
Brruugghhh,,,,
Sosok itu langsung terjatuh dan beruntungnya tangan Rajesh sangat cekatan menangkapnya hingga tubuh lemah itu tak sampai menghantam tanah.
"Hei nona,,, anda tidak apa apa? Nona,,, nona,,,"
Rajesh mengguncang guncang tubuh lemah gadis yang sudah tak sadarkan diri itu. Sepertinya gadis itu merasa dirinya sudah terselamatkan hingga dia tak melawan lagi kelemahannya itu.
"Siapa Jesh?? Hantu bukan??" teriak mama Rina sebelum benar benar mendekat.
"Bantu Rajesh menggotongnya masuk ma. Gadis ini pingsan." balas Rajesh setengah berteriak juga.
"Gadis?? Kan benar?? Itu hantunya si itu tuh. Ihhh biarkan saja Jesh. Sudah jadi hantu mana mungkin pingsan lagi. Dia itu pura pura. Cepat lepaskan!! Nanti kamu digigit lho." perintah mama Rina makin ngaco.
"Ma!! Gadis ini butuh pertolongan. Dia masih bernapas." teriak Rajesh mulai kesal pada ibunya yang makin ngelantur saja.
"Hantu kok bernafas sih??? Hantu kekinian??" batin mama Rina.
Rajesh tak bisa menunggu lagi untuk bantuan mama Rina yang terlihat malah hanya bengong di teras. Hujan juga tiba tiba turun membasahi bumi membuat Rajesh mau tak mau mengangkat tubuh gadis itu melewati mama Rina.
"Eh eh mau dibawa kemana?? Itu kan han,,,"
"Ma!! Berhenti membahas hantu. Nggak ada hantu!! Ini manusia hidup yang butuh pertolongan kita." Rajesh sedikit membentak setelah berhasil membaringkan tubuh gadis itu di atas dipan beralaskan tikar yang ada di teras kontrakannya.
Mama Rina pun terdiam. Memandang sesaat dan memastikan bahwa gadis itu bukan hantu perempuan yang santer dibicarakan akhir akhir ini di daerah itu.
"To,,, long,,,,"
Erang gadis itu membuat Mama Rina terlonjak kaget ketika melihat gadis itu perlahan bergerak dan bersuara.
"Rajessshhh!!!!" pekik mama Rina.
"Ada apa sih ma??" Rajesh datang membawa sebuah gelas berisi air putih yang sedianya akan diberikannya pada gadis itu.
"Itu,,, hantunya sadar." tunjuk mama Rina pada gadis lemah itu.
__ADS_1
"Maaa!! Bukan hantu. Jaga bicara mama." titah Rajesh yang muak akan hantu dan hantu yang terus dibicarakan mama Rina.
"Hei,,, kamu sudah sadar? Minumlah dulu." Rajesh membantu menegakkan tubuh gadis itu agar bisa duduk.
Gadis itu perlahan meminum air putih itu dan sesaat kemudian terlihat lebih baik dan tenang. Pandangannya sayu. Tubuhnya masih lemah dan sesekali ia tampak meringis kesakitan.
"Apa ada yang sakit? Kamu mau aku membawamu ke puskesmas??" tanya Rajesh prihatin.
Rajesh sangat ingin membantu namun sayangnya, dengan kondisi keuangan dan lokasi tempat tinggalnya saat ini, rumah sakit terlalu mahal untuk disebut atau dituju. Puskesmas desa 24 jam itu saja sudah cukup bagi Rajesh saat ini.
Gadis itu mengangguk lemah.
"Baiklah. Tunggu di sini sebentar. Aku ambil jaket dulu." pamit Rajesh sembari menyandarkan tubuh gadis itu ke tembok agar tak jatuh.
Rajesh segera beranjak masuk ke dalam disusul oleh mama Rina.
"Tunggu Jesh!!"
"Ada apa lagi ma? Jangan bahas hantu dan hantu lagi."
Mama Rina protes dan itu membuat Rajesh tertegun. Benar juga apa yang dikatakan mama Rina. Naik apa ke sana dan bayar pakai apa?? Tapi melihat gadis lemah itu membuat Rajesh mengingat sang istri yang hingga kini masih mengganggu hati dan jiwanya.
Gadis lemah itu mengingatkannya akan kelemahan istrinya, Indah.
