Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 6. Tentang; Gilang, Ratu, dan Putri.


__ADS_3

kini hari telah berganti malam Zahra duduk di kamar depan cermin nya sambil menekuk dagu dengan kedua tangan nya tiba-tiba suami nya Jalal masuk dan memegang pundak istri nya.


"sedang memikirkan apa? sampai malamu begitu" kata Jalal bertanya.


"Ratu sedang jatuh cinta kepada Guru nya Putri tetapi anak kesayangan mu itu tidak mau mendekatkan Ratu dengan Guru nya, apa dia tidak mau melihat kakak nya bahagia?" kata Zahra kesal.


Jalal pun memberi pengertian kepada Zahra untuk tidak berpikir yang tidak-tidak tentang Putri karena pikir nya mungkin saja putri mempunyai alasan kenapa sampai dia tidak mau mendekatkan Ratu dangan Guru nya.


Sementar di rumah nya, Gilang sedang mempersiapkan soal-soal Kimia untuk ujian semester terakhir minggu depan tiba-tiba mengingat sebuah kertas yang di berikan oleh Putri tadi siang.


dengan cepat ia membuka Tas nya lalu mencari surat tersebut setelah beberapa menit ia mengacak isi tas nya ia tidak menemukan surat nya.


"surat tadi siang aku simpan di mana yah?" gumam nya.


kemudian Gilang mencari lagi di kantong baju dan celana nya tetapi ia tidak menemukan nya "Lalu dimana surat itu? apa mungkin jatuh ketika aku masukin di kantong baju tadi yah?" gumam nya lagi


Gilang pun masa bodoh dengan surat tersebut ia pun melanjutkan pekerjaan nya. Sedangkan Ratu belum juga tidur karena menunggu kabar dari Gilang dan ternyata isi surat nya itu hanyalah nomor ponsel nya yang ia harap Gilang akan menelpon nya.


"kalau Putri sudah memberikan surat nya kenapa sampai saat ini Guru nya belum menghubungi ku?" gumam nya.


beberapa menit kemudian ponsel Ratu pun berbunyi kring kring...kring kring.. Dengan cepat Ratu mengambil ponsel dari dalam tas nya Ratu sangat senang sekali karena ia berpikir bahwa Gilang yang menelpon nya ketika dia melihat nya bertuliskan nama Fian di panggilan masuk ponselnya bukan Gilang tak lama kemudian lalu dia mengangkat...


"Hallo..ya ada apa Fian nelpon jam segini"? kata Ratu.


"aku cuman mau tau kabar mu gimana? kenapa belum balik ke Surabaya? kamu bisa di pecat dari kantor kalau kelamaan liburan" lanjut Fian .

__ADS_1


"kayak nya aku gak bakal balik ke Surabaya lagi deh, aku mau nyari kerja di kantor milik ayah ku aja biar dekat sama keluarga". sambung Ratu lalu menutup teleponnya.


Ratu dulu pernah tidak melanjut kan sekolah nya tetapi setelah satu tahun merantau dia balik lagi ke Jakarta untuk mengikuti ujian paket C ia pun lulu dan melanjutkan kuliah nya sambil bekerja di Surabaya.


kini Ratu ingin kerja di kantor ayah nya bukan untuk alasan ingin dekat dengan keluarga nya tetapi ia ingin melanjutkan misi nya untuk mendekati Gilang.


Hari pun telah pagi Putri dan Dewi sudah siap untuk pergi ke sekolah dan mereka berdua pamit kepada ayah dan ibu nya setelah mereka pergi tiba-tiba Ratu keluar dari kamar nya lalu menghampiri ayah nya yang sedang menikmati roti dengan segelas susu di teras rumah bersama istri nya.


"selamat pagi ayah, ibu..Ratu ingin ngomong sesuatu sama ayah boleh?" tanya Ratu sambil duduk di samping ayah nya.


"pagi juga....!! boleh nak mau ngmong apa? ayah nya bertanya.


