Aku Menyesal Membuangmu

Aku Menyesal Membuangmu
Bangun Indah!


__ADS_3

"Indah tunggu!!"


Indah menghentikan larinya ketika lagi lagi suara Delvara terdengar memanggilnya. Sedari tadi lelaki itu berusaha mengejarnya. Dan entah kenapa kali ini Indah ingin berhenti.


Sreetttt,,, Delvara langsung merangkul tubuh ringkih Indah dari belakang.


"Berhenti. Jangan berlari lagi. Jika kamu butuh seseorang saat ini,,,ada aku di sini Zoya." bisiknya lirih.


Meski terkejut, namun Indah tak kuasa menolak atau meronta meski ia tau ini salah. Statusnya sebagai istri tidak membenarkan ia berdiam diri dalam dekapan lelaki yang bukan suaminya. Namun hatinya yang begitu menghangat oleh dekapan Delvara, melarangnya untuk melepaskan diri.


Tinggallah airmata satu satunya yang tak bisa dikontrol. Semua berjatuhan seperti tak ada habisnya. Indah menangis sepuasnya seolah ingin melepas semua sakit hati dan deritanya selama ini.


"Kenapa lelaki ini membuatku begitu nyaman dan merasa terlindungi?? Kenapa dekapannya begitu hangat? Kenapa rasanya aku seperti pulang ke rumah setelah perjalanan panjang nan melelahkan? Kenapa rasanya aku begitu dekat dengannya? Dan kenapa lelaki ini terus memanggilku Zoya??" batinnya.


Tangisnya makin menjadi dalam pelukan Delvara. Bahkan saat Delvara memutar tubuhnya. Tanpa malu dan tanpa bisa ditahan lagi, Indah merangsek masuk dan menumpahkan semua deritanya di dada bidang Delvara. Ia bahkan mengeratkan pelukan tangannya yang melingkar di pinggang Delvara.


Di sana Indah terisak isak. Delvara begitu sabar dan mengusap puncak kepalanya dengan lembut.


"Luapkan semuanya. Nggak apa apa. Siapa tau dengan begini, hatimu kembali membaik." lirih Delvara yang hanya disambut dengan anggukan kepala Indah.


Indah terus menangis terisak isak. Dadanya jadi terasa sesak akibat terlalu banyak menangis. Pandangannya juga mengabur karena banyaknya airmata yang menggenang dalam kelopak matanya.


"Jadi begini kelakuan kalian?? Berpelukan mesra di tempat umum tanpa ingat status!!! Bajingann!!! Lepasin istri gue!!!"


Rajesh begitu sakit hati melihat kedua insan yang berpelukan erat itu dan tanpa bisa mengendalikan diri lagi, Rajesh pun menarik paksa tubuh Indah dari pelukan Delvara.


Namun Delvara begitu cekatan untuk menghalanginya hingga saat ini kedua tangan Indah di pegang erat oleh dua lelaki di kanan dan kirinya. Keduanya sama sama tak mau melepaskannya.


"Lepasin gue bilang!!! Dia istri gue. Gue yang punya hak atas dirinya sepenuhnya!!" Rajesh begitu marah bahkan ia begitu tak rela tangan Indah masih dipegang Delvara.


"Istri lo bilang?? Sejak kapan lo perlakukan dia sebagai istri?? Atau,,, coba sebutkan sejak kapan lo akui dia sebagai istri??" Delvara tetap tak melepaskan Indah.


"Jangan ikut campur!! Itu urusan gue!!" Rajesh menarik kasar tangan kiri Indah.


"Aaawww" pekik Indah yang kesakitan karena tangannya ditarik begitu kuat di satu sisi namun sisi lain juga menahan tangan satunya dengan tak kalah kuat.

__ADS_1


"Akan jadi urusan gue kalau ini menyangkut Indah." tegas Delvara menarik dengan lebih kuat sampai tubuh Rajesh pun hampir ikut tertarik.


"Aarrgghh,,," Indah makin kesakitan jadi objek tarik menarik.


"Dia milik gue!! Dan itu sah di mata hukum dan agama. Sementara lo?? Apa yang menguatkan lo??" sindir Rajesh membuat cekalan tangan Delvara mengendur dan dengan mudahnya Rajesh bisa menarik tubuh Indah hingga sejajar dengan dirinya.


Delvara hanya terdiam melihat Indah kembali ke sisi Rajesh. Sungguh besar inginnya membawa Indah pergi tapi benar kata Rajesh, ia kalah posisi secara hukum maupun agama.


"Hhh,,, Del,,, lo kesambet setan apa sampai sampai lo kayak gini? Lihat diri lo sekarang,,, Udah kayak pebinor saja. Hhh,,," cibir Rajesh.


"Lalu apa bedanya dengan lo yang juga main embat Nadine??" Delvara tak mau kalah.


