Aku Menyesal Membuangmu

Aku Menyesal Membuangmu
Fakta Baru


__ADS_3

Rajesh tersadar. Segera ia menghampiri mama Rina yang masih terkulai pingsan tanpa ada niatan dari papa Gunawan menolongnya. Papa Gunawan hanya berkacak pinggang dengan Nadine di sampingnya.


"Udah ah daddy. Gak usah ditontonin. Udah ada anaknya juga yang bakal ngurusin si kuda nil." ujar Nadine menarik tangan papa Gunawan untuk pergi dari sana.


Nadine tak ingin menyembunyikan apa pun lagi dari Rajesh. Tentang hubungannya dengan papa Gunawan dan tentang kehamilannya itu. Nadine merasa sudah di atas awan sejak papa Gunawan resmi menyematkan namanya sebagai pemilik seluruh aset yang telah dicuri papa Gunawan dari milik kakek Wardoyo.


"Tunggu!! Lo musti jelasin semuanya ke gue. Lo nggak bisa main pergi begitu saja!! Lo istri gue Nadine!!!" teriak Rajesh ketika keduanya sudah berbalik badan.


"Iya, gue memang istri lo tapi sebelumnya gue udah jadi istri papa lo ini. Daddy ini suami pertama gue. Dan lo,,, lo cuma yang kedua. Dan kita juga menikah hanya dibawah tangan kan? Apa susahnya mengakhirinya?" tanya Nadine santai.


"Lo,,,,!!"


"Apa?? Nggak terima?? Mau nuntut gue?? Pakai apa?? Ingat ya,,, lo sekarang cuma punya apa yang melekat di diri lo aja. Begitu juga si nenek tua itu. Karena gue,,, sebagai pemilik sah rumah dan isinya melarang kalian membawa apa pun lagi. Ngerti???" potong Nadine cepat.


"Pa,,!! Jangan diem aja dong. Mana bisa papa berbuat seperti ini padaku?? Ini mama, istri papa, pingsan. Apa papa juga gak ingin bantuin aku bawa mama ke rumah saki?" tanya Rajesh berharap papa Gunawan sadar dengan apa yang terjadi saat ini.


Papa Gunawan hanya menghela napas berat. Kemudian bersedekap melihat ke arah Rajesh dan mama Rina bergantian.


"Gimana ya Jesh? Papa ini sebenarnya sudah muak sama mama kamu itu. Sudah tua dan sudah tidak menggairahkan lagi. Dari awal kami menikah, papa hanya mengincar hartanya saja. Papa berharap semua yang dimiliki kakek tua itu kelak akan diwariskan pada mamamu. Tapi mana tau tiba tiba ada Indah yang merusak semuanya. Jadilah papa ini makin muak dan terpaksa hidup bersama mamamu itu." tegas papa Gunawan tanpa sedikit pun rasa iba atau bersalah pada mama Rina dan Rajesh.


"Muak papa bilang?? Kalau memang dari awal sudah merasa muak, kenapa aku bisa sampai lahir di dunia ini?? Itu yang papa sebut muak?? Muak kok sampai bikin istri hamil!!" sindir Rajesh kesal.


"Ah papa lupa cerita hal ini juga. Kamu itu bukan anak papa. Papa menikahi mamamu saat ia sudah hamil dua bulan dengan lelaki lain. Sudah papa katakan kan,,, bahwa papa hanya mengincar hartanya, karena meski mendapat perempuan yang sudah ternoda dan membawa aibnya dalam perutnya, papa memutuskan menerimanya. Dan kamu,,, jangan terlalu sadis sama papa. Sudah bagus selama ini papa mau menganggapmu sebagai anak sendiri. Daripada ayah kandungmu yang entah dimana sekarang."


Mulut Rajesh menganga mendengar semua fakta tentang dirinya. Sebuah fakta yang tidak pernah sama sekali terbersit dalam otaknya selama ini dan suka tidak suka ia harus menerimanya saat ini.


"Oh jadi lo anak haram?? Syukur deh gue gak beneran mencintai lo. Bikin malu saja kalau sampai gue punya suami anak haram yang miskin pula." cibir Nadine.


Rajesh hanya bisa membisu. Fakta tentang hubungan papa Gunawan dan Nadine saja masih susah dicerna oleh otaknya. Malah sekarang ada fakta baru tentang dirinya yang tidak kalah mengejutkan.


"Gue minta cerai sekarang juga dari lo. Nggak usah mempersulit keadaan ya. Cukup lo talak gue dan semuanya end. Buruan!!!" tuntut Nadine kemudian.


"Gue talak lo. Mulai sekarang,,, lo bukan istri gue." ujar Rajesh tanpa berniat membuat semuanya rumit.


Pernikahan di bawah tangan mereka pun berakhir dengan lonjakan senang Nadine yang kemudian memeluk cium papa Gunawan di depan mata Rajesh.

__ADS_1


"Usir mereka daddy. Nadine udah muak melihat mereka." rengeknya manja.


