Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 64. Fian mengajak Bunga pulang ke rumahnya.


__ADS_3

Keesoka hari nya.. pagi-pagi sekali Fian datang ke rumah Rudra untuk menemui mereka, saat itu ia hanya pergi sendirian ke sana tanpa mengajak Rio adik ipar nya karena ia di minta untuk menunggu di rumah saja.


setelah Fian bertemu dengan Rudra, mereka pun langsung bergegas pergi mencari Bunga sambil terus menghubungi nomor telepon nya..tiba-tiba saja saat itu Putri berlari dari dalam rumah dan memanggil Rudra yang hendak masuk ke mobil nya.


"ada apa Put, kenapa kau memanggil ku sampai berlari seperti itu" ucap Rudra.


"aku boleh ikut tidak?" lanjut Putri.


"Hari ini kak Ratu dan yang lain nya kan akan ke rumah, lalu kenapa kau mau ikut mencari Bunga lagi pula jaga kesehatan mu, kemarin kau baru saja keguguran kau pasti butuh banyak istirahatkan?" kata Rudra bernada tinggi.


"aku hanya bicara beberapa kata saja kau sudah marah,.." ucap nya sambil menghembuskan nafas panjang nya. Setelah itu Rudra dan Fian pun berangkat, sementara Putri kembali masuk ke dalam rumah dan saat ia melihat Rasti berjarak tiga meter dari pandangan nya ia pun mencoba menghindari nya namun Rasti terlanjur melihat nya. Rasti pun memanggil nya lalu berjalan mendekati Putri, Ia ingin mengajaknya pergi ke salon tetapi Putri menolak nya dan memberitahu Rasti kalau keluarganya akan ke rumah siang nanti sementara ia harus menyiapkan menu makan siang untuk mereka. Sebenarnya Rasti ingin melanjutkan rencana nya yang tertunda kemarin namun ia kembali gagal, beberapa saat kemudian Rasti pun kembali mengajak Putri ke Pasar...


"apa kau ingin pergi ke pasar? ayo aku antar." ucapnya terus mencari cara agar bisa mengajak Putri keluar dari rumah.


"tidak usah Ras, lagi pula bumbu dapur masih banyak di kulkas.. sepertinya kau ingin sekali mengajak ku keluar dari rumah" ucap Putri berpura-pura tidak tau maksudnya.


"mungkin itu hanya perasaan mu saja Put, baiklah aku akan pergi ke salon sendirian" lanjut nya kesal namun Putri tersenyum melihat tingkah nya yang aneh.

__ADS_1


kini hari pun telah siang, keluarga Jalal pun tiba di rumah Rudra. Dengan perasaan senang Putri menyambut kedatangan mereka, lalu kemudian Putri mempersilahkan mereka masuk dan duduk pada ruang tamu.


"ohya Put, kemana perginya Rudra? dari tadi tidak kelihatan" ucap Zahra.


"ia sedang pergi Bu, ada urusan kata nya, ia hanya menitip salam pada semua nya" ucap Putri.


Dan tidak lama kemudian, Putri pun mengajak keluarganya untuk makan siang bersama. Sementara di tempat lain Rudra dan Fian masih terus mencari Bunga hingga akhirnya mereka menemukan Bunga yang sedang keluar di minimarket, dengan cepat Rudra menghentikan mobil nya dan mereka berjalan mendekati Bunga. Saat Fian memanggilnya namanya Bunga pun menengok ke arahnya dan rasanya ia tidak percaya kalau akan bertemu dengan Fian di sana. Beberapa saat kemudian Fian pun langsung memeluk nya dan berkata...


"Pulanglah, aku sudah mengetahui kebenaran nya kau tidak bersalah" ucap Fian lalu Bunga pun kembali membalas pelukannya.


Setelah itu, Rudra pun masuk ke dalam rumah rupanya keluarga Jalal masih berada di sana lalu ia pun menyapanya dan mencium tangan kedua mertuanya..