" Ratu boleh yah megang salah satu kantor milik ayah?" kata Ratu memohon.


Karena melihat Ratu ingin sekali memegang kantor sendiri Jalal pun mengijinkan nya dan segera menyerahkan kantor tersebut kepada anak nya sebenar nya ia tidak yakin Ratu mampu menjalani nya dan membuat kantor nya maju tetapi ia tidak berani menolak karena Zahra pasti akan ikut campur apapun yang menyangkut kehidupan Ratu.


Ayah nya menyarankan untuk berhati-hati dalam berbisnis karena ia tidak ingin salah satu perusaan nya gugu hanya karena kecerobohan nya.


sementara di sekolah tanpa di sengaja Putri bertemu dengan Gilang di kantin. Tidak lama kemudian Gilang menghampiri Putri dan memberi tahu kalau surat yang ia berikan kemarin telah hilang entah dimana.


Putri pun tambah kesal terhadapnya karena sudah susah payah ia memberi surat itu berharap untuk terakhir kali bicara dengan nya tetapi sekarang malah muncul lagi di hadapan nya.


akhir nya Putri menjelaskan kepada Gilang kalau surat itu sangat penting bagi kakak nya agar bisa dekat dengan Gilang tapi kalau surat itu hilang pasti Ratu berpikir kalau ia belum memberikan surat nya kepada Gilang.


Dan Gilang pun berkata bahwa ia tidak perduli dengan surat itu atapun perasan Ratu ia hanya memikirkan bagaimna cara nya mengungkapkan perasaan nya kepada seseorang yang ia sukai.

__ADS_1


jarum jam menunjukan jam 12 siang saat nya pulang sekolah. Gilang menunggu Putri keluar dari gerbang dan beberapa menit kemudian Putri pun keluar lalu Gilang memanggilnya..


"Putriiiii" Gilang memanggil dan menghampirix.


"ia Pak Gilang kenapa? tany Putri penasaran.


"besok kan hari sabtu libur sekolah kamu mau gak lari pagi bareng" lanjut Gilang


"boleh ya sudah tinggal chat tempat nya dimana"sambung Putri.


Gilang sangat senang sekali karena Putri mau menerima ajakan nya untuk lari pagi bareng kemudian Gilang pun menawarkan diri untuk mengantar Putri pulang...


"aku antar pulang yah kan sudah siang panas bangat matahari nya" kata Gilang mengajak.


"terimakasih tapi sebaiknya tidak usag aku tidak mau siapapun salah paham tentang kedekatan kita nanti di kira kita pacaran" sambung Putri menolak.


Kemudian Gilang pun pamit pulang kepada Putri dan Putri pun melanjutkan langkah kaki nya. Saat hendak melangkah Putri di kaget kan oleh Rasti dan Desta dari belakang nya.


"hayy pulang nya jalan kaki bareng yukkkkk kan kita dah lama gak jalan kaki bareng" kata Rasti.


"Loh kalian hari ini gak bawa mobil? tumben" kata nya mengejek.


"ia sengaja biar pulang nya bareng" lanjut Desta.


kemudian mereka pun pulang bareng dan di sepanjang jalan ada saja hal yang mereka ceritakan yang bikin lucu dan tertawa terbahak-bahak rupanya memang sudah lama mereka tidak seperti ini karna beberapa bulan terakhir mereka sibuk dengan urusan masing-masing.

__ADS_1


karena belum puas berbincang-bincang di jalan mereka pun memutuskan untuk mampir ke salah satu Restorran di pinggir jalan dan melanjutkan obrolan mereka di sana. Saat hendak memesan makanan Desta bertanya kepada Putri "Put kok akhir-akhir ini kamu dekat bangat sama Pak Gilang? jangan-jangan kalian pacaran yah"? ucap Desta mengejek.


"Apaan sih!! gak tuh biasa aja" jawab nya singkat..


__ADS_2