Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 73. Berkunjung ke rumah Jalal dan Zahra.


__ADS_3

Pagi ini, seperti biasanya Putri bangun tidur lebih awal semenjak ia diperlakukan kurang baik oleh Risma ia selalu bangun jam empat subuh sementara selama ini Rudra tidak memperhatikannya dan ia tidak sadar bahwa Putri sekarang bangun sepagi itu namun tiba-tiba saja saat itu Rudra terbangun dan ia meraba di sekelilingnya tetapi tidak ada Putri di sana ia pun turun dari ranjangnya dan pergi mencari putri.. untuk beberapa saat kemudian terdengar suara guyuran air di dalam kamar mandi.


" kenapa Putri bangun sepagi ini? aaah! mungkin saja ia sedang BAB" ucapnya lalu kembali ke tempat tidurnya dan menunggu Putri keluar dari kamar mandi. Saat Putri keluar dari sana ia pun turun ke lantai bawah dan mulai melakukan pekerjaan rumah dari menyapu, mengepel, mencuci piring dan memasak untuk sarapan pagi namun ia biasanya memasak sehabis shalat subuh, karena penasaran Rudra pun ikut turun ke bawah dan memperhatikan kesibukan Putri lagi-lagi Rudra masih merasa heran dengan sikapnya karena menurutnya tidak biasanya ia melihat Putri sesibuk ini sampai harus bangun pagi. Rudra pun menghampirinya dan menghentikan tangan Putri yang sedang membersihkan meja di ruang tamu.


"iiiiihhhhh Rudra! kau membuatku kaget saja..kenapa kau terbangun sepagi ini" ia bertanya pada Rudra.


"harusnya aku yang bertanya sayang kenapa kau bangun sepagi ini? biasanya juga kau bangun hanya untuk shalat lalu setelah itu tidur lagi" katanya penasaran.


" A.a.aaaakuu,, aku sengaja bangun pagi Rudra supaya pekerjaan rumah cepat terselesaikan..karena nanti aku ingin berkunjung ke rumah Ayah" katanya dengan suara terbata-bata dan terpaksa berbohong.


" baiklah, nanti biar ku antarkan kesana..dan secepatnya akan ku Carikan pembantu agar kau tidak perlu melakukan ini semua" ucapnya. Sementara Risma sudah dari tadi memperhatikan obrolan mereka dari dalam kamarnya dengan sedikit membuka pintu kamar tersebut ia merasa kesal karena Rudra selalu saja membelanya.


hari pun mulai terang, mereka semua bersiap-siap untuk pergi beraktivitas seperti biasanya namun Rudra mengantar Putri terlebih dahulu setelah itu ia baru melanjutkan perjalanannya ke kantor. Sesampainya di rumah Jalal mereka pun turun dari mobil dan mengetuk pintunya sambil mengucap "Asalamualaikum" ucapan bersamaan,,tidak lama kemudian Dewi membuka pintu nya dan ia terkejut melihat kakak kesayangannya datang ke rumahnya sepagi itu iapun mencium tangan Rudra dan Putri lalu mempersilahkan mereka masuk sementara Dewi pergi ke lantai atas untuk memanggil Ibunya yang sedang berada di dalam kamar.


"Ibu, di bawah ada Kak Putri ayo temui dulu Bu" ucapnya sangat senang.

__ADS_1


" Benarkah? baiklah kau turun saja duluan Ibu akan menyusul sebentar lagi" lanjut Zahra.


tidak lama kemudian,.......Zahra pun menghampiri mereka yang sedang duduk di ruang tamu setelah melihat Ibunya mereka pun mencium tangannya lalu Rudra berpamitan kalau ia harus segera ke kantor.


"kenapa kau buru-buru sekali Rudra duduklah dulu biar Ibu membuatkanmu kopi" ucap Zahra menunda kepergian Rudra.


"maaf Bu mungkin lain kali saja aku hari ini harus bertemu dengan klien penting aku takut kesiangan Bu jadi aku harus tepat waktu" lanjut nya dengan perasaan tidak enak karena sudah menolak permintaan Ibu mertuanya.


"Baiklah nak hati-hati di jalan ya semoga pertemuannya dilancarkan" ucapnya lalu Rudra pun pergi sementara ia melanjutkan obrolannya dengan Putri. Tidak lama kemudian Dewi mengajak mereka untuk sarapan bersama karena hari ini ia sengaja memasak banyak setelah kedatangan Putri.


