak enak.
"Tidak. Tentu saja tidak. Aku menangis karena bahagia. Dari dulu aku berdoa agar Rodie dapat penggantiku yang jauh lebih baik. Tiap hari aku selipkan doa untuknya agar dia segera menemukan jodohnya. Aku pun hampir putus asa karena doaku itu tak kunjung terkabul. Akhirnya hari ini,,,, terkabul juga. Aku lelah berdoa untukmu Rodie. Kamu keterlaluan kepadaku. Kalau tau dari dulu jodohmu itu Angie,,, kenapa harus jauh jauh datang padaku dulu???!!!"
Mood swing bumil pun muncul. Dari sedih lalu bahagia dan sekarang marah. Hanya saja semua yang mendengarkan di ruangan itu melongo sejenak lantas tertawa bersamaan. Bumil itu terlihat begitu lucu saat mengomel tak tentu arah begitu.
"Kalian kenapa ketawa??? Apanya yang lucu sih?? Kamu juga mas!!!"
"Aww,,, ampun sayang." Rajesh yang mendapat cubitan maut sang istri pun mengaduh.
"Pokoknya aku nggak mau tau. Pas mereka menikah nanti, aku mau kamu antar aku ke Singapura mas." sungut Zoya.
__ADS_1
"Sayangku,,, bumilku,,, manjaku,,, bukan mas nggak mau. Hanya saja,,,,"
"Apa???" belum selesai Rajesh bicara si bumil sudah nyolot saja dengan matanya yang membulat sempurna.
"Itu kan bulan di mana kamu tidak boleh bepergian jauh sayang. Itu bulan dimana salah satu harinya adalah HPL kamu sayang. Jadi kita sangat tidak mungkin diperbolehkan terbang ke Singapura oleh dokter." dengan pelan Rajesh memberi penjelasan.
"Huaaaa,,,, kamu jahat mas!! Dokter kandungan itu juga!! Jahat semua kalian." Zoya kembali mengomel membuat Rajesh pun tepuk jidat.
Kesabarannya sebagai suami dan calon ayah benar benar diuji dalam masa kehamilan Zoya ini. Zoya yang biasanya mandiri menjadi begitu manja. Yang biasanya lembut juga sekarang mudah marah. Yang biasanya begitu tegar sekarang jadi cengeng. Tapi Rajesh menikmati semua itu dengan penuh rasa syukur. Bukankah ia begitu lama mendambakan hal hal semacam ini??
"Kalian sengaja kan menikah di bulan itu biar aku nggak bisa hadir?? Kalian juga sengaja biar gak usah datang saat aku lahiran kan?? Kamu dendam kan sama aku Rodie???" kini tudingan itu pun jatuh pada Rodie.
Rodie hanya menahan tawanya. Hampir meledak namun ia berhasil menahannya. Gemas sekali rasanya melihat tingkah wanita yang kini tak mampu menggeser posisi Angie di hatinya.
"Tuh kan kamu senyum senyum aja. Jahat!!!" Zoya menghambur kembali ke pelukan Rajesh.
"Cup cup cup,,," Rajesh menepuk nepuk punggung wanita kesayangannya itu.
"Maaf ya kalau berita bahagia yang kalian bawa ini malah berujung drama begini. Percayalah,,, dia sangat bahagia mendapat berita ini. Bahkan aku juga sangat bahagia untuk kalian. Apa yang dikatakannya tadi tidaklah bohong,, tiap hari kami sempatkan untuk berdoa untukmu kalian. Dan akhirnya Tuhan menjawab doa doa kami. Congrats,,, Semoga acaranya nanti berjalan lancar. Maaf jika kami tidak bisa hadir tapi yakinlah,,, doa kami menyertai kalian."
"Apa dia??" tanya Rodie yang tak percaya Zoya malah tertidur.
Rajesh hanya mengedip mengiyakan membuat Rodie auto menutup mulutnya yang sudah hampir ngakak saja. Angie pun menyikutnya agar tak tertawa.
"Awas saja kalau besok lo kayak gitu pas hamil anak gue." bisik Rodie.
"Isshh,,, belum belum lo udah nunjukin sikap gak siaga!!" Angie merengut membuat Rodie terkikik geli.
"Kalian ini,,, udah mau menikah masih saja lo gue lo gue. Nggak ada romantis romantisnya." Rajesh heran.
"Ini cerita cinta versi kita bro,,, kalau versi lo kan drama bumil hehehe,,," jawab Rodie masih cengengesan saja.
__ADS_1
"Hehehe,,, tak apalah. Kita buat cerita kita masing masing. Biar beda dong."
Kembali semuanya tertawa namun segera menahannya agar tak terlalu keras takut membangunkan si bumil yang sebentar lagi lahiran itu.
Suasana bahagia dan haru setelah penderitaan panjang akhirnya bisa tercipta. Semua menemukan kebahagiaannya. Semua menemukan jodoh dan cinta sejatinya.
"Cepat nyusul Angie." pesan Rajesh ketika Rodie dan Angie pun pamit pulang ke hotel tempat mereka menginap.
"Nyusul kemana??" tanya Angie bingung.
Rajesh pun mengelus elus perut buncit Zoya memberi kode kepada Angie.
"Oh,,, gampang. Serahin ke gue untuk cepat membuat dia melendung perutnya." dengan sigap Rodie mengajukan diri.
"Ish,,," wajah Angie merona seketika.
"Ah udah kayak pipi anak perawan saja tuh pipi lo,,," goda Rodie gemas sambil mencomot pipi Angie.
"Auuu sakit tauuu,,," pekik Angie.
"Huuussstttt."
Seketika semua diam mendengar Rajesh memberi isyarat diam seperti itu. Tak mau membangunkan si bumil manja daripada akan ada drama lainnya. Segera mereka memilih pamit undur diri saja.
"Berbahagialah,,," pesan Rajesh dijawab dengan acungan jempol Rodie.
Kedua calon pengantin itu pun meninggalkan rumah yang pernah ditempati mereka saat Rodie masih sakit dulu. Rumah yang pernah menciptakan sejuta tangis dalam diam di hati Rodie namun kini tidak lagi.
Hanya akan ada tawa bahagia ke depannya. Tak boleh ada tangis lagi. Sudah cukup aku dan Angie menangisi orang yang pernah kami sayangi,,, sekarang biarkan kami bahagia tuhan,,, ~~~ Rodie
...~THE END~...
__ADS_1
...Mohon maaf kalau Author kecepatan mengakhiri cerita ini. Tapi author benar benar sedang tidak bisa menulis dulu sampai September. Banyak sekali kesibukan di dunia nyata 🤧 ...
...Will see you in the next novel ya sayang sayangku. Terima kasih untuk semua support buat author selama ini 🙏❤️🌸...