Aku Menyesal Membuangmu

Aku Menyesal Membuangmu
Selamat Pagi


__ADS_3

...🌸POV Rajesh🌸...


"Selamat pagi,,, Semoga harimu selalu dilimpahi cinta."


Ku kirim kembali ucapan itu untuk kali ke 180. Ya,,, sudah 180 hari kulalui dengan ritual mengirim ucapan selamat pagi setiap paginya dan sudah 240 hari ku tutup dengan ritual mengirim ucapan selamat malam setiap malamnya.


Awalnya aku memang hanya berani menjadi bayangan penutup hari harinya saja namun sambutan baiknya membuatku lebih rakus untuk bisa menjadi pemula hari harinya juga.


Semoga saja memang hanya aku yang mengiriminya pesan seperti ini setiap harinya. Semoga tidak ada lagi lelaki lain yang menyamai langkahku,,, Aamiin.


Mengingat pesona kecantikan paras Indah, kepandaiannya dalam mengurus bisnis keluarga, kemahirannya, kebaikan hatinya, dan segala macam hal yang rasanya hanya bisa ku dapatkan dalam dirinya,,,, rasanya tak berlebihan jika itu membuatku takut.


Takut ada saingan,,, takut ada yang juga menginginkannya,,, takut pesan terakhir suaminya malah tidak bisa ku laksanakan.


Rodie,,, lelaki itu benar benar menghilang tanpa jejak. Meski jujur aku senang dengan menghilangnya dirinya tapi tetap saja aku menyayangkan caranya pergi. Kenapa harus tanpa kabar?? Kenapa harus dengan status yang tak kunjung diselesaikan? Aku terlalu tau bahwa Indah-ku tidak akan pernah mau menjadi istri yang menggugat cerai kecuali memang suaminya sebrengsek diriku dulu.


Aku merasa senang sekaligus bersalah pada Rodie,,, Aku senang diberi kesempatan tapi aku juga merasa bersalah karena lelaki itu malah memutuskan mengalah. Meski aku sempat tak menyetujuinya, meski aku juga masih sempat tidak percaya dengan kejadian terakhir di hari pernikahan mereka,,, meski lelaki itu masih sempat datang menemuiku untuk kedua kalinya hanya untuk meyakinkanku bahwa aku lebih layak mendampingi Indah,,, Tetap saja.


Gumpalan rasa bersalah terselip di hati ini. Apalagi tiap kali melihat wajah pucatnya. Mengingat penyakit yang pernah diceritakannya. Mengingat sesak napasnya. Ya Tuhan,,, masih hidupkah dia??


Di mana sebenarnya kamu Rodie? Kenapa begitu sulit melacak jejakmu. Bahkan wanitamu itu,,, kenapa bahkan Delvara sahabatku yang punya banyak akses pun sama sekali tak mendapat info apa pun tentangnya? Di mana kalian sebenarnya??


"Selamat pagi juga mas."


Notif pesan ponselku berbunyi dan bisa ku baca itu adalah pesan balasan dari Indah. Sebuah emoticon senyum juga dia selipkan di belakangnya. Hati yang semula resah memikirkan Rodie, kini hanya bisa tersenyum.


Entah kenapa meski hanya sebuah balasan pesan singkat seperti itu, rasanya menjadi mood booster terbaik setiap harinya untukku. Terlebih lagi tiap balasannya, Indah selalu menyebutku dengan panggilan "Mas".

__ADS_1


Terasa sejuk, terasa damai dan sangat dihormati.


"Mas sibuk nggak hari ini?"


Eh tunggu,,, kok ada pesan lagi darinya?? Aku sampai mengucek mata berulang kali tak percaya dengan penglihatanku sendiri. Bener kok,,, ini pesan dari Indah.


Tidak biasanya dia mengirimiku pesan lagi apalagi sampai menanyakan apakah aku sibuk atau tidak. Ada apa ya? Waaahhh ini sih namanya peningkatan lagi. Tidak boleh ku sia siakan.


Sikat mas Rajesh,,,, hehehe,,,


"Sibuk sedikit sih. Ada apa? Apa ada yang bisa ku bantu?" balasku tanpa ingin membohonginya karena aku memang selalu ada kerjaan.


Perlu kaliah tau,,, bisnisku sudah merambah luas. Aku bukan lagi pengusaha kripik tempe rumahan yang hanya bisa menyewa rumah kontarakan kecil untuk rumah produksi. Aku juga bukan bos yang hanya mampu menggaji para pekerjaku dengan angka minim lagi. Alhamdulillah, bisa ku pastikan semua pekerjaku mendapatkan gaji yang sesuai dan disertai tunjangan tunjangan terbaik yang sudah jadi hak setiap pekerja.


