Aku Menyesal Membuangmu

Aku Menyesal Membuangmu
Menghilang


__ADS_3

Hari telah berganti hari,,, Minggu demi minggu bahkan telah berlalu,,, sudah hampir dua bulan berlalu namun sama sekali tidak ada kabar kelanjutan hubungan antara Rodie dan Zoya. Rodie tak kunjung datang atau sekedar menelpon Zoya. Dan itu membuat Delvara sangat gusar. Ia merasa dipermainkan.


"Gimana dek? Bisa dihubungi?" tanyanya tak sabaran pada Zoya yang kembali hanya menjawab dengan gelengan kepala saja.


Zoya meletakkan kembali ponselnya di meja sambil menghela napas berat. Ini bukan kali pertama ia berusaha menghubungi Rodie untuk menanyakan sampai di mana proses perceraian mereka. Bukan karena terlalu bersemangat bercerai melainkan memikirkan nasib wanita yang sudah mengandung anak Rodie. Bagaimana pun anak dan wanita itu butuh status.


"Kurang ajar memang anak itu. Sudah mencoreng wajah kita, sekarang malah menghilang tanpa kabar begini. Seharusnya dia sudah membawa kabar tentang sampai dimana urusan perceraian kalian. Apa maunya anak itu??!! Kalau memang dia berat dan ingin memilihmu, ya bicara lagi baik baik. Bukan seperti ini. Dasar pengecut!!" Delvara kembali mengomel dan kesal bukan main.


Zoya sama sekali tak berani menyahut. Dia paham kakaknya sangat menyayanginya dan sangat marah dengan apa yang sudah dilakukan oleh Rodie. Bahkan Karin pun kali ini hanya diam, sama sekali tak menyela kemarahan Delvara. Menurutnya, memang pantas jika Delvara seperti itu.


"Apa kamu sudah coba cari ke kantornya nak?" tanya Karin pada Zoya.


"Sudah ma, tapi kata sekretarisnya dia sedang tidak ada di tempat. Setiap kali Zoya kesana, dia tidak pernah ada. Sekretarisnya bahkan tidak tau kemana dia pergi karena dia juga sama sekali tidak berkabar." sahut Zoya.


"Apa itu mungkin? Alibi saja kah?" tanya Karin lagi yang merasa aneh jika seorang pemimpin tidak pernah ada di kantornya dan pergi tanpa pesan.


Karin sampai mengerutkan keningnya pertanda ia tidak paham.Mau jadi apa dan dibawa kemana larinya perusahaan kalau pemimpinnya saja menghilang tanpa jejak begitu?


"Bukan alibi ma. Memang dia tidak pernah ke kantor. Del juga sudah beberapa kali mencarinya ke kantornya. Beberapa kali juga bertemu dengan para kenalan dan klien yang juga mencarinya dan mereka pun mengeluhkan hal yang sama. Kami semua nggak tau kemana dia. Jejaknya tiba tiba saja hilang. Del sudah suruh semua orang mencarinya tapi tidak ada. Bahkan rumahnya juga kosong." Delvara menyahut.


"Aneh." gumam Karin sambil tetap berusaha menerka nerka apa yang sebenarnya terjadi pada Rodie.


Karin tau Rodie itu anak baik. Bahkan rasanya, hingga detik ini pun Karin belum bisa percaya begitu saja bahwa Rodie malah mengkhianati putrinya. Perkara ini membuat Karin sering termenung. Memikirkan kemana Rodie sebenarnya dan meratapi mengapa kehidupan pernikahan putrinya selalu saja diterpa cobaan seperti ini. Dahulu bersama Rajesh juga tidak jelas mau dibawa kemana, sekarang bersama Rodie juga serupa. Ditinggal entah kemana.

__ADS_1


Zoya menghela napas berat. Jika bicara tentang perasaannya saja, maka ia masih bisa menghibur hatinya sendiri karena kandasnya pernikahan keduanya yang bahkan belum pernah mengecap manisnya madu pernikahan. Untungnya, cinta itu masih belum tumbuh subur jadi dia masih bisa untuk segera memupusnya. Yang jadi masalah sekarang adalah status mereka yang memang harus diselesaikan karena adanya orang ketiga.


Zoya sudah rela mengalah tanpa menuntut atau menyalahkan tapi Rodie malah ingkar janji. Sama sekali tidak bisa dihubungi dan juga tidak sekali pun menghubungi Zoya. Rodie seolah hilang ditelan bumi. Zoya sendiri sebenarnya heran dengan kelakuan Rodie saat ini. Meski tidak mencintainya seperti ia mencintai Rajesh, tapi setidaknya ia tau banyak tentang sifat Rodie.