"Rajesh akan menggendongnya ma. Rajesh juga akan pakai tabungan Rajesh. Semoga saja cukup untuk sekedar membuatnya mendapatkan pertolongan pertama." ujar Rajesh kemudian.
"Apa?? Mama nggak salah dengar??" mata mama Rina membulat sempurna.
"Iya ma. Rajesh akan tetap menolongnya." Rajesh segera mengenakan jaket satu satunya yang ia miliki dan ia rasa itu adalah yang paling bagus karena tak ada lagi saingannya.
"Tapi Jesh,,, kenapa??" tanya mama Rina.
Rajesh menghentikan langkahnya. Menunduk sejenak. Lalu mengangkat kembali wajah yang sudah basah oleh airmata yang menganak sungai.
"Indah ma. Anggap saja semua ini untuk menebus dosa dosa Rajesh pada Indah ma. Setiap perbuatan baik sekecil apa pun itu, Rajesh selalu lakukan karena semata mata mengingat Tuhan dan Indah. Rajesh ingin sekali dimaafkan ma."
__ADS_1
Mama Rina terdiam. Beliau tak lagi bertanya apa pun. Bahkan hanya mengekor saja melihat sang putra berusaha keras menggendong gadis itu dan menembus hujan malam itu menuju puskesmas yang terletak di ujung sana. Tidak jauh namun juga lumayan melelahkan kalau ditempuh dengan berjalan kaki apalagi dengan beban berat menggendong seseorang.
Melihat itu mama Rina tak terasa menitikkan airmata. Beliau begitu sedih sekaligus terharu mendapati perubahan sang putra. Rajesh nya sudah benar benar berubah dan itu membuat beliau juga merasa malu.
"Maafkan mama ya Jesh. Mama masih aja meminta makan enak,, menuntut diberikan tempat tinggal yang bagus,,, mengharap hidup mama tidak seperti ini. Mama merasa hidup mama hancur. Mama lupa bahwa yang hancur bukan mama sendiri tapi juga kamu. Kamu korban dari keculasan mama dan lelaki kampret itu." sungut mama Rina ketika tiba tiba mengingat papa Gunawan.
"Di mana dia sekarang? Pasti sedang enak enaknya kelonan sama sundellllnya itu!! Dasar menjijikkan. Menantu sendiri pun diembat. Ku doakan batanganmu itu melepuh!!!" umpat mama Rina mengingat semuanya.
Puas mengumpat dan memaki maki papa Gunawan meski tak ada orangnya, mama Rina lantas masuk kembali ke rumah karena tiba tiba ia bergidik ngeri mengingat cerita hantu lagi.
Di puskesmas,,,
Rajesh cemas menunggu. Ia berjalan mondar mandir. Antara tak sabar ingin tau keadaan gadis itu saat ini dan cemas kalau kalau uang yang dibawanya tidak cukup untuk membayar biaya penanganan puskesmas.
Uangnya tak seberapa. Tak sebesar niatnya membantu gadis malang yang belum dia tau siapa dan asal usulnya itu. Niatnya tulus ingin membantu namun dompetnya kurus tak membantu.
"Permisi. Anda yang mengantar nona muda tadi?" sapa seorang berseragam khas puskesmas pada Rajesh.
"Iya benar. Apa sudah selesai ditangani? Apa dia baik baik saja? Apa bisa segera saya bawa pulang?" tanya Rajesh tidak sabar.
"Maaf pak. Sepertinya ini harus melibatkan kepolisian. Kami tidak bisa mengijinkan pasien untuk dibawa pulang. Kami mohon anda juga mau dijadikan saksi." ucap perempuan berseragam itu membuat Rajesh heran.
"Polisi?" tanyanya.
"Benar pak. Gadis itu mengalami luka dan pendarahan juga di bagian alat vitalnya dan kami mendapat indikasi bahwa gadis itu adalah korban pemerkosaan. Gadis itu sendiri juga sudah mengiyakan tebakan kami. Dia mengatakan dirinya diperkosa lalu dibuang di pinggir desa ini dan andalah yang menolongnya."
"Apa saya boleh menemuinya?" tanya Rajesh makin merasa kasihan pada gadis itu.
"Silahkan. Dia juga ingin bertemu anda."
...\=\=\=\=\=\=...
...Siapa kira kira gadis itu ya 🤔🧐...
...With love, ...
__ADS_1
...Author....