
Satu Minggu kemudian....
pagi itu, Putri menonton tv di dalam kamar nya dan membuka chenel yang menayangkan berita seputar karena mungkin saja sudah ada perkembangan dari pencarian pesawat itu....karena dengan terus berganti nya hari, Putri selalu menunggu kabar dari tim penyelidik yang mencari para penumpang yang jatuh dari pesawat itu namun ia belum juga di hubungi dari pihak yang bersangkutan. Tidak lama kemudian berita di tv itu pun mengatakan kalau pesawat nya sudah di temukan di daratan yang tidak jauh dari laut dan desa kecil di sekitar nya, pesawat itu terbakar dan tidak di temukan satu jenazah pun yang utuh tubuh nya. Lalu Putri pun kembali menangis karena mengingat almarhum Mawar.
Sore nya, Fian datang lagi ke rumah Rudra karena ia berniat untuk mengajak Rasti jalan-jalan. Sesampai nya ia di sana..ia melihat Bunga yang sedang menyiram tanaman lali ia pun menyapa nya, kemudian Bunga mempersilahkan nya untuk masuk dan duduk di ruang tamu sementara ia mengambilkan minuman untuk nya. Tidak lama kemudian, Putri pun keluar dari kamar nya dan melihat Fian sudah ada di ruang tamu lalu ia pun menghampiri nya.
"Haiii kak, gimana kabar nya?" ucap nya.
"baik, di mana Rasti?" lanjut nya. Putri pun mengatakan kalau Rasti sedang ada di dalam kamar nya lalu ia pun pergi memanggil nya, tidak lama kemudian Bunga pun datang dengan membawa secangkir kopi untuk nya.
"silahkan di minum Mas" ucap nya.
"terimakasih" kata Fian dan Bunga pun kembali melanjutkan pekerjaan nya di dapur. Sementara Putri dan Rasti pun kembali menemui Fian, ia bertanya ada perlu apa ia ke sana lalu Fian menjawab bahwa ia ingin bertemu dengan diri nya dan akan mengajak nya keluar rumah sebentar, namun sebelum nya Fian belum berkenalan langsung dengan Rasti.
"salam kenal yah, nama ku Fian" ucap nya.
"ya, sama-sama..aku Rasti" lanjut nya.
Lalu mereka pun pergi berjalan-jalan..Dalam perjalanan Fian mengutarakan isi hati nya pada Rasti namun ia menanggapi nya biasa saja. Ia mengatakan pada Fian kalau ia sedang menyukai orang lain sehingga ia tidak bisa menerima Fian. Fian pun mengerti dengan keputusan nya namun semua nya sudah terlanjur karena Minggu kemarin Fian sudah mengurus pindahan nya dari Surabaya ke Jakarta ..hanya agar ia bisa mendapatkan Rasti tetapi ternyata hari ini Rasti malah menolak nya. Namun Fian tidak akan menyerah ia berjanji pada diri nya sendiri agar selalu menunggu nya sampai ia siap menerima cinta nya.
Sementara di rumah, Putri menerima telepon dari Rudra..ia menanyakan kabar nya dan keadaan di rumah.
__ADS_1
"apa kau di rumah baik-baik saja sayang" ucap nya.
"aku baik, dan semua nya juga baik..tapi aku kesal sama kamu Rudra" kata nya sambil menghembuskan nafas panjang nya.
"kenapa?" ucap nya lagi.
"kata nya! kau hanya pergi untuk beberapa hari saja tapi ini sudah masuk satu Minggu..apa kau tidak merindukan ku?" ucapan manja nya membuat Rudra gemes dan mengginggit ujung bibir nya sendiri dan tidak lama kemudian telepon nya pun berakhir karena memang jaringan di luar kota saat itu sedang tidak baik.
Beberapa saat kemudian, Fian pun mengantar Rasti kembali ke rumah dan ia langsung pamit untuk pulang. sementara Rasti melangkah masuk ke dalam rumah nya, ia pun langsung menuju kamar nya untuk beristirahat namun Putri memanggil nya dari arah meja makan ketika ia melihat nya. Putri meminta nya untuk makan malam bersama namun ia mengatakan kalau ia sudah makan di luar bersama Fian.
