
keesokan hari nya, Tangan Putri mulai membaik setelah ia rutin mengoleskan ramuan yang di berikan oleh Rudra kepada nya, kini tangan nya sudah bisa di gerakan meskipun belum bisa mengangkat alat-alat berat. kedekatan nya dengan Galang pun semakin dalam karena Putri sudah mulai mencintai nya, ia sangat mempercayai Galang yang di pikirnya Gilang itu tanpa ia sadar Galang dan Gilang adalah orang yang berbeda meskipun ia terkadang menghadapi sikap galak nya terkadang juga merasakan sikap lembutnya tetapi ia sama sekali tidak curiga dengan sikap yang berubah-ubah. Suatu hari kemudian Rudra mengajak Putri untuk pergi ke pemakaman ayah nya, sesampainya di sana ia pun menyirami kuburan ayahnya dengan bunga yang berwarna warni dan sangat harum sekali kemudian melanjutkan dengan menyiram nya dengan air, setelah itu ia pun mendoakan nya. Untuk pertama kali nya Putri melihat Rudra sangat lemah dan tidak berdaya sehingga air mata nya pun berlinang pada pipinya, Putri tidak tega melihat Rudra menangis lalu ia pun mencoba menguatkan nya dan memberi sapu tangan untuk mengeringkan air mata nya lalu Rudra pun menerima nya.
"yang sabar yah Rudra, ini bukanlah suatu penderitaan tetapi ini adalah ujian dan kau harus kuat" kata Putri sambil mengusap lembut pundak Rudra. Tidak lama kemudian Rudra pun mengusap air mata nya lalu berdiri dan mengajak Putri Pulang, namun Putri tidak ingin pulang, ia malah mengajak Rudra ke suatu tempat dimana tempat itu hanya ia dan Ayahnya yang tahu dan sesampai nya di sana pemandangan nya sangat indah terdapat sebuah danau berwarna hijau dengan di kelilingi banyak bunga serta suara burung berkicauan, dan angin yang ikut hadir menyempurnakan tempat itu. Lalu Putri pun mengajak Rudra untuk ke tengah danau dengan menaiki perahu yang ada di pinggir danau tersebut.
"Tidak ! kau saja yang menaiki perahu itu" kata nya dengan nada kasar dan takut karena ia tidak pernah naik perahu sebelum nya.
"tidak apa-apa Rudra, kau akan merasa lebih tenang jika berada di tengah danau sana" ia meyakinkan Rudra dengan menunjuk ke arah tengah danau.
Lalu mereka pun menaiki perahu itu dan melaju ke arah tengah danau, Putri meminta Rudra untuk menenangkan pikiran nya dan merasakan keindahan danau tersebut, lalu Rudra pun melakukan nya dan mulai menenagkan pikiran nya. Setelah dua jam kemudian Rudra pun mengajak Putri untuk pulang dan ia pun mengantarnya dan ketika dalam perjalanan pulang Rudra bertanya kepada Putri.
" Put! bagaimana hubungan mu dengan Gilang?" kata nya sambil menyetir mobil.
"kemarin sih ia sempat menyatakan perasaan nya tetapi aku belum memberinya jawaban, memang nya kenapa? kamu cemburu?" balas Putri.
__ADS_1
"Aku sangat membenci perempuan, jadi tidak mungkin bagi ku untuk cemburu, memangnya siapa dirimu" jawab nya kesal lagi-lagi dengan suara tinggi dan terdengar kasar.
" Gitu aja marah" lanjut Putri kesal.
Kemudian Rudra mengingatkan nya agar tidak mudah percaya Pada Galang agar ia tidak sakit hati, namun Putri sama sekali tidak mendengarkan nya. karena pikirnya ia lebih mengenal Galang dari pada dirinya. Tidak lama kemudian mereka pun sampai di rumah Putri dan setelah Putri turun dari mobil nya ia pun langsung pulang ke rumahnya.