Rumah produksi sudah tak ku gunakan lagi karena aku sudah mampu membeli sebuah tanah yang kemudian ku dirikan pabrik produksi olahan tempe andalanku.


"Oh gitu ya,,, aku cuma ingin mengajak makan siang saja mas. Tapi kalau mas sibuk, mungkin ditunda lain kali saja."


"Kalau makan siang bisa. Kebetulan jam segitu aku sudah nggak sibuk. Katakan saja di mana tempatnya biar nanti aku langsung meluncur kesana." balasku cepat karena aku tak ingin melewatkan momen ini.


"Ku tunggu di rumah ya mas. Aku sendiri yang akan memasak untuk mas. Kebetulan aku libur hari ini jadi bisa santai di rumah dan memasak."


Lagi lagi sebuah emoji senyum menyertai dan membuat mataku auto melotot membacanya. Makan siang bersamanya dengan masakannya sendiri? Entah kenapa jantung ini udah lompat lompatan kegirangan. Hanya ajakan makan siang saja sudah mampu membuatku ingin berdandan seharian.


Ya ampun,,, lebaynya aku.


Rasanya lupa seperti apa sosok Rajesh yang dulu. Rajesh yang tak hanya punya satu dua atau tiga wanita,,, Rajesh yang tak pernah merasa grogi atau kehilangan rasa percaya dirinya di depan semua wanita,,, Rajesh yang bisa tinggal dengan telunjuknya saja bisa mendapat wanita mana pun yang ia mau,,, Bahkan hanya dengan jarinya sudah mampu mengobok obok liang kenikmatan wanita mana pun yang ia mau,,, Rajesh yang player,,, Rajesh yang brengsekk tepatnya.

__ADS_1


Kini sosok itu sudah hilang. Yang ada tinggal Rajesh yang merasakan bagaimana deg degannya hati saat jatuh cinta untuk pertama kalinya. Rajesh yang tiba tiba merasa grogi hanya untuk diajak makan siang. Rajesh yang tiba tiba merasa sangat tidak pantas mendapatkannya mengingat Indah masih suci sedangkan dirinya sudah pernah melakukan kegiatan ranjang dengan Nadine.


Ah,,, sampai di sana aku benar benar merasa tidak layak. Apa yang bisa ku persembahkan untuknya? Gadis sebaik Indah hanya dapat sampah sepertiku?? Pantaskah?? Haruskah ku tolak ajakan makan siangnya?


Tidak,,, jangan lakukan itu Rajesh!! Kamu akan mengecewakannya untuk kesekian kalinya jika kamu menolaknya kali ini. Bukankah ia sudah sangat bersemangat memasak untukmu? Bukankah sedari dulu kamu selalu tidak pernah mau menyentuh masakannya? Bukankah dulu kamu selalu menghinanya? Apa masih mau begitu lagi sekarang???


Sekarang saatnya kamu tebus semua kesalahanmu Rajesh!!


"Baiklah. Aku akan datang. Terima kasih atas undangan makan siangnya." ku tambahkan emoji kedua tangan menyatu yang sering digunakan untuk mewakili kata terima kasih sekaligus rasa hormat.


"Ku tunggu mas. Selamat beraktifitas. Semoga semua urusan mas dimudahkan. Aamiin."


"Aamiin. Terima kasih." jari jariku gemetar mengetiknya.


Fixed,,, hatiku berguguran. Rontok semua sampai ke cabang cabangnya didoakan seperti itu oleh Indah. Senang sekaligus sedih mengingat dulu bahkan aku tak pernah berterima kasih atau sekedar menjawab dengan kata Aamiin tiap kali ia mendoakanku.


Sering kali dulu ku lihat ia bangun di tengah malam. Bersujud kepadaNYA memohon ampunan dan yang paling banyak adalah mendoakanku. Segala doa terbaik yang rasanya dulu belum terkabul sama sekali.


Dan kini,,, sudah jadi tugasku untuk berusaha mengabulkan semua doa doa baiknya untukku selama ini.


Bantu aku Tuhan,,, tunjukkan selalu jalan menuju RidhoMU. Jangan biarkan hambaMU ini tersesat lagi. Aamiin,,,


...\=\=\=\=\=...


...Selamat pagi menjelang siang ya,,, selamat beraktifitas semoga segala urusan kita dimudahkan,,, 🙏😇🤲...


...With love, ...

__ADS_1


...Author....


__ADS_2