"Baik lah" ucap Putri yang sedang makan malam sendirian, tetapi tidak lama kemudian Bunga pun menghampiri Putri dan mengatakan kalau ia menemukan Daery milik Rasti dan sempat membaca nya.
"lalu apa urusan ku" ucap Putri.
"siapa yang di bunuh?" ucap Risma, namun ia tidak mendengarkan semua pembicaraan nya.
"Mmmmm,, itu.. tetangga saya Bu, di bunuh" ucap nya berbohong karena ia tidak ingin Risma mengetahui nya sebab Risma sangat mempercayai Rasti. Kemudian Putri meminta nya untuk makan bersama namun Risma mengatakan kalau ia akan memakan nya nanti setelah selesai mandi.
"aku sudah tau semua nya, jadi lupakan saja masalah Daery itu" kata nya dan melanjutkan makan nya.
Beberapa saat kemudian, ia pun telah selesai makan dan akan pergi ke kamar nya untuk beristirahat tidak lama kemudian ia pun tertidur lalu bermimpi kalau Kakak nya Mawar kembali ke rumah nya dan menemui diri nya.
__ADS_1
"kakak!!! kau telah kembali? kau tidak meninggal kan ku? kakak....kakak....kakakkkkkk...." ucap nya saat masih tertidur sehingga terdengar oleh Bunga yang masih saja bekerja saat malam, ia pun langsung masuk ke dalam kamar Putri dan membangun kan nya. Tidak lama kemudian, ia pun terbangun dari mimpi indah nya itu.
" Mba Putri mimpi apa? sampai berteriak seperti itu" ucap Bunga.
"aku bermimpi kakak ku hidup kembali Bunga, dan aku merasa itu nyata sekali" ucap nya.
"itu hanya mimpi Mba, ikhlaskan lah ia sudah tenang di alam sana" ucap Bunga menenangkan Putri dalam pelukan nya, lalu kemudian membiarkan Putri untuk kembali tidur sementara ia akan pergi ke kamar nya untuk beristirahat juga.
Keesokan Hari nya Fian pergi ke kantor dan bertemu dengan kakak nya Desta yang bernama Andre yang tidak lain adalah sahabat nya dulu dan mereka sekarang bekerja pada satu perusahaan. Fian mengatakan pada Andre kalau ia sudah pindah ke Jakarta dan akan menetap di sana.
"bagus dong men.. jadi kita bisa sering-sering nongkrong bareng, ia gak?" ucap nya senang.
"Pasti nya.." lanjut Fian.
siang ini Rudra mengabari Putri kalau ia sedang dalam perjalanan menuju Jakarta dan Putri sangat senang mendengar nya ia pun menutup telepon nya dan meminta Bunga untuk memasak semua makanan kesukaan Rudra karena ia akan sampai di Jakarta beberapa Jam lagi. Namun Rasti kesal setelah mendengar kabar itu karena ia belum sempat mencelakai Putri selama tidak ada Rudra di rumah. Ia pun segera melanjutkan rencana jahat nya itu, Rasti memanggil Bunga untuk ke kamar nya dan Bunga pun menemui diri nya.
"ada apa Mba Rasti memanggil saya?" ucap nya.
"apa kamu sedang memasak untuk makan siang?" kata nya.
"ia mba" lanjut nya.
__ADS_1
"Kalau begitu kau saja yang mencampurkan vitamin ini kedalam minuman milik Putri, Ini vitamin dari Ibu ku dan dia seorang Dokter maka itu kau tidak meragukan nya kan?" ucap nya ... lalu tanpa memikir panjang Bunga pun percaya dengan perkataan Rasti, padahal cairan dalam botol itu adalah racun yang akan bisa membunuh Putri dan calon bayi nya sekaligus bukan Vitamin yang seperti di katakan nya itu. Rasti sengaja menyuruh Bunga untuk melakukan itu agar ia bisa mencuci tangan dan mengorbankan Bunga.
Haiiii guys...nantikan cerita selanjut nya yah!!!! Terimakasih....