
Sesampainya Risma dan Rindu di rumah..Risma pun mempersilahkan Rindu masuk dan langsung mengarah ke ruang tamu, kebetulan sekali Rudra dan Putri sedang bermain dengan bayinya disana lalu mereka pun menghampirinya serta memperkenalkan Rindu pada mereka. Risma memberitahu Rudra dan Putri kalau ia hampir saja ditabrak oleh sebuah motor dan rindulah yang menolongnya kemudian Rudra pun berterima kasih kepada rindu akan hal itu namun Risma meminta Rudra untuk memperkerjakan rindu sebagai asisten pribadi di kantornya karena menurutnya rindu adalah gadis yang sangat baik dan jujur. Rudra pun menyetujuinya karena memang saat ini ia sedang mencari asisten baru untuknya. untuk sementara waktu Risma meminta Rindu untuk tinggal bersama mereka karena saat ini ia belum mempunyai tempat tinggal Rindu merasa tidak enak hati karena harus tinggal bersama mereka apalagi orang yang baru dikenalnya bahkan sekarang menolong dirinya.
"tinggallah bersama kami untuk sementara waktu Rindu dan kau besok harus sudah mulai bekerja di kantorku setelah gajian pertama kau bisa mencari kontrakan untukmu tinggal" ucap Rudra memberi saran.
"terima kasih Pak atas semua pertolongannya" sahut Rindu.
"kau boleh memanggil saya dengan sebutan bapak tapi jika itu di kantor kalau di luar kantor panggil saja nama saya Rudra atau Mas Rudra sepertinya kita seumuran" lanjut Rudra.
"baiklah" ucap Rindu.
lalu Putri pun mengantarkan Rindu ke kamarnya sementara itu ia menitipkan bayinya pada Rudra. Putri memberikan beberapa baju kepada Rindu untuk dikenakan saat bekerja. iya pun mengajarinya berbagai hal dari tata cara berbicara jika bertemu dengan klien serta menulis laporan dan masih banyak lagi. setelah itu Putri pun meminta Rindu untuk segera mandi dan mengganti pakaiannya lalu pergi ke ruang meja makan untuk makan siang.
"terimakasih banyak mba, sudah mau membantu" ucapnya.
"sama-sama Rind" balas Putri tersenyum.
beberapa saat kemudian Rindu pun keluar dari kamarnya dan menghampiri mereka yang sudah berada di meja makan dengan rasa tidak enak hati ia berjalan namun Putri menghampirinya dan menggandeng tangannya.
" tidak usah sungkan Rin,, anggap saja Ini rumahmu sendiri" kata Putri dan Rindu membalasnya dengan senyuman lalu merekapun memulai makan siang nya sementara bayi mereka baru saja tertidur.
__ADS_1
hari telah sore ..Rindu menyibukkan dirinya di dapur karena ia berniat akan memasak untuk makan malam mereka nanti. sementara Putri sedang sibuk mengurus bayinya namun tidak lama kemudian Risma masuk ke dalam kamar Putri dan menggantikannya mengurus Indah dan Putri pun pergi ke dapur untuk memasak namun ternyata di sana makanan sudah siap dan rumah pun sudah bersih dan rapi.
"apa kau yang mengerjakan semuanya Rin?" ucap Putri.
"iya Mbak aku yang melakukannya, aku tidak bisa berdiam diri sementara aku tinggal di rumah orang" lanjutnya.
"kau tamu di rumah ini tidak seharusnya kau bekerja seperti seorang pembantu" kata Putri.
"tidak apa-apa Mbak anggap saja ini sebagai ucapan terima kasih karena kalian sudah berbaik hati menolongku" kata Rindu.
sejak pertama kali Rindu bertemu dengan Rudra tadi pagi iya langsung menyukainya meskipun iya sudah mengetahui kalau Rudra dan putri adalah suami istri. Rindu sangat berharap kelak ia akan bisa menjadi istri Rudra meskipun itu hanyalah sebuah mimpi. setelah selesai makan malam Rindu meminta Rudra untuk mengajarinya tentang apa saja yang akan dilakukannya di kantor besok pagi, Rudra mengajarinya lewat laptop miliknya dan saat itu Rindu begitu dalam memandang Rudra sampai ia tidak sadar kalau saat itu Putri sedang memperhatikan sikapnya saat itu juga Putri mulai mencurigai Rindu ia merasa ada yang aneh terhadapnya namun seringkali ia membuang pikiran jelek itu terhadap Rindu.