"Kamu dengar itu kan, Jesh. Bekerjasamalah dan jangan membuat malu dirimu sendiri. Bawalah mamamu pergi dari sini. Jangan memaksa kami mengusir kalian dengan kekerasan." ujar papa Gunawan.


"Dan satu lagi,,,"


Rajesh mendongak mendengarnya. Manik manik matanya memperhatikan dan telinganya bersiap mendengar pernyataan apa lagi yang akan dicetuskan oleh papa Gunawan.


"Berhenti menganggap dan menyebutku papa. Kamu bukan anakku. Kamu hanya asetku. Dan sekarang aku sudah dapat semuanya. Kamu sudah tidak kuperlukan lagi."


Sakit sekali rasanya hati Rajesh mendengarnya. Lelaki yang selama ini baik padanya, bahkan dianggapnya sebagai sahabat juga rupanya tak pernah tulus kepadanya.


"Pintunya di sebelah sana kalau kalau kamu terlalu shock dan linglung untuk mengingat jalan keluar dari rumah ini." usir papa Gunawan halus seraya menunjuk ke arah pintu.


"Jesh,,,"


Bertepatan dengan itu, mama Rina siuman dan memanggil Rajesh lirih. Rajesh segera mendekat dan membantunya untuk duduk.


"Ayo kita pergi ma." ajaknya kemudian.


Meski baru siuman, mama Rina ingat semua kejadian sebelum dirinya jatuh pingsan tadi. Ditambah dengan pemandangan yang membuat matanya gatal di depan sana. Di mana Nadine menggaet lengan papa Gunawan manja.


"Ma,,, sudahlah. Ini bukan rumah kita. Ayo kita pergi." Rajesh menolak untuk berdebat.


Hati dan jiwanya sudah terlalu lelah untuk itu.


"Tapi kemana? Atau setidaknya tolong ambilkan barang barang mama dulu." pinta mama Rina.


Rajesh menggeleng perlahan. Mama Rina tidak mengerti maksudnya dan bertanya apa maksudnya menggeleng begitu.


"Mereka tidak mengijinkan kita membawa apa pun lagi selain yang kita pakai saat ini." lirih Rajesh.


"Brengseeekkk kalian!! Belum puas kalian ambil hartaku???" umpat mama Rina dengan segenap sisa tenaganya.


Baik Nadine dan papa Gunawan hanya berdecih tanpa ingin menjawab sepatah kata pun.

__ADS_1


"Ma udah. Percuma. Umpatan mama nggak bisa mengambil semuanya. Sebaiknya kita pergi sebelum mereka mengusir kita dengan paksa. Malu ma." ujar Rajesh mengingatkan.


"Tapi Jesh,,, kamu itu,,,"


"Bukan. Aku bukan anak papa. Benar kan ma?" tanya Rajesh menuntut penjelasan dari mama Rina dan mama Rina hanya mampu menutup mulutnya sendiri dengan perasaan campur aduk.


Sebelum menikah dengan papa Gunawan memang mama Rina telah hamil tanpa sepengetahuan kakek Wardoyo. Lelaki yang menghamilinya adalah seorang lelaki beristri yang enggan bertanggung jawab akan kehamilannya bahkan tidak mengakui bahwa anak yang dikandungnya adalah anaknya.


Lalu muncul papa Gunawan, yang menerima kondisi mama Rina bahkan berjanji akan menyimpan rahasia besar dan kelam ini seumur hidupnya. Saat Rajesh lahir, papa Gunawan dan mama Rina sepakat membuat cerita bahwa kelahiran Rajesh prematur.


"Kamu mengatakannya pa??" tatap mama Rina tak percaya.


"Mulai detik ini, aku menjatuhkan talakku padamu, Rina. Kamu bukan istriku lagi. Tidak akan ada nafkah lagi dariku untukmu. Dan aku akan mengurus surat cerai secepatnya. Kamu juga kehilangan hak memanggilku dengan sebutan papa lagi."


Bukannya menjawab pertanyaan mama Rina tadi, papa Gunawan malah menjatuhkan talaknya pada mama Rina.


"Pa!!!!" pekik mama Rina.


Namun yang dipanggil tidak menggubris dan melenggang santai dengan Nadine yang tak melepaskannya sedari tadi.


"Cepat keluar atau ku tendang kalian nanti!!! Dasar gembel!!" usir papa Gunawan tanpa sudi menoleh.


Airmata mama Rina berjatuhan seiring dengan hatinya yang jatuh berkeping keping menghadapi perselingkuhan sekaligus pengkhianatan papa Gunawan.


"Ayo ma. Suka tidak suka,saat ini hanya Rajesh yang mama punya. Dan sebaliknya, berlaku untuk Rajesh. Kita sudah kehilangan semuanya ma."


"Rajesh,,, maafkan mama." Mama Rina tak sanggup berkata kata lagi dan hanya merengkuh tubuh Rajesh sebelum keduanya benar benar meninggalkan rumah itu.


...\=\=\=\=\=...


...Kalian puas belum dengan karmanya Rajesh dan mama Rina?? Masih kurang kejamkah??...


...With love, ...


...Author....

__ADS_1


__ADS_2