Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 31. Acara pernikahan Rudra dan Putri.


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Putri dengan Rudra, sama sekali tidaj pernah terlintas di pikiran nya kalau ia harus menikah dengan orang yang tidak ia cintai, Putri tidak bisa membayangkan bagaimana hari-hari nya ke depan nanti. kadang kala ia menyalahkan ke adaan yang selalu mempermainkan nya, sering muncul pertanyaan di benak nya " apa salah ku " yang pasti semua akan indah pada waktu nya.


Pagi ini Putri harus pergi ke butik mengambil baju pengantin nya dengan di temani oleh sang kakak dan setelah itu langsung pergi ke salon untuk bersiap-siap. Sementara Rudra akan ikut menyusul nya nanti karena ia harus mempersiap kan pengawal nya untuk berjaga-jaga di hari pernikahan mereka. Setelah beberapa jam kemudian Putri dan Rudra pun bertemu pada salon yang sama mereka di hias seperti Raja dan Ratu sangat cantik dan tampan sampai Mawar tidak mengenal adik nya sendiri.


"kau sangat cantik Put, semoga bahagia" ucap nya sembari membantu nya merapi kan kerudung pengantin nya.


"terimakasih kak" lanjut nya.


Setelah Selesai di rias, mereka pun langsung pergi ke tempat pernikahan nya. Sesampai nya di sana sekilas Putri merasa sangat berharga karena mempunyai kesempatan berada di sebuah pelaminan yang sangat mewah dan megah "andai saja ini benar-benar hari pernikahan yang ku ingin kan"gumam nya. mereka pun naik ke pelaminan dan di iringi oleh musik yang terdengar sangat merdu, semua para tamu undangan telah datang termasuk Galang, namun semenjak Galang di putusin oleh Putri ia seperti orang yang kehilangan akal yang berani melakukan apa saja demi kepuasan nya, ia sangat berbeda dari sebelum nya. Dalam pernikahan itu ia berani membawa senjata sebuah pistol untuk menghabisi Rudra dan berniat untuk merebut Putri kembali. acara pernikahan nya pun telah di mulai, Galang mengangkat pistol nya ke arah Rudra dan akan menembak nya namun ia tidak berhasil melakukan itu karena pengawal Rudra cepat mengurus nya dan mengusir nya dari sana.


"Lihatlah nanti Put! jika aku tidak bisa memiliki mu maka siapapun juga tidak boleh memiliki mu" ucap Galang.


Rudra melaksanakan ijab kabul nya dengar lancar sehingga mereka berdua di katakan ' syah ' menjadi suamin istri. Para undangan pun memberi ucapan selamat kepada mereka berdua setelah para undangan bubar baru lah keluarga Jalal yang memberi nya selamat.

__ADS_1


"selamat nak, semoga kebahagiaan mu berawal dari pernikahan mu" ucap ayahnya Jalal.


"terimakasih ayah" kata Putri dengan memeluk ayah nya.


Setelah acara pernikahan telah usai, Rudra pun meminta ijin kepada Mawar untuk membawa Putri tinggal dirumah bersama nya. Mawar sangat merasa sedih karena ia harus kembali melepaskan adik nya yang baru sehari saja tinggal bersama nya. Tetapi demi kebahagiaan adik nya ia rela melepaskan nya.


"tenang lah kakak ipar kau masih bisa menemui nya kapan pun kau mau" ucap Rudra kepada Mawar. Mawar pun pergi ke kamar Putri untuk membantu mengemasi barang-barang nya. Putri tidak tega melihat Mawar yang terus saja menangis karena untuk kepergian nya, Putri menghentikan tangan Mawar yang sedang memasukan pakaian nya ke dalam koper.


"jaga diri mu baik-baik di sana, aku akan sering-sering menengok mu" kata Mawar.


kemudian Mawar mengantar mereka berdua sampai naik ke mobil nya. Lalu mereka memulai perjalanan nya ke rumah Rudra dan kali ini Rudra memakai supir pribadi nya namun dalam perjalanan tiba-tiba saja ponsel Rudra berbunyi ia menerima ponsel dari salah satu pengawal nya tadi lalu ia mengangkat nya.


