Aku Menyesal Membuangmu

Aku Menyesal Membuangmu
Fixed


__ADS_3

Rajesh membiarkan saja Nadine segera berbenah diri dan keluar mengejar Delvara. Nadine pasti akan berusaha kembali mendapatkan Delvara meski alasan alasan yang dibuatnya akan konyol.


Lain Nadine yang bergerak cepat, lain pula dengan Rajesh yang malah masih membeku di tempatnya dengan segala pikirannya.


"Del pasti marah besar. Dia pasti kecewa banget sama gue. Saham,,, posisi saham bagaimana? Aman gak ya kira kira? Kalau mengingat sifatnya yang selalu profesional sih semestinya aman karena faktanya dalam perjalanan bisnis kami, gue gak merugikannya." otak bisnis Rajesh menguasai.


Ia yakin Delvara tidak akan main cabut saham gara gara ini. Tapi kemudian keningnya mengkerut mengingat satu hal lain.


"Tunggu,,, Kenapa si babu itu bisa datang kesini? Bersamaan dengan Del lagi? Apa mereka janjian? Untuk apa juga si babu itu keluar rumah? Tanpa seijin gue lagi. Ada hubungan apa mereka berdua? Del semestinya bisa jaga jarak apalagi tau itu statusnya istri gue!! Atau jangan jangan mereka,,,,,"


Gigi Rajesh bergemeletuk menahan amarah yang tiba tiba membuncah. Ia ingat betapa Delvara berusaha membela Indah tempo hari saat kejadian di rumah Rajesh. Rajesh sebenarnya heran kenapa tumben sahabatnya itu sampai turun tangan dan mencampuri urusan pribadinya. Selama ini memang Delvara selalu mengingatkannya akan banyak hal baik meski tak pernah dihiraukan oleh Rajesh. Tapi tidak pernah sampai mengambil tindakan apalagi sampai adu mulut dengannya.


"Ini sih udah pasti!! Fixed!! Del suka sama Indah. Sialan!!" tiba tiba Rajesh merasa takut kehilangan Indah.


Entah takut kehilangan atau cuma sekedar tidak rela jika wanita yang selama ini dianggapnya rendahan malah dapat big bos seperti Delvara. Bisa hilang pamornya ditinggalkan oleh Indah karena lelaki yang jauh lebih segalanya darinya. Kalau saja Indah dapat lelaki yang dibawahnya kan Rajesh masih bisa menyombong.


"Dasar babu gatel!! Gue yakin dia yang ngerayu Del. Sepertinya tuh babu diem diem mau nyingkirin gue. Gue gak bakal tinggal diam. Bisa makin besar kepala si babu. Belum lagi kalau sampai dia memilih Delvara, itu artinya hubungan kami berakhir." suara Rajesh memelan karena mendadak hatinya berdesir dan terasa nyeri.


"Kenapa sih gue ini!! Berakhir ya berakhir aja kalik Jesh!" Rajesh memukul mukul dadanya yang terasa sakit di dalam tanpa bisa ia kendalikan.


Bayangan wajah Indah yang teduh, sikap baiknya, sikap penurutnya, masakannya yang selalu enak, semua bentuk perhatiannya pada Rajesh,,, tiba tiba semua berkelebat dan makin menambah rasa sakit di hati Rajesh.


"Gilaaa!! Gue benar benar udah gilaa kalau gue sampai memikirkan babu itu. Dia cuma babu Rajesh,,, Dia cuma lo manfaatin keberadaannya demi warisan kakek lo. Jadi gak usah baperan begini juga kalik." Rajesh menoyor kepalanya sendiri.


"Gue musti balik. Gue mau tanyakan sama si babu sebenarnya apa maksudnya datang kesini tanpa seijin gue. Berani banget dia. Pasti dia sengaja mau buat gue malu di depan semua karyawan gue!!" Rajesh kembali marah pada Indah.


Segera ia sambar kunci mobilnya tanpa berniat membawa pulang tas kerja maupun jas nya yang masih tergantung di sandaran kursinya.


"Pak,,, bapak sayang,,, mau kemana sih???" tanya sekretaris plus plus Rajesh namun tak disahutnya.


"Huhhh,,, nyebelin. Ada drama apaan sih sebenarnya? Jadi penasaran kan gue." sungut si sekretaris kembali duduk di mejanya.

__ADS_1


Sementara itu Nadine sudah berhasil menahan Delvara dengan memeluknya dari belakang. Indah yang semula berjalan di samping Delvara sambil menangis, terkejut dan memutuskan menyingkir dari sana. Memberikan waktu untuk keduanya menyelesaikan urusannya meski Delvara awalnya memintanya untuk tetap bersamanya.


"Lepas Nadine." perintah Delvara tegas namun datar tanpa menyebut Nadine dengan kata sayang lagi.


"Nggak!! Aku nggak mau!! Aku nggak mau kehilangan kamu." ucap Nadine dengan egoisnya memeluk Delvara.


