Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 94. Risma tidak mau menganggap Angel sebagi anggota dari keluarga mereka.


__ADS_3

kini hari sudah terlihat mulai gelap, matahari terbenam dan terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah, Angel yang baru selesai masak pun berlari untuk membuka pintu nya dan melihat siapa yang datang. setelah ia membuka nya ternyata Risma yang baru saja sampai rumah dengan wajah lesu dan mata memerah karena kelelahan. Risma pun masuk dan langsung menuju kamarnya untuk segera mandi lalu Angel menutup kembali pintunya.


Tidak lama kemudian Putri keluar dari kamarnya yang sudah pindah di lantai bawah itu dan mengarah ke dapur untuk membuat susu anaknya Indah.


"biar saya saja yang membuatkan susu buat Indah Mbak" ucap Angel menawarkan diri.


" tidak usah Angel, kamu pasti capek sehabis masak jadi biar aku saja yang membuatkannya" lanjut Putri.


lalu Putri pun kembali membuatkan susunya sementara Angel menyiapkan makanan diatas meja untuk makan malam mereka setelah beberapa saat kemudian pekerjaan Angel selesai Ia pun pergi ke kamar Risma untuk memanggilnya makan malam.


dan setelah semuanya berkumpul di meja makan Putri pun kembali meminta Angel untuk duduk makan malam bersama mereka, Risma dikejutkan oleh sikap Putri yang terlalu dekat dengan Angel sementara Angel hanyalah pembantu di rumah mereka akhirnya Risma pun bertanya langsung kepada putri kenapa Angel harus makan di meja yang sama bersama mereka kemudian Putri mengatakan kalau ia dan Rudra sepakat menjadikan Angel adalah bagian dari keluarga mereka kenyataan itu tambah membuat Risma bingung lalu ia pun menghentikan makannya dan bertanya lagi kepada mereka apa yang sebenarnya yang terjadi ? kemudian Rudra pun menjelaskan semuanya pada Risma.


Risma sangat tidak menyangka kalau orang tua kandung Indah selama ini berada di dekat mereka sungguh sangat kebetulan baginya. rasa takut pun mulai mengganggu pikiran Risma iya takut sewaktu-waktu Angel akan membawa Indah keluar dari rumah itu Karena ia berhak sepenuhnya atas dirinya Ia pun mengatakan langsung ketakutan itu pada mereka namun Angel mengatakan ia tidak mungkin melakukan itu karena sekarang yang menjadi orang tua indah adalah putri dan dia hanyalah orang yang telah melahirkannya namun tetap saja meskipun Angel berkata seperti itu tidak membuat rasa ketakutan Risma hilang sedikit pun akhirnya dia mendesak Putri agar bisa cepat segera hamil karena jika suatu saat nanti Indah tidak lagi bersama mereka ia sudah mempunyai anak dari rahimnya sendiri.


mendengar ucapan Risma itu membuat Rudra merasa kesal karena baru kemarin ia sendiri yang memeriksa keadaan Putri serta mengetahui bagaimana kondisi Putri sekarang...Ia pun menepuk meja dan berkata kepada Risma kalau rezeki itu ada di tangan Allah yang maha kuasa.

__ADS_1


"apa kau harus semarah itu kepada Ibu?" tanya Risma pada Rudra.


"tidak Bu, aku tidak marah padamu.. hanya saja caramu salah kurasa Ibu terlalu mendesak Putri" kata Rudra namun Risma tidak mau mendengarnya lalu pergi ke kamarnya.


"sudahlah Rudra kau tidak perlu semarah itu pada Ibu menurutku tidak ada yang salah padanya" lanjut Putri menengahi mereka.


kemudian Angel pun meminta mereka untuk kembali makan, sementara ia sendiri menunda makannya karena tiba-tiba saja mendengar suara tangisan indah dari dalam kamarnya. setelah mereka selesai belum makan malam Putri pun pergi menggantikan Angel untuk memegang Indah sementara Rudra pergi ke ruang kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda di kantor.


jam dinding kini menunjukkan jam 9.30 tetapi Rudra tidak juga kembali ke dalam kamarnya Putri pun pergi ke ruang kerja Rudra untuk melihatnya sambil membawa secangkir kopi yang akan menemaninya saat melanjutkan pekerjaannya.