Dia bukan tipe lelaki tidak bertanggung jawab seperti ini.


"Del akan tetap berusaha keras mencarinya. Akan Del kerahkan lebih banyak orang lagi untuk menemukan jejaknya. Awas saja kalau sampai ketemu." Delvara mengepalkan tangan menahan geram.


Baik Zoya maupun Karin sudah tak berani protes apa apa lagi. Ingin berpesan untuk jangan menggunakan kekerasan pun rasanya lidah mereka kelu. Mereka hanya mengangguk pasrah daripada memancing kemarahan Delvara lagi.


"Pokoknya cari sampai dapat. Seret kesini bila perlu!! Bahkan kalau tidak bisa menemukannya, setidaknya temukan wanita itu. Dia pasti tau di mana Rodie." Delvara lantas berbicara dengan orang suruhannya melalui sambungan telpon.


Zoya dan Karin hanya berpandangan kemudian berpelukan. Masing masing berharap agar Rodie cepat muncul. Agar tak perlu mendapat perlakuan buruk dari orang orang suruhan Delvara.


"Del pergi dulu ma, dek." Delvara kemudian pamit.


"Bertemu Rajesh saja ma. Mama jangan kuatir. Del bisa jaga diri dan kontrol emosi. Maafkan Del kalau sudah membuat kalian berdua takut dan cemas." Delvara berkata lembut seolah baru sadar bahwa kelakuannya sedari tadi pasti membuat sang mama cemas sekaligus takut ia akan nekad berbuat sesuatu yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain.


"Hati hati ya nak." pesan Karin yang disambut anggukan oleh Delvara.


"Dek,,, kamu nggak nitip salam?" tanya Delvara yang dijawab dengan gelengan kepala lemah Zoya.


"Awas nanti kalau kangen tanggung sendiri lho ya." goda Delvara seolah lupa dengan kemarahannya pada Rodie tadi.

__ADS_1


Zoya hanya memanyunkan bibirnya digoda oleh sang kakak seperti itu.Delvara memang ingin pergi mengunjungi tempat produksi kripik tempe milik Rajesh. Bertemu dengan sahabatnya itu selalu saja membuat mood Delvara kembali meningkat. Hubungan keduanya semakin membaik saja setiap harinya. Karenanya, Karin tidak terkejut saat Delvara mengatakan ingin bertemu Rajesh. Bahkan Delvara pernah menawarkan tambahan modal pada Rajesh namun ditolak.


"Thanks bro, tapi gue pingin memulai semua dari nol, dari modal seadanya saja yang penting hasil kerja keras gue sendiri bro." ucap Rajesh kala itu.


Dan itu membuat Delvara bangga pada sahabat lamanya itu. Tidak hanya hubungan Delvara yang membaik melainkan juga hubungan antara Rajesh dan Zoya. Meski belum signifikan peningkatannya, tapi begitu saja Rajesh sudah bahagia.


Cukup dengan Zoya mau membalas ucapan selamat malamnya tiap malam saja sudah membuat Rajesh bahagia. Wajah Rajesh sudah selalu diliputi senyum setiap paginya. Rasanya seperti jatuh cinta lagi.


Dan bagi Zoya sendiri,, ia belum ingin terlalu jauh dengan Rajesh. Ia masih ingat bahwa statusnya masihlah istri sah Rodie karena memang belum ada kejelasan status di antara mereka karena menghilangnya Rodie ini.


"Bagaimana dengan Rajesh?" tanya Karin setelah Delvara pergi.


"Eh,,, Mas Rajesh?? Bagaimana apa maksud mama?" Zoya kikuk karena tau arah pertanyaan sang mama itu.


"Tidak apa apa untuk menahan diri dulu sampai semua jelas. Tapi setelah itu, mama harap kamu bisa mengambil sebuah keputusan tepat. Tapi tidak perlu terburu buru. Pikirkan dulu matang matang. Kalau kamu memang masih mencintainya, tak ada salahnya memberikan waktu untuk kalian lebih mengenal satu sama lain. Dulu kalian gagal menjalani bahtera rumah tangga karena kalian tidak mengenal satu sama lain bukan?"


Zoya mengangguk malu malu. Hatinya masih saja berdebar tiap kali menyinggung Rajesh. Bahkan ucapan selamat malam dari Rajesh saja mampu membuatnya makin gelisah hari ke hari.


Gelisah antara ingin kembali atau gelisah karena menghilangnya sosok baik seperti Rodie,,, beda tipis.


...\=\=\=\=\=...


...Maafkan author yang super duper sibuk sampek gak up beberapa hari ya 🙏...

__ADS_1


...With love, ...


...Author....


__ADS_2