
setelah selesai makan malam bersama Zahra mengajak Gilang ngobrol di ruang tamu dan Gilang pun tidak bisa menolak nya karena ia tidak enak hati.
Zahra memberi tahu Gilang kalau Ratu sangat menyukai diri nya sejak pertama kali mereka bertemu ia berharap Gilang mau menerima perasaan Ratu dan balik menyukainya. zahra mencoba merayu Gilang dengan harta nya jika ia menerima Ratu maka zahra akan memastikan beberapa perusahaan nya akan di serahkan untuknya.
Namun Gilang menolak ia berkata "maaf bu saya tidak harta, masalah hati tidak bisa di perjual beli kan" kata nya..
"Nak Gilang ini kan hanya Guru honor yang gaji nya tidak seberapa apa nak Gilang tidak mau hidup lebih baik dari ini?" sambung Zahra.
Namun Gilang tetap saja menolak nya dan berkata kalau dia sudah memiliki pacar dan sebentar lgi akan melamar nya ketika pacar nya sudah lulus SMA , Gilang terpaksa berbohong karena tidak ingin melanjutkan obrolan tersebut. kemudian ia langsung mohon ijin untuk pamit pulang tiba-tiba saja Ratu menghampiri dan berkata " biar saya antar sampai depan pak" ujarnya.
"Terimakasih tetapi sebaiknya tidak usah, saya bisa sendiri" kata nya tersenyum.
saat hendak keluar dari pagar rumah Gilang langsung mengirim pesan kepada Putri
" Put sehabis selesai makan tadi kamu kemana? maaf yah aku pulang tidak pamitan dulu sama kamu, ngomong-ngomong kita besok jadikan lari Pagi bareng?" kata Gilang.
Putri yang mendengar ponsel nya berbunyi langsung menghentikan tangannya yang sedang membilas piring yang sedang di cuci nya ia melihat pesan dari Gilang yang nomornya di namai dengan 'GURU GAGAK' ( Ganteng tapi galak ) lalu ia pun membalasnya.
"ia pak tidak apa-apas dan soal lari pagi jadi kok kita janjian di taman kota saja yah yang dekat dari rumah aku" balas nya.
kebetulan sekali punya janji sama Gilang jadi aku bisa menjalankan misi ku untuk mendekatkan Pak Gilang dengan kak Ratu"pikir nya.
setelah membalas pesan tersebut ia pun segera menyelesaikan pekerja.an nya lalu pergi ke kamar Dewi untuk membawakan nya makanan.
__ADS_1
"Tok..tok..tok. siapa? kata Dewi bertanya.
"ini kak Putri ,Wi..
tanpa menunggu jawaban Dewi menyuruh nya masuk ia langsung membuka pintu kemudian meletakan makanan di meja samping tempat tidur Dewi lalu menutup pintu nya kembali.
"kamu kenapa Wi, tidak ikut makan bersama kamu sakit? biasa nya kamu yang mengurus dapur" kata Putri sambil memegang kening dan leher Dewi.
"Aku lagi kurang enak badan kak, lihat saja mata ku lembab karena menangis kakak kan tau kalau adik terakhir mu ini manja dan cengeng" jawab nya menutupi perasaan nya.
"Ya sudah sekarang makan dulu habis itu minum obat kakak gak mau adik kesayangan kakak kehilangan senyum nya" kata nya merayu sambil menyubit hidung Dewi.
sementara itu Putri membiarkan Dewi sendiri dan keluar dari kamar adiknya menuju kamar nya karena hari sudah malam dan besok ia harus bangun lebih awal untuk menyelesaikan pekerjaan rumah nya dengan cepat lalu menepati janji nya dengan Gilang.
sesampainya di taman kota ia pun melihat Gilang yang sedang melakukan pemanasan sebelum berlari. Putri langsung menghampiri Gilang dan menyapa nya kemudian mereka pun berlari pelan hingga sudah satu jam kemudian Putri merasa capek dan meminta Gilang untuk beristirahat sebentar di taman kota tersebut terdapat danau Gilang pun mengajak Putri untuk beristirahat di sana.
Di situ adalah waktu yang sangat tepat untuk mengatakan kalau ia menyukai Putri tetapi belum sempat ia mengatakan nya Putri malah lebih dulu berbicara ia meminta nya untuk menerima Ratu dan mau belajar mencintai kakak nya.
seperti biasa Gilang menolak permintaan Putri dan berkata " Put kamu tau kan kalau aku suka sama orang lain tapi kenapa kamu dan ibu mu memaksa ku untuk menerima Ratu?" kata Gilang sambil memegang pundak Putri.
" Tapi Pak Gilang belum tau kan perasaan orang tersebut bagaimana terhadap bapak mungkin saja ia tidak menyukai bapak tetapi kakak q sudah jelas sangat mengharapkan bapak untuk jadi pendampingnya" kata putri dengan penuh harap.
"maaf put aku tetap tidak bisa" lanjut Gilang memalingkan wajah nya.
__ADS_1
"Tolonglah Pak lakukan ini demi aku hanya dengan Bapak mau menerima kakak ku saja maka ibu ku berjanji untuk menyayangi ku seperti ia menyayangi sodara ku yang lain, aku mohon" sambung Putri sambil memegang tangan Gilang.
Gilang yang mendengar perkataan Putri tersebut merasa terkejut rupa nya Putri di bedakan dengan sodara nya yang lain. Tetapi biar begitu Gilang tetap tidak mau melakukan itu.
"put aku tidak mungkin bisa menerima Ratu dan menyakiti perasaan ku sendiri, orang yang aku cintai itu adalah kamu Put bukan kakak mu". kata Gilang.
Putri yang mendengar nya pun tidak percaya akan kenyataan ini bagaimana mungkin guru nya sendiri mempunyai perasaan terhadap dirinya.
"kalau Bapak benar-benar mencintai ku lupakan aku dan terimalah kak Ratu. dengan di sayangi oleh ibu nya aku sudah cukup bahagia aku tidak mau apapun lagi" kata Putri sampai meneteskan air mata.
Gilang tidak sanggup melihat Putri menangis dan pun berkata,
"akan ku coba untuk membuat mu bahagia, katakan pada kakak mu kalau aku ingin mengenal nya". kata nya lalu pergi meninggalkan Putri sendirian.
Putri pun sedih bercampur senang karna ia berhasil memaksa Gilang untuk dekat dengan Ratu. Ia pun pulang dan sesampai nya di rumah ia langsung menemui Ratu dan memberi nomor telepon Gilang.
"kak aku punya kabar bahagia buat kakak tadi aku bertemu dengan pak Gilang kata nya ia mau mengenal kakak lebih dalam, selamat yah kak semoga berjodoh" kata Putri sambil memeluk kakak nya.
"terimakasih yah put kamu membuktikan kalau kamu adik yang baik hehe" puji nya. .
Zahra yang mendengarkan percakapan mereka merasa sangat senang karena Putri berhasil membujuk Gilang.
karena sudah berjanji untuk bersikap baik kepada Putri ia pun mulai menepati janji nya sementara Jalal yang melihat perubahan dari istri nya juga ikut senang kini dao-doa nya selama ini telah di dengar oleh yang Maha kuasa "Terimakasih Ya Allah " kata nya dalam hati.
__ADS_1
sedangkan Dewi yang sudah tau maksud ibu nya itu malah merasa kesal dan tidak terima kalau Ratu merebut kebahagiaan Putri karena Dewi sudah tau semua percakapan Putri dan Gilang di danau tadi....