Hari berikutnya, pagi-pagi sekali Putri berangkat ke kantor dengan membawa gelang yang ia janjikan pada Mawar waktu itu. Dan sesampai nya di kantor Putri berjalan menuju ruangan Mawar namun ia tidak ada di dalam ruangan nya, kemudian iapun bertanya kepada salah satu karyawan di situ. .
"maaf mba, apakah bu Mawar sudah datang? kenapa tidak ada dalam ruangan nya" kata nya sambil menunjuk ruangan itu kepadanya.
"Bu, saya ke kantor pagi-pagi bangat hanya buat ketemu ibu untuk memberikan gelang ini, namun begitu terkejut nya aku saat tau kalau ibu bukan pemilik perusaan ini, lupakan tentang gelang ini sudah tidak ada guna nya lagi" lalu Putri pergi meninggalkan Mawar.
"Tetapi Put dengarkan penjelasan saya dulu ini semua tidak seperti yang kamu kira, saya tidak bermaksud menghancurkan ke percayaan mu, ku mohooooon" kata Mawar yang tengah meraih tangan Putri namun Putri tidak mau mendengarkan nya.Kemudian Mawar menghubungi Galang dan memberitahu satu kebohongan mereka sudah terbongkar dan Galang yang sedang berada di rumah pun langsung bersiap-siap untuk ke kantor. Dan sesampainya di sana ia pun langsung menemui Putri, disana terlihat Putri sedang bekerja namun dengan pandangan kosong dan Galang datang menghampiri nya.
__ADS_1
"Put kamu kenapa?" katanya sambil memegang pundak Putri dan ia pun langsung menangis dan memeluk Galang dan menceritakan tentang kebohongan Mawar, Galang menenangkan nya dalam pelukan nya. Dan setelah itu mereka lanjut bekerja , dan pada saat makan siang Mawar pun menemui Putri dan ingin menjelaskan nya namun Putri selalu saja menghindari diri nya. Mawar sangat menyesal karena sudah ikut dalam sandiwara ini lalu ia pun pergi menemui Galang untuk memberitahu nya agar segera mengakui semua kebohongan nya tetapi Galang menolak karena ini belum saat yang tepat katanya". Mawar sangat kesal kepada Galang karena hanya demi membantu penyamaran nya ia sampai membuat Putri kecewa, tidak lama kemudian ia pun balik dari kantin dan melihat Mawar, lalu ia pun terus berjalan dengan melirik ke arah lain seolah ia tidak melihat Mawar yang ada di depan nya.
"Putri tunggu!" katanya memanggil Putri yang sudah jalan melewati dirinya.
"ia bu kenapa? maaf masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan, permisi" balas nya dengan sikap cuek lalu pergi meninggalkan Mawar. beberapa waktu kemudian,kini hari pun telah sore dan saatnya mereka pulang kantor tiba-tiba saja mobil Mawar menghalangi langkah Putri dan meminta nya untuk masuk kedalam mobil namun Putri malah memilih untuk masuk kedalam mobil Galang yang ada di belakang mobil Mawar.
"bagaimana cara nya aku menjelaskan itu semua kepada mu Put, kalau kau selalu saja menghindar seperti ini?" gumam nya.
Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di rumah nya, dan Putri meminta Galang untuk mampir namun di luar rumah Galang melihat mobil yang mirip dengan milik orang tua nya yang di parkirkan di depan rumah Putri. Galang menolak ajakan Putri untuk masuk kerumahnya dan memilih pulang karena ia takut kalau orang tua nya sedang berada di dalam rumah Putri.
"ya sudah mas Gilang, tidak apa-apa kalau mas tidak mau mampir mungkin mas kecapean" kata Putri.
"ia Put, hari ini aku sangat merasa lelah, jadi aku minta maaf karena tidak bisa mampir. ohya besokkan libur jika kamu ada waktu, aku ingin mengajak mu jalan-jalan" lanjut nya.
__ADS_1
" ok, ya sudah mas pulang nya hati-hati" sambungnya lalu ia pun masuk ke dalam rumah nya ternyata benar di dalam rumah nya sedang ada ke dua orang tua Galang.