
"Ma!! Ngapain sih intip intip di sini?? Papa cari cariin dari tadi!!!"
Papa Gunawan datang dan menepuk bahu mama Rina sambil bicara keras keras dan mama Rina yang berusaha memintanya memelankan suara sudah terlambat karena suara keras papa Gunawan membuat baik Delvara dan semua yang ada di depan pintu ruang inap Indah menoleh ke arah mereka.
"Ngintip yah???" teriak mbok Rati yang langsung ditepuk bahunya oleh wanita ayu yang tak lain adalah Karin.
"Biarin saja cah ayu. Itu mantan bos si mbok yang mbok ceritain temp hari. Dari tadi gangguin si mbok eh malah nguntit kesini. Kurang kerjaan sekali kan cah ayu." mbok Rati tampak kesal harus berurusan lagi dengan mama Rina.
"Tetap saja nggak boleh gitu mbok." ujar Karin lembut.
"Boleh kok ma. Bahkan dengan orang orang seperti mereka itu kita perlu bertindak tegas dan walau terkesan menyakitkan juga nggak apa apa karena apa yang sudah mereka perbuat kepada Zoya sudah keterlaluan." Delvara emosi melihat kedua orang tua Rajesh.
"Mama tau tapi mama nggak mau kalau hari bahagia di mana mama bisa bertemu dengan Zoya lagi malah menjadi hari paling buruk karena dendam merajai nak." tutur Karin lembut.
"Maaf ma." Delvara menunduk dan merasa bersalah sudah membuat mamanya kecewa dengan kata katanya tadi.
"Kalau kamu mau memperjelas semuanya kepada mereka, boleh. Tapi pakai kepala dingin ya nak. Mama mau masuk dulu. Kamu segeralah menyusul ya." pinta Karin sambil mengusap usap punggung Delvara berusaha membuat perasaan putranya itu menghangat.
"Iya ma. Mama sama si mbok masuk saja dulu ya."
Karin mengangguk lalu melangkah masuk ke ruangan inap Indah dengan mata yang sudah nanar karena segala perasaan bercampur aduk yang sudah ditahannya sedari tadi saat Delvara mengabarinya bahwa ia telah menemukan Zoya meski kondisinya sedang tidak baik baik saja.
"Sedang apa kalian disitu?" tanya Delvara sambil mendekati mereka.
"Ish papa sih. Bikin mama malu ketauan." mama Rina memukul lengan papa Gunawan dengan kesal.
"Ya mama juga sih ngapain juga pakai ngintip ngintip segala." papa Gunawan tak mau disalahkan begitu saja.
"Sekali lagi saya tanya, kalian sedang apa di sini? Kalau niat kalian ingin menjenguk Indah, maka saya dengan tegas melarangnya. Kalian akan saya tuntut kalau masih nekad mengusik Indah." tegas Delvara.
"Tunggu tunggu!! Kok sepertinya ada yang salah di sini ya. Indah itu menantu kami. Dan kamu adalah orang lain meski kami tau bahwa kamu sahabat Rajesh sedari kecil. Jadi apa hak kamu melarang kami yang jelas jelas ada hubungan keluarga dengan Indah?? Lagipula,,, kenapa bekas pembantu kami saja boleh masuk membawa orang asing sedangkan kami malah dilarang?? Aturan dari mana itu?? Harusnya kami yang membatasi kalian menemui menantu kami!!"
__ADS_1
Mama Rina sengit dan kesal karena papa Gunawan bukannya ikut melawan malah semakin tertunduk dalam.
"Pa!! Jangan diam saja dong!!!" senggol mama Rina tapi papa Gunawan makin tidak berkutik.
"Pa!!!! Ishhh apaan sih papa ini??? Cemen sekali!!!" mama Rina kesal karena meski didesak seperti apa pun, papa Gunawan tidak mau adu mulut dengan Delvara.
"Mungkin ada yang perlu saya perjelas di sini. Suami anda ini tidak bisa ikut bicara melawan saya karena suami anda tau siapa saya dan posisi saya dalam urusan bisnis yang sama sekali tidak pernah anda ketahui." ujar Delvara tenang melihat papa Gunawan yang sangat menghormatinya tak berkutik.
"Pa,,,!! Memangnya dia siapa sih di kantor??" bisik mama Rina mulai ciut nyali.