"apa kau masih ingin melanjutkan pekerjaanmu?" tanya Putri padanya sambil meletakkan kopi yang ia bawa ke atas meja kerjanya.


"kau akan pergi kemana?" tanya Rudra lagi.


"kau ini,,,aku datang ke sini salah sekarang aku ingin pergi tetap juga salah, sebenarnya apa mau mu" kata Putri dengan manjanya berbicara.

__ADS_1


"aku hanya bercanda tapi kurasa sekarang malah kau yang marah padaku" kata Rudra..


" tidak, tolong maafkan aku" lanjutnya tersenyum lalu meletakkan kembali kopi yang sempat ia ambil tadi.


hampir 1 jam Putri menemani Rudra di dalam ruang kerjanya dan tidak lama kemudian ia menutup laptopnya lalu mengajak Putri untuk kembali ke kamar mereka namun saat Rudra melirik ke arah Putri ternyata ia sudah tertidur di kursi panjang yang berada di dalam ruangan itu akhirnya Rudra langsung menggendongnya karena tidak tega membangunkan ia yang tertidur sudah sangat lelap.


setelah itu ia membaringkan Putri di atas tempat tidurnya secara perlahan agar dia tidak terbangun kemudian ia menyelimutinya dengan selimut yang berwarna ungu itu hingga menutup seluruh tubuhnya. Rudra pun mengecup keningnya dan mengucapkan selamat malam kemudian Ia pun ikut tertidur di sebelah Putri.


keesokan harinya Putri terbangun oleh suara adzan yang terdengar sangat merdu sekali, iya pun turun dari tempat tidurnya lalu pergi ke kamar mandi untuk membasuh mukanya lalu kemudian iya membangunkan Rudra untuk salat berjamaah.. setelah beberapa menit ia berusaha membangunkan Rudra akhirnya ia pun terbangun dengan membuka matanya perlahan kemudian Putri menuntunnya masuk ke dalam kamar mandi. lalu Rudra dan Putri mengambil air wudhu kemudian langsung melakukan salat subuh berjamaah.


sinar matahari pun mulai menerangi bumi ..Angel membuka lebar-lebar tiap jendela yang ada di rumah itu agar udara segarnya masuk ke dalam rumah dan menambah kesejukan. seperti biasa semua pekerjaan rumah telah Ia kerjakan bahkan untuk sarapan pagi pun sudah ia siapkan di atas meja makan sementara itu itu ia mengajak Indah berjalan-jalan di halaman rumah dengan menggunakan kereta duduknya.


terlihat Putri yang baru saja keluar dari kamarnya nya menaiki tangga dan berjalan ke arah kamar indah namun saat membuka kamarnya ia tidak menemukan indah di sana akhirnya ia pun memanggil Angel beberapa kali namun tidak ada ada jawaban darinya karena khawatir Ia pun turun kembali ke lantai bawah dan mencari keberadaan Angel kebetulan sekali saat itu ia melihat Risma yang baru saja keluar dari kamarnya Ia pun langsung menanyakan dimana keberadaan Angel dan indah namun Risma mengatakan kalau ia baru keluar dari kamar dan belum melihat Angel Risma pun menakuti Putri Dengan mengatakan " mungkin saja indah telah dibawa kabur olehnya" ucapan itu kian membuat hati Putri merasa sangat gelisah dan pikirannya terganggu hingga seperti ingin menangis saat itu lalu ia berteriak memanggil Rudra.


"kenapa kau begitu terlihat ketakutan Putri?" ucap Rudra dengan tatapan serius.

__ADS_1


"Indah tidak ada di kamarnya Rudra, Angel juga tidak ada di rumah aku takut Angel pergi membawa Indah" kata Putri.


tidak lama kemudian Angel pun kembali pulang ke rumah bersama Indah dan saat melihat mereka berdua masuk kedalam pintu rumah hati Putri merasa sangat senang dan lega sekali ternyata mereka tidak kabur dari rumah.


__ADS_2