"ia, ada apa kau menelpon ku" kata Rudra .

__ADS_1


"ku harap kau dan istri mu harus berhati-hati Pak, karena ada seseorang yang ingin membunuh mu atau istri mu, maka berjaga-jaga lah." kata Pengawal nya itu, ia memberitahu tentang kejadian yang ada di pesta pernikahan nya tadi, seingat Rudra! ia tidak pernah mempunyai musuh tapi kenapa sekarang ada yang menginginkan nyawa nya. "siapa sebenar nya orang itu" gumam nya. Rudra lupa memberitahu supir nya agar tidak mengambil jalan motong karena ia takut akan sangat berbahaya namun Supir nya terlanjur mengambil jalan pintas dan sangat tidak mungkin untuk putar balik karena harus berjalan beberapa meter ke depan lagi agar bisa putar balik. Akhir nya mereka terpaksa melanjutkan perjalanan nya Rudra memperingati supir nya untuk ngebut namun tetap berhati-hati. Melihat Rudra yang sangat panik membuat Putri merasa Khawatir, dan perasaan nya tidak tenang.


"kau kenapa Rudra! ada apa? kau kelihatan nya sangat panik" kata Putri menunjukan wajah cemas nya.


"ada seseorang yang menginginkan satu di antara kita meninggal jadi waspadalah Put" ucap nya.


Putri sangat takut saat itu, kemudian tiba-tiba saja supir nya menghentikan mobil nya secara mendadak karena ada seseorang yang berdiri di depan mobil mereka dari jarak dua meter dengan mengangkat senjata nya. Lalu Rudra mengajak Putri untuk segera keluar dari mobil dan berlari masuk ke arah hutan, dan Galang mengejar mereka dengan pakaian tertutup sehingga mereka tidak bisa mengenali nya. sementara sebentar lagi hari pun akan gelap Putri semakin merasa takut, namu di sisi lain Gilang menyusul Galang karena ia sudah tahu rencana busuk saudara kembar nya itu. Di tengah jalan Gilang menemukan mobil Rudra dan pikir nya pasti Galang sedang mengejar mereka, dengan Cepat Gilang mencari nya dan setelah beberapa saat kemudian ia pun menemukan Galang lalu menarik tangan nya dengan kencang kemudian membuat pistol nya ke bawah jurang lalu membuka penutup muka Galang, sehingga Rudra dan Putri yang masih berada di sekitar situ melihat dengan mata kepala nya sendiri kalau Galang lah yang ingin mencelakai mereka. Kemudian Rudra ingin memberi pelajaran pada Galang namun Putri melarang nya karena ia takut Rudra akan di habisi oleh mereka, tidak lama kemudian Gilang mengajak nya untuk pulang dan menyadarkan atas kesalahan yang sudah di perbuat nya. Rudra pun mengajak Putri kembali ke mobil namun saat melangkah kaki Putri malah tersandung potongan kayu dan kaki nya mengalami cedera.


"ku rasa kaki ku terkilir dan rasa nya sakit sekali" Putri merintih kesakitan. Kemudian Rudra pun menggendong nya dan tidak lupa Putri memegang kerah baju Rudra. Sesampai nya di mobil mereka pun tidak melihat supir nya karena ia tadi ikut lari bersama mereka. Lalu Rudra menelpon nya dan meminta nya untuk langsung pulang ke rumah, dan mereka pun melanjutkan perjalanan nya.


Sementara di lain tempat Gilang memarahi Galang karena ia tidak percaya hanya karena dengan alasan cinta ia bisa melakukan hal serendah itu, Galang yang di anggap nya sosok yang bijaksana dan bertanggung jawab itu bisa berubah hanya karena seorang wanita. Galang merenungkan kesalahan nya karena telah bertindak bodoh, tidak lama kemudian Indah pun menghampiri mereka ketika sudah mendengar semuanya ia menenangkan jiwa Galang.


"Nak lupakan Putri, mungkin bahagia nya bukan bersama mu dan cobalah membuka hati mu untuk Ratu" ucap Indah lalu memeluk Galang dan mengusap air mata Galang yang penuh penyesalan.

__ADS_1


__ADS_2