"Sudahlah jangan drama lagi. Ucapanmu itu tidak sejalan dengan tindakanmu di ruangan Rajesh tadi. Kamu tau dia sahabatku bukan? Lalu kenapa? Dan sejak kapan?"


"Itu nggak seperti yang kamu pikirkan sayang. Aku bisa jelasin kok." Nadine mengendurkan pelukannya.


Delvara memutar tubuhnya dan kini menghadap pada wajah gadis yang sudah lama selalu berhasil membuatnya jatuh cinta namun kali ini sama sekali tak ada rasa cinta itu lagi. Dua kali menyaksikan kebobrokan Nadine membuat Delvara mati rasa kepadanya.


Fixed nggak ada lagi cinta untuk Nadine.


"Sudah sejelas itu kamu masih mengelak? Ok,,, coba jelaskan kalau begitu apa yang sebenarnya terjadi di sana tadi." Delvara bersedekap.


"Itu,,, ng,,, aku,,," Nadine berpikir keras menyusun kebohongan.


"Aku melakukannya karena kamu!!!" pekik Nadine membuat Delvara kembali menghadapnya.


"Aku???" Delvara menunjuk dirinya sendiri.


"Iya kamu!! Kamu yang selalu cuek sama aku. Kamu yang nggak pernah ngerti apa yang aku mau. Kamu yang nggak pernah mau ngerti kalau aku butuh sentuhan dan kehangatanmu. Kamu yang tidak menjawab telponku semalam saat aku butuh belaian. Dan aku bisa dapatkan itu dari Rajesh." dengan tak tau malunya Nadine bicara seperti itu.


"Oh jadi begitu. Salahku ya?? Aku yang berusaha menjaga diriku dan dirimu,,, aku yang menjaga kesucian cinta kita berdua,,, aku yang menahan diri agar kita tak jatuh dalam pelukan dosa,,, aku yang ingin menyentuhmu hanya saat kamu sudah halal bagiku,,, semua aku gara garanya. OK Fixed!!We are over!!! Kamu sama aku udah nggak ada hubungan apa apa lagi."


Nadine tercengang mendengar keputusan Delvara.


"Nggak bisa gitu dong. Kamu gak bisa memutuskan sepihak saja!! Kita sudah lama menjalin hubungan Del!!" protes Nadine tidak terima.


"Kenapa nggak bisa? Apa main gila dengan Rajesh bukan termasuk perbuatan yang membenarkan aku memutuskan hubungan ini?? Apa pergi ke luar negeri dengan lelaki tua yang lebih cocok jadi ayahmu juga bukan alasan yang kuat untukku memutuskan semua ini??" Delvara mengungkit kejadian di bandara tempo hari.

__ADS_1


"Itu,,, kamu,,," Nadine kehilangan kata kata.


"Ya aku sudah tau. Kamu terlalu mesra dengan lelaki tua itu sampai sampai kamu nggak sadar ada aku di sana." Delvara hendak pergi lagi namun sekali lagi Nadine mencekal tangannya.


"Apa lagi Nadine??"


"Aku nggak mau putus darimu. Kita ini udah mau nikah Del." Nadine mengingatkan.


"Oh Ya?? Memangnya kapan kesepakatan menikah itu didapat?? Bukankah kamu masih tidak menyanggupi permintaanku untuk kita tetap tinggal bersama mamaku??"


Nadine tertunduk. Bibirnya mendadak kelu. Bayangan kehilangan masa depan terbaiknya sudah menari nari di pelupuk mata.


"Lagipula,,, kenapa nggak mau putus? Toh aku bukan lelaki yang bisa memuaskanmu bukan? Toh kamu juga nggak suka kuperlakukan baik baik bukan? Kamu juga sudah punya Rajesh yang bisa memuaskanmu dengan jari jarinya dan memberikanmu lolly popnya. Satu lagi,,,"


Nadine mengangkat wajahnya ingin mendengar lebih jelas.


"Kamu juga sudah punya pak tua itu. Jadi kamu udah nggak butuh aku."


Setelah itu Delvara langsung berlari menyusul Indah dan meninggalkan Nadine yang terpaku di tempatnya.


"Ini sih udah Fixed nggak ada maaf buat gue lagi. Nggak apa apa sih. Setidaknya gue masih punya Rajesh dan daddy. Gue nggak akan miskin miskin amat tanpa lo, Del. Lo bakal nyesel udah mutusin gue. Apalagi kalau sebenarnya karena perempuan dekil tadi itu."


Bukannya sadar diri, Nadine malah menyalahkan Indah dan menganggap bahwa Delvara sudah dirayunya.


...\=\=\=\=\=...


...Fixed author lembur terus sampai awal Januari ini guys. Bali lagi rame banget nih. Ada yang liburan ke Bali nggak? Boleh kok mampirin author,,,🤗...


...With love, ...


...Author....

__ADS_1


__ADS_2