"Nadine sendiri yang datang ke gue. Itu salah lo Del. Gue hanya pelarian." sanggah Rajesh.


"Pelarian yang menikmati perannya sampai lupa kalau diri sudah beristri?? Dengan mudahnya menyerahkan batangan miliknya kepada wanita lain yang notabene adalah kekasih sahabatnya sendiri?? Jaga bicaramu bro. Jangan sok suci. Lo gak sesuci itu untuk bisa menghina gue." sinis Delvara.


"Aaarrgghh,, diam lo!! Intinya ini urusan rumah tangga gue dan gue minta lo jangan ikut campur." desak Rajesh.


"Silahkan saja bawa dia pulang sekarang. Tapi jika sudah tiba saatnya, gue akan bawa dia pergi dari lo. Begitu gue punya bukti bahwa dia itu adalah,,,," Delvara menghentikan bicaranya karena tiba tiba dia pikir Rajesh tidak boleh tau dulu.


Rajesh tak peduli lagi jika setelah ini bisnisnya dengan Delvara terganggu. Rajesh bahkan tak berpikir berapa kerugian perusahaan jika sampai Delvara mencabut semua sahamnya. Yang terpenting saat ini adalah hatinya tidak sesakit saat melihat Indah dalam pelukan Delvara.


"Dan kamu!! Pulang sekarang!!" Rajesh menarik tangan Indah untuk segera pergi meninggalkan Delvara yang masih terdiam.


"Bersabarlah Indah, aku akan berusaha membuktikan bahwa kamu adalah adikku, Zoya. Besar harapanku kalau kamu adalah Zoya." gumam Delvara sambil memandang kepergian keduanya sendu.


Indah sempat menoleh ke belakang saat Delvara menunduk.


"Terima kasih sudah begitu baik padaku. Aku nggak tau siapa sebenarnya dirimu tapi aku merasakan damai bersamamu. Ya Rabb,,, ampuni istri durhaka ini. Istri yang berani beraninya memikirkan lelaki lain saat sedang bersama suami sendiri." Batin Indah.


"Masuk!!!" titah Rajesh.


"Iya mas." Indah menurut dan masuk ke mobil ketika Rajesh untuk pertama kali membukakan pintu depan mobil untuknya.


Rajesh membanting pintu mobil dengan keras lalu berputar menuju pintu satunya. Begitu masuk dan duduk ia langsung menampar pipi Indah.

__ADS_1


Plaaakk,,, Plaaakk,,, Pipi kanan dan kiri Indah bersemu merah seketika dan Indah hanya bisa meringis kesakitan.


"Itu hukuman untuk istri yang Genit!!! Gak bisa jaga diri!! Gak bisa jaga kehormatan dan status sebagai istri!!" kecam Rajesh.


"Maaf mas." lirih Indah sambil memegangi pipinya yang terasa sangat panas.


"Gampang sekali kamu mengucap maaf!!" Rajesh begitu kesal dan ia menjalankan mobilnya dengan sangat kasar.


Indah sebenarnya ketakutan karena Rajesh menyetir seperti kesetanan tapi ia tak berani protes karena ia sadar ia yang membuat Rajesh semarah ini.


Indah hanya bisa pasrah jika nantinya mobil itu menabrak atau terjadi hal hal buruk karena Rajesh begitu ugal ugalan. Mau mengingatkan untuk hati hati juga pasti percuma. Orang yang sedang emosi malah makin emosi nantinya.


"Maaaasss Awaasss!!!"


Terlambat,,, Mobil Rajesh sudah menabrak sebuah truk di depannya dan itu membuat Indah yang belum memakai seatbelt kepalanya menghantam dashboard dengan sangat keras.


Indah merasakan sakit yang tak terperi di kepalanya. Begitu menyakitkan ditambah dengan beberapa bayangan samar yang melintas bak slide film.


Gelap dan cepat.


"Mama,,, Kakak,,," Dua buah kata terucap dari bibir Indah sebelum ia menutup matanya.


"Indah!!! Indah!!!" Rajesh yang baru sadar dengan apa yang terjadi baru bisa menguasai diri dan begitu panik melihat kepala Indah sudah mengucurkan darah segar dan mata Indah terpejam.


"Bangun Indah. Gue gak mau kehilangan lo. Gue butuh lo Indah. Bangun!!!!" Rajesh terus mengguncang tubuh lemas Indah sebelum akhirnya ia sendiri juga merasa lemas karena terus melihat darah mengucur dari kepala Indah.


"Tolong istri saya pak." lirihnya sebelum tak sadarkan diri ketika ada beberapa orang membantu mereka.


...\=\=\=\=\=...


...Up satu lagi ya gengs,,, semoga reviewnya cepat 🤗...


...With love, ...


...Author....

__ADS_1


__ADS_2