" mungkin saja ini hanya perasaan ku saja karena aku terlalu takut untuk kehilangan Rudra " gumamnya. beberapa saat kemudian setelah selesai mengajari Rindu Ia pun pergi ke kamarnya untuk beristirahat dan ia meminta Rindu untuk beristirahat juga agar besok pagi tidak kesiangan. setelah Rudra memasuki kamarnya ternyata Putri masih belum tidur karena dari tadi ia menunggunya dengan langkah kaki yang berjalan sangat pelan Rudra menghampiri Putri dan duduk diatas ranjang bersama dengannya Ia pun berusaha untuk mendekatkan posisi duduknya ke arah Putri namun tidak ada respon darinya dan Putri tetap terlihat diam, melihat sikapnya yang seperti itu membuat Rudra sedikit bingung.
"Rudra!! bagaimana pendapatmu jika suatu saat nanti Rindu mempunyai perasaan yang lebih terhadapmu apa yang akan kau lakukan" ucap Rindu menatap mata Rudra dengan serius tanpa berkedip.
"aku akan memecatnya dari kantorku dan aku akan lupa kalau aku pernah menolongnya" ucap Rudra.
"Rindu terlihat sangat cantik aku takut jika kau sampai tergoda padanya" lanjut Putri.
__ADS_1
"di dunia ini hanya ada dua wanita cantik yaitu kamu dan Ibu ku, dan aku minta satu hal jangan pernah memikirkan kalau aku akan berpaling dari mu,, itu tidak akan mungkin terjadi apalagi sekarang kita sudah mempunyai anak" kata Rudra.
" terimakasih yah sayang untuk kesetiaannya" ucapnya lalu sekilas ia mengecup b***r Rudra.
keesokan harinya, Rudra dan Rindu sudah bersiap-siap dan akan segera ke kantor namun sebelum berangkat Putri meminta mereka untuk sarapan bersama. setelah selesai makan mereka pun berpamitan dan Putri mencium kening serta tangan Rudra, situasi saat itu membuat rindu merasa panas iya iri akan keharmonisan rumah tangga mereka sampai ia tidak sabar untuk merebut putra dari Putri.
sesampainya di kantor Rudra pun memperkenalkan Rindu kepada semua karyawannya dan saat itu semua karyawan Rudra memuji kecantikan Rindu.
"selamat bergabung di perusahaan ini mbak" ucapan dari salah satu karyawan Rudra.
" ia terimakasih, senang bekerja sama dengan kalian". ujarnya lalu mereka pun mulai bekerja.
sementara di rumah,, Putri menghubungi Mawar ia menanyakan kabarnya dan memberitahu pada Mawar kalau saat ini ia sudah mengadopsi seorang anak perempuan mendengar akan hal itu Mawar merasa senang sekali akhirnya kehidupan adiknya bisa diwarnai oleh tangisan seorang bayi.
"selamat ya Put semoga anak itu bisa membawa keberkahan dalam rumah tangga kalian" ucap Mawar.
"terima kasih banyak Kak! Lalu kapan kak Mawar balik ke Jakarta?" katanya.
" mungkin besok atau lusa Put, kalau kakak sudah di Jakarta jangan lupa ke rumah yah kakak pengen menggendong Dede bayinya" ucap Mawar.
__ADS_1
" baiklah kak" lanjut Putri lalu menutup teleponnya.
hari pun telah sore, pekerjaan rumah pun telah selesai dikerjakan, sehabis mandi Putri dan bayinya pun duduk di teras rumah menunggu Rudra pulang dari kantornya. saat mereka sampai di rumah Putri memperhatikan keakraban mereka kini terlihat seperti orang yang sudah lama kenal tanpa ada rasa canggung di antara mereka namun sekuat tenaga iya menghilangkan pikirannya itu lalu ia mencium tangan Rudra dan meminta mereka untuk segera mandi.