Aku Menyesal Membuangmu

Aku Menyesal Membuangmu
Sugar Daddy


__ADS_3

"Puas kamu???" Rajesh mendorong bahu Indah sampai pemiliknya terhuyung ke belakang.


"Mas,, sakit." rintihnya karena memang dorongan Rajesh terlalu keras.


"Kamu pasti sekarang merasa di atas angin kan??? Mengira posisimu kuat sekali kan?? Dasar cewek gak jelas!! Kenapa sih kamu gak sekalian aja mati di sungai dulu? Kenapa musti hidup dan mengacaukan semuanya??? Kenapa hah???" kali ini dengan tangan kirinya yang baik baik saja, Rajesh mencekik leher Indah kuat kuat.


"Mas,, Sa,,, kit. Am,,pun mas."


"Jesh,, lepaskan! Kamu bisa membunuhnya!!" pekik mama Rina yang kebetulan hendak masuk ke kamar mereka.


"Biar sekalian mampuss saja ma!!" Rajesh belum mau melepaskan Indah yang mulai kehabisan napas.


"Lepas Jesh, lepas!!! Kamu bisa masuk penjara!! Tambah runyam semuanya nanti. Ingat, kita ini sudah kalah. Jadi jangan makin membuat dia hidup enak menikmati harta kakekmu sementara kamu mendekam di penjara." mama Rina masih bisa berpikir akibatnya.


Rajesh membenarkan pemikiran mama Rina. Ia pun kemudian melepaskan cekikannya. Indah langsung terjatuh dan terduduk di lantai sambil terbatuk batuk. Berusaha keras meraup udara agar paru parunya kembali normal.


"Sabar. Bukan begitu caranya." mama Rina menenangkan Rajesh.


"Rajesh benci mama!!!" Rajesh menepiskan tangan mama Rina dan melangkah pincang karena kakinya masih digips.


Mama Rina menghela napas berat. Dalam hati ia mengakui kebodohan dan kesalahan yang dibuatnya hingga mengorbankan putranya. Dulu ia terlalu senang sampai tak membaca dengan teliti apa yang ditulis dalam surat itu.


"Mama minta maaf ya. Mama kan melakukan itu dulu juga sebenarnya untuk kamu juga." rayu mama Rina.


"Tapi lihat sekarang semua malah jadi kacau. Gara gara dia!!!" tunjuk Rajesh pada Indah yang masih berusaha bernapas dengan baik.


"Kenapa kamu gak coba ikuti saja saran pengacara? Kalau kamu nggak selera, ya pakai obat perangsangg saja kan bisa. Lakukan sambil merem saja lah. Yang penting kan bisa membuat dia hamil saja." mama Rina berbisik coba memberi ide.


"Ma!!! Ini bukan masalah selera atau nggak selera!! Ini masalah hati dan masalah harga diri. Bisa makin melunjak dia kalau sampai Rajesh menyentuhnya dan sampai hamil. Bisa jadi dia pakai bayinya untuk semakin mengikat kita!!" Rajesh menolak mentah mentah ide mama Rina.


Mama Rina kecewa idenya ditolak tapi memang mungkin sedikit keterlaluan juga memaksa Rajesh berbuat begitu.


"Terus gimana dong??" tanya mama Rina.


"Ya udah biarin aja. Nggak hamil juga nggak apa apa. Yang penting status masih menikah. Setidaknya kita masih bisa tetap tinggal di sini. Rajesh mau tetap fokus kerja dan menjalani kehidupan Rajesh seperti biasanya sebelum pernikahan ini terjadi. Udah gitu aja." cetus Rajesh antara putus asa dan lelah.

__ADS_1


"Ya udah deh kalau gitu. Mama ngikut aja." mama Rina pun pasrah.


"Iyalah harus ngikut saja. Mama kan biang keroknya sampai semua ini terjadi." sungut Rajesh.


"Ish kok kamu tega nyalahin mama? Ini tuh gara gara dia!!" mama Rina mendekati Indah yang baru berusaha bangkit dari duduknya.


Kembali tubuh Indah terjatuh karena mama Rina mendorongnya.


"Gara gara kamu semua jadi begini. Anakku marah padaku. Harta bagianku tertahan. Kamu emang pengacau!!!" tuding mama Rina.


"Ma ampun ma,,," Indah mengiba.


"Ma,,, papa berangkat dulu. Hartono juga sudah berangkat. Kami janjian ketemu di jalan." papa Gunawan muncul menginterupsi tanpa peduli melihat sang istri tengah berkacak pinggang di depan Indah yang tergeletak di lantai.