"kau kemana saja? kita baru saja ingin pulang" ucap Zahra padanya.


"maafkan aku Ibu, tadi macet di jalan" sambungnya. Lalu kemudian Rudra mengajak mereka untuk makan malam bersama, tetap Jalal menolaknya.


"Lain kali saja yah Nak, sebab kami akan pergi ke rumah sakit untuk mengontrol kesehatan Ratu" ucap Jalal.

__ADS_1


"baiklah ayah" jawab nya singkat lalu keluarga Jalal pun berpamitan. Dan tidak lama kemudian, Ratu pun sampai di rumah ia membawa Rujak buah untuk Putri tetapi saat itu Rudra menghalangi nya.


"Putri sedang tidak hamilkan? lalu kenapa kau membelikan rujak itu untuk nya" ucap Rudra.


"memang nya kenapa Rudra? apa salah ku" lanjut Rasti.


" dengar!! aku sangat mengenal mu, kau wanita yang sangat jahat kau tidak pernah berubah dan masih saja seperti dulu" ucapan Rudra membuat Rasti bingung dan sedikit menunjukan wajah takutnya. Tidak lama kemudian, Risma pun sampai di rumah dan mendengar perkataan Rudra pada nya..tentu saja ia langsung membela Rasti dan balik memarahi Rudra, Saat itu Rudra ingin sekali memeberi tahu Ibunya tentang kejahatan Rasti namun ia memurungkan niatnya itu karena masih ada satu bukti lagi yang harus mereka perbaiki. Tanpa menjawab ucapan Risma, ia pun langsung pergi menuju kamar nya bersama Putri, sesampainya di kamar Putri langsung memeluk Rudra dan berkata "sabar sayang" dan tiba-tiba saja saat itu listrik nya mati sehingga membuat Putri takut dan kesulitan bernapas sementara Rudra langsung meraih bibirnya untuk menenangkan nya namun tidak lama kemudian Lampu nya kembali menyala dan Putri mengajaknya untuk makan bersama namun Rudra memilih untuk makan di kamar saja karena sedang tidak ingin melihat wajah Rasti, lalu Putri pun menuruti keinginan nya itu dan pergi menuju dapur, sementara di sana terlihat Risma dan Rasti yang sedang menunggu mereka untuk makan malam bersama.


"Rudra kemana Put? apa dia tidak makan" ucap Risma.


"hari ini Rudra ingin makan di kamar saja Bu, dia sedang tidak enak badan" ucapnya berbohong sambil mengambil nasi dan lauk lalu Putri pun mengantar makanan itu untuk Rudra. setelah mereka selesai makan, Putri membawa kembali piring nya ke dapur dan mencuci nya, sementara Rasti berada dalam kamar nya ia masih penasaran dimana ia meletakan buku Diary nya.


"mungkinkah Rudra yang sudah mengambilnya? tetapi kalaupun benar dia pasti sudah mengusir ku dari sini" gumamnya bingung. Karena hari itu semakin malam Rudra dan Putri pun memutuskan untuk tidur, karena besok,, pagi-pagi sekali mereka akan pergi ke sebuah tempat untuk memulihkan rekaman CCTV nya yang sempat terhapus itu, namun malam ini mereka tidur di kamar calon anak mereka karena Putri sangat rindu dengan almarhum anaknya yang telah tiada dan Rudra pun tidak masalah akan hal itu selama itu bisa membuat istrinya tenang.


"tenanglah kalian disana, aku di sini akan tetap menjalani hidupku meskipun tanpa kalian, ijinkan aku tetap merindu seakan melihat namun tak mampu menyentuh" ucapnya dalam hati dan ia pun tertidur lelap..


Hy Guysss...maaf yah kalo jarang ngupload...mohon di mengerti karena saya berstatus pekerja..so waktu nya sangat sempit...nantikan cerita selanjut nya yah,, see you next time...

__ADS_1


__ADS_2