"Dia investor terbesar yang sudah menarik semua sahamnya ma. Dia ini bisa semudah membalikkan tangannya untuk membuat kita semiskin mungkin." bisik papa Gunawan yang membuat Delvara menyungging senyum sinis.
"Apa??" pekik mama Rina tanpa bisa ditahan.
"Maafkan istri saya, nak Delvara." papa Gunawan berusaha bersikap sopan.
"Tidak. Saya tidak pernah bisa memaafkan istri anda dan anda juga. Terutama putra anda juga." tegas Delvara.
"Besar anda bilang?? Itu belum seberapa besar jika dibandingkan dengan penderitaan gadis yang sekarang terbaring koma di dalam sana!!" suara Delvara meninggi sembari menunjuk ruangan inap Indah.
"Om semakin tidak mengerti nak Delvara." papa Gunawan makin pusing.
"Oh,,, apa putra anda yang pecundang dan tukang selingkuh itu belum cerita??" sinis Delvara.
"Jaga bicaramu!! Jangan pernah mengatai anakku sembarangan!! Rajesh nggak seperti itu!! Sembarangan saja kalau ngomong. Atas dasar bukti apa kamu bilang anak saya tukang selingkuh?? Kamu bisa saya tuntut atas dasar pencemaran nama baik ya!!!" ancam mama Rina.
"Ma!!!" papa Gunawan memberi isyarat untuk mama Rina tidak bertindak bodoh.
"Meski kamu itu ternyata investor di kantor anakku, tapi sekarang sudah bukan. Jadi aku gak perlu sopan bicara padamu. Papa juga!! Nggak usah takut dan sopan sopan sama anak yang lebih muda begini. Sudah jelas anak ini tuh gak dididik dengan baik oleh orang tuanya makanya suka ngawur ngomong dan sok gayanya." mama Rina malah makin memancing emosi Delvara.
"Jaga bicara anda atau saya juga akan jebloskan anda ke penjara atas tuduhan tindakan tidak terpuji kepada saya, orang tua saya dan gadis yang di dalam sana???" Delvara balik mengancam.
__ADS_1
"Apa sebenarnya hubungan nak Del ini menantu kami?" tanya papa Gunawan tetap sopan.
"Menantu,,,, cihh,,," cibir Delvara kesal.
"Maksud kamu apa begitu hah???" mama Rina kembali merasa tak terima dicibir dan disinisi seperti itu.
"Gadis yang anda sebut menantu itu mulai sekarang sudah bukan menantu di atas kertas kalian. Saya, sebagai kakak kandungnya tidak akan pernah terima atau rela kalau adik saya yang sudah hilang hampir 12 tahun baru saya temukan dalam kondisi lupa ingatan malah menjadi menantu kalian apalagi Rajesh, putra kalian juga sudah berselingkuh dengan kekasih saya. Begitu adik saya sadar dari komanya, kalian siap siap saja mendapat semua tuntutan darinya. Karena percayalah,,, saya akan mendampinginya baik secara materi atau dukungan lainnya!!!"
Kedua pasang mata terbelalak mendengarnya bahkan mereka merasa mungkin ada yang salah dengan pendengaran mereka.
"Apa,,, apa itu,,, itu,,, itu juga yang membuat nak Del menarik semua saham nak Del??" wajah papa Gunawan makin pucat.
"Itu baru langkah awal menghancurkan kalian. Selanjutnya siapkan saja banyak uang untuk semua tuntutan kerugian akan penggelapan dana yang sudah anda lakukan. Anda baru mengambil dan memakai uang perusahaan dalam jumlah besar bukan??" mata Delvara menyipit mengintimidasi papa Gunawan.
"Ba,,, bag,,, bagaimana anda tau??" papa Gunawan tergagap ditangkap basah di depan mama Rina yang sama sekali tidak tau menahu urusan itu.
"Hhh,,, saya bukan istri anda yang gampang anda bohongi ini." lirik Delvara pada mama Rina.
"Kamu,,,!!!" mama Rina tak mampu bicara lagi dan kini matanya tertuju pada papa Gunawan.
"Untuk apa uang itu???" tanya mama Rina membuat papa Gunawan makin salah tingkah.
Delvara hanya tersenyum menang dan meninggalkan keduanya yang masih terlibat pertengakaran rumah tangga.
...\=\=\=\=\=...
...Gudnite guys 🥱...
...With love, ...
...Author....
__ADS_1