"Apa nggak bisa ditunda saja sih pa?" protes mama Rina mengingat rencana mereka yang gagal dan perlu dibicarakan ulang lagi.


"Nggak bisa ma. Nggak enak. Udah ya. Papa berangkat. Jesh, jaga mamamu." pesan papa Gunawan hanya dengan melongokkan kepala saja dari pintu kamar Rajesh.


"Nggak kebalik? Rajesh yang sakit kok malah suruh jagain mama." protes Rajesh.


Rajesh mendesis kesal.


"Kapan pulangnya pa? Jangan lama lama ya. Bawain mama oleh oleh juga. Yang mahal. Yang bagus. Perhiasan mama kan udah ketinggalan jaman. Malu sama teman teman arisan masak pakai itu terus." rengek mama Rina sambil mengantar papa Gunawan sampai ke mobil.


"Kali ini agak lama ya. Mungkin empat, lima hari. Tapi jangan kuatir. Pasti papa belikan yang terbagus dan termahal." papa Gunawan menjentik dagu mama Rina.


"Makasih pa. Hati hati ya."


"Dasar emak emak mata duitan. Kalau udah diiming imingi perhiasan udah gampang banget melepas suaminya pergi." runtuk papa Gunawan sembari menjalankan mobilnya.


Keluar dari halaman rumahnya, beliau langsung tancap gas menuju satu tempat dimana beliau sudah punya janji temu.


"Kok lama sih daddy?" seorang perempuan muda menyambut papa Gunawan di pintu sebuah kamar hotel dengan wajah manyunnya.


"Jangan ngambek. Yang penting kan daddy udah di sini sekarang." papa Gunawan menjentik hidung mancung wanita mudanya.

__ADS_1


Rupanya bukan Hartono yang ditemui. Alasan main golf dengan Hartono selama ini hanya akal akalan papa Gunawan saja. Papa Gunawan sebenarnya menemui istri mudanya yang memang jauh lebih muda daripada mama Rina. Bahkan wanita mudanya itu usianya sebaya dengan Rajesh. Papa Gunawan menikahinya secara siri karena tak mau status menikah sah menjadi boomerang baginya.


Lagipula, wanitanya juga tidak ingin diikat oleh pernikahan.


"Nadine,,, masih ngambek sama daddy?? Mau daddy tinggal pulang saja dan gak jadi jalan jalan ke luar negerinya??" rayu sang sugar daddy.


"Pulang nemuin nenek tua itu?? Memangnya mengasyikkan??" cibir wanita muda yang tak lain adalah Nadine.


Nadine yang sama dengan yang menolak dinikahi Delvara karena keberatan merawat mama mertuanya.


Nadine yang sama dengan Nadine yang diam diam disukai Rajesh sampai tega bermain di belakang Delvara.


"Diih,,, melirik saja ogah." ucap papa Gunawan.


"Gaya. Buktinya udah puluhan tahun masih saja betah disampingnya." Nadine manyun.


"Itu karena ininya." papa Gunawan membuat gerakan menggesek gesekkan ibu jari dan jari telunjuknya sebagai tanda atau isyarat uang.


"Kapan daddy mau ambil semua? Keburu anak dan menantu daddy dapetin semua lho. Kalau sampai begitu, terus Nadine dapat apa???" rengek Nadine.


"Iya Nadine sayang. Secepatnya daddy akan gelapkan uang perusahaan. Daddy akan ambil aset aset berharga juga. Lagipula pengacara itu mulai mengacau. Dia bilang harus sampai anak daddy bisa menghamili istrinya baru bisa dipastikan kami bisa dapat harta itu." keluh papa Gunawan.


"Makanya,,, main belakang saja sudah. Yang cantik mainnya." ujar Nadine yang sebenarnya tak tertarik dengan segala urusan keluarga sugar daddynya itu.


Bagi Nadine nggak penting.Nadine tidak pernah tau atau mencari tau tentang keluarga sugar daddynya itu. Yang jelas dapat uang.


"Iya dong Nadine. Ayo, sekarang layani daddy dulu. Kangen banget main belakang sama kamu." wajah pria tua mesumm itu sebenarnya memuakkan bagi Nadine, namun si tua itu adalah tambang emasnya.


Keduanya menutup pintu dan membuka semua pakaiannya. Untuk beberapa saat mereka berpacu mengejar kenikmatan duniawi sebelum akhirnya terbang ke Italy untuk menyenangkan Nadine yang tengah berulang tahun.


...\=\=\=\=\=...


...Wahhh author kalah gercep sama Nadine 😆😆 Nadine malah punya sugar daddy. Author punyanya sugar putih dan merah 😂😂...


...With love, ...

__ADS_1


...Author....


__ADS_2