
Jalal sangat sedih melihat Putri kesayangannya kini terbaring di rumah sakit, jika nyawa Putri sampai tidak tertolong ia pasti akan merasa sangat bersalah karena telah gagal menjaga nya, kalau saja mereka masih belum juga mendapatkan pendonor nya Jalal tidak tau lagi harus berbuat apa karena Golongan darah Jalal dan Zahra tidak sama dengan Putri.
Karena sebenarnya Putri bukanlah anak kandung dari Jalal dan Zahra dan ke dua orang tua kandung Putri telah meninggal dunia ketika ia baru berumur satu tahun, orang tua Putri meninggal karena kecelakan mobil dan orang yang telah menabrak mobil orang tua Putri adalah Zahra yang kini ibu angkat nya Putri.
Pada malam terjadinya kecelakaan itu Zahra memaksa untuk belajar mengendarai mobil malam itu juga , padahal Jalal sudah mengingatkannya Besok saja tetapi Zahra tidak mau mendengarkannya dan di perapatan jalan saat Zahra ingin melaju lurus ia tidak memperhatikan rambu jalan di depan nya menunjukan lampu merah.
Zahra terus menyetir dan akhir nya langsung menabrak mobil orang tua nya Putri yang melaju ke arah kiri, saat mereka menghampiri mobil itu ternyata dua orang di dalam telah meninggal dunia, maka untuk menebus kesalahan nya Jalal dan Zahra pun mengasuh Putri menjadikan anak mereka, tidak ada satu orang pun yang tau kalau Putri bukan anak kandung mereka karena usia Ratu saat itupun baru dua tahun tentu saja ia belum tau apa-apa.
itulah sebabnya mengapa Jalal sangat menyayangi Putri, ia tidak tega melihat Putri di perlakukan tidak adil di rumah nya. Karena yang merenggut kebahagiaan Putri adalah istri nya sendiri.
"Maafkan Ayah Put, tidak bisa menjaga mu dengan baik" Gumam nya menyesal.
Karena keluarga Putri sudah di rumah sakit, maka Gilang, Rijal dan Rasti pun berpamitan untuk pulang.
"Tolong sampaikan salam kami pada Putri, Pak" ujar Gilang.
"baik nak Gilang, terimakasih banyak sudah membantu" balas nya sambil bersalaman.
Gilang pulang sendirian dan Rijal mengantar Rasti pulang, di perjalanan Rijal tidak berkata sepatah kata pun ia hanya diam dan fokus menyetir namun Rasti yang memperhatikannya dari tadi mulai merasa bosan lalu ia pun coba mengawali pembicaraan.
__ADS_1
"kamu kenapa Jal? apa kamu masih memikirkan Putri, memang! aku sekarang adalah pacar mu tapi aku tau hati kamu sampai saat ini masih untuk Putri. Apakah kamu tidak mau mencoba sedikit saja memberi waktu agar aku bisa membuat mu mencintai ku"? kata Rasti memandang wajah Rijal dengan serius.
"kamu ngomong apaan sih Ras? aku gak ngerti, sudahlah jangan bahas masalah ini dulu kita bisa membicarakan nya nanti". katanya yang sedang bersikap dingin.
Lalu Rasti pun terdiam dan memalingkan wajah nya ke arah kaca mobil " apa mencintai mu adalah kesalahan" katanya dalam hati.
Hari pun telah berganti malam. . .Jalal dan Zahra masuk ke dalam ruangan Putri setelah mereka masuk rupanya Putri sudah dari tadi terbangun dari tidur nya, tanpa basa basi dan memperhatikan keadaan Putri, Ibunya langsung berkata....
"Nak Gilang seperti nya perhatian bangat sama kamu Put? ingat yah sama janji kamu"
" ibu ini bicara apa sih? Putri sekarang lagi sakit bu apa tidak ada pembicaraan lain yang bisa bikin Putri semangat dan menurut ayah siapapun yang melihat kecelakaan itu pasti melakukan hal yang sama seperti Nak Gilang" Jalal membantah.
"gimana keadaan nya Kak Putri bu?" tanya Dewi dengan mata nya yang masih berkaca-kaca.
"Lihat saja sendiri sana" jawab nya ketus.
" Ibu kenapa sih keluar-keluar dari kamar Putri kok marah-marah?" sambung Ratu memegang tangan ibu nya namun Zahra tidak menjawab pertanyaan Ratu.
sementara di dalam ruangan Jalal bertemu dokter, menanyakan kapan Putri baru bisa pulang " kira-kira dua atau tiga hari lagi pak" jawab dokter.
__ADS_1
sementara Jalal menyuruh Zahra dan anak-anak nya untuk pulang duluan " biar ayah saja yang nemanin Putri di sini" kata Jalal.
Pagi nya Gilang ingin ke Rumah sakit untuk menjenguk Putri tetapi tidak jadi karna ia harus ke sekolah memenuhi kewajiban nya sebagai Guru.
sesampai nya Gilang di sekilah tiba-tiba saja langsung di hampiri oleh Rasti dan Desta. "pak Gilang gimana kabar nya Putri apa dia sudah di perbolehkan untuk pulanf?" tanya Desta sedangkan Rasti diam saja tidak merespon.
"saya belum tau keada.an nya sekarang tapi ntar pulang sekolah aku mau nengokin kalian mau ikut?? "boleh" sambung nya.
sementara jam pulang sekolah sudah berbunyi mereka pun siap-siap untuk pergi ke rumah sakit tetapi Rasti tidak mau ikut karena harus pergi ke Mall alasan nya.
sesampainya di rumah sakit Gilang dan Desta pun langsung menuju ruangan Putri namun saat ingin masuk ke dalam ruangan Gilang di tahan oleh Ratu. Ratu mengajak nya untuk menemani nya ke kantin kebetulan ia belum sarapan katanya".
Gilang tidak dapat menolak nya karena ia sudah terlanjur janji sama Putri, ia ingin sekali menjaga perasaan Putri jika hubungan nya dengan Ratu bisa membuat Putri bahagia maka ia akan melakukan nya walau sebenar nya sakit dan tidak mampu.
sesampai nya di kantin " kamu mau mesan apa Mas" kata Ratu.
"tidak usah repot-repot lagi pula aku tadi sudah makan di jalan sama Desta" tolak nya sembari senyum.
setelah selesai makan mereka kembali ke ruangan Putri rupa nya di dalam sana sudah ada Desta yang sedang berbincang-bincang dengan nya.
__ADS_1