"ayahmu sudah ke kantor tadi pagi-pagi sekali Put pas banget ayah mau berangkat kalian sampai di rumah" kata Zahra.


"oh begitu ngomong-ngomong masakanmu masih enak ya Dewi masih kayak dulu bagaimana sekolahmu sekarang?" lanjutnya.


"Alhamdulillah sekolahku lancar Kak , lalu bagaimana dengan keadaan kakak sekarang apa kakak udah ada tanda-tanda kehamilan?" ucap Dewi yang tidak tahu dengan perasaan Putri saat ini, karena ia terdiam tanpa menjawab pertanyaan Dewi..Zahra pun melirik ke arah Dewi seolah mengatakan kalau ia tidak suka dengan pertanyaannya itu lalu Dewi pun meminta maaf kepada Putri atas kelancangan nya namun Putri berkata;

__ADS_1


"tidak apa-apa Wi tidak ada salahnya kau bertanya seperti itu mungkin saat ini Allah belum memberikan rezeki itu kepada kakak dan Rudra" ucapnya membalas pertanyaan Dewi sambil tersenyum. setelah mereka selesai makan Zahra pun mengajak Putri untuk berjalan-jalan di halaman rumahnya sambil melanjutkan obrolan mereka mengetahui keadaan Putri sekarang yang susah untuk hamil lagi Ia pun menyarankan Putri untuk mengikuti proses bayi tabung namun Putri menolaknya karena beralasan untuk melakukan itu akan sangat membutuhkan biaya yang sangat besar dan ia tidak ingin menyusahkan Rudra. lalu Zahra pun memberi ide lain pada Putri dengan memintanya untuk mengasuh anak dari panti asuhan namun Putri pun menolaknya juga dan ia berkata;


"mungkin mertuaku tidak akan setuju dengan hal itu karena ia hanya ingin menerima cucu dari darah daging kami Bu" ucapnya menunduk tanpa berani menatap Zahra.


"Apa yang terjadi padamu Put apa hanya gara-gara kau tidak bisa hamil mertuamu memperlakukanmu secara tidak baik katakan saja pada ibu" lanjut nya.


"tidak Bu, aku dan mertuaku baik-baik saja hanya saja aku merasa kurang sempurna di mata dia" ucapnya Zahra pun mengerti akan perasaan dan keadaannya saat ini ia pun tidak bisa memaksakan kehendaknya dalam urusan rumah tangganya Ia hanya bisa memberikan semangat pada Putri dan ia meyakinkan padanya kalau suatu saat nanti iya pasti bisa hamil. tidak lama kemudian Dewi pun menghampiri mereka dengan membawa ponsel yang ia genggam di tangannya lalu ia memberikan ponsel itu kepada ibunya dan memberitahu kalau Ratu menelepon dan menanyakan kabar dirinya sementara itu Dewi mengajak Putri untuk ke teras rumahnya karena ia sudah membuatkan minuman orange jus untuknya.


"kak Putri,, Apa Kak Desta belum balik dari luar negeri atau dia tidak akan pernah ke sini lagi" ucap Dewi .


"kakak sudah tidak kontekan lagi sama Desta karena nomornya yang dulu tidak bisa dihubungi lagi mungkin dia sudah mengganti nomor telepon" lanjut Putri.


beberapa saat kemudian, Putri pun menerima pesan whatsapp dari Rudra ia mengatakan kalau iya menjemputnya nanti sore dan Putri pun mengiyakannya, setelah membaca pesan dari Rudra.. Putri pun mengatakan pada Dewi kalau ia ingin melihat album foto keluarga mereka karena saat ini ia sedang rindu dengan masa-masa kecil mereka lalu Dewi pun mengajak Putri masuk ke dalam kamarnya kemudian memberikan beberapa album foto padanya.


"hai guys sorry yah ,,untuk ketelatan episodenya...karena Senin sampai jum.at saya kerja pagi pulang malam..jadi waktu kosongnya di rumah cuman 1 jam..mohon pengertiannya yah Teman-teman jangan lupa like and comment serta kritikannya agar saya bisa memperbaiki setiap kesalahan dalam penulisan novel ini terima kasih untuk pembaca setia saya dan semoga kalian suka bye-bye"

__ADS_1


__ADS_2