
Rasti membantu Putri dan bunga berdiri saat itu itu tangan bunga luka karena tangan nya terkena tumpukan pasir dan kerikil yang ada di pinggir jalan itu, saat itu Putri tersadar kalau HPnya terlepas dari tangannya saat ia jatuh ...Rasti pun membantu mencari di sekitar sana akhirnya ia pun menemukan ponselnya lalu ia berikan kepada Putri.
kebetulan di sekitar sana ada sebuah klinik kecil dan Putri mengajak bunga untuk mengobati lukanya di sana agar tidak terinfeksi tetapi Rasti melarangnya karena mereka harus buru-buru masuk ke dalam pasar dan hari sudah siang, matahari pun makin panas...
"Tidak apa-apa Mbak Putri, kalian lanjutkan saja tujuan kalian ke pasar aku bisa mengobati lukaku sendiri lagi pula Ini hanya luka kecil ... Lalu bagaimana dengan Mbak Putri apa ada yang sakit?" ucap bunga sambil memeriksa badan Putri yang berdiri di sampingnya.
"aku baik-baik saja bunga, ngmong-ngomong makasih ya sudah menolongku tadi.. kamu mau ke mana? lanjut Putri.
"aku kebetulan ada urusan di sekitar sini Mbak, oh ya kemarin pas aku dan Mas Fian ke rumah kami sebenarnya ingin memberitahu kalau kami sudah menikah tetapi saat itu kita belum sempat membicarakan nya" ucap Bunga.
"ohya selamat yah semoga langgeng" lanjut Putri sambil mengelus lengan bunga setelah itu mereka pun pergi.
sementara di rumah keluarga Jalal Ratu dan Galang memberitahu kabar gembira kepada mereka kalau hasil USG Ratu menyatakan kalau calon bayinya kembar perempuan dan laki-laki, Jalal dan yang lainnya pun ikut bahagia mendengarnya lalu ia meminta Ratu untuk tetap menjaga kesehatannya.
"Bu, tadi aku bicara dengan Putri lewat telepon ia meminta kita semua untuk pergi ke rumahnya dan aku memberitahunya kalau kita akan pergi minggu depan nanti apa ayah dan ibu punya waktu?" kata nya sambil meminum segelas air teh yang telah disediakan oleh adiknya Dewi.
__ADS_1
"tentu saja ayah dan ibu punya waktu, lagi pula kan kita sudah lama tidak berkunjung ke sana setelah Putri mengalami keguguran pada saat itu tapi terkadang ayah sangat kasihan dan prihatin padanya karena cobaan datang silih berganti dalam hidup nya" ucap Jalal meneteskan air mata.
tidak lama kemudian Zahra pun meminta mereka semua untuk makan siang bersama sebelum ratu dan Galang pulang dari sana.
"masakanmu enak sekali Wi, kapan-kapan nginep di rumah kakak ya supaya kamu bisa masakin kakak hehehe" pujian yang membuat Dewi tersenyum malu.
"tidak masalah,, asalkan duit jajannya selalu ada setiap hari hehehe" lanjut nya. tidak lama kemudian makan siang pun selesai dan seperti biasa Dewi yang kembali membereskan meja makan sementara yang lainnya duduk mengobrol di ruang tamu untuk melepas rasa rindu karena sudah lama ratu dan Galang tidak berkunjung ke sana.
kini hari pun telah sore .. namun Putri belum juga keluar dari kamarnya setelah sepulang dari pasar tadi siang, iya duduk diatas ranjang nya dengan memangku sebuah guling serta pandangan kosong mengarah Kedinding di depannya. tidak lama kemudian roda pun sampai di rumahnya dan langsung memasuki kamar mereka, saat itu Putri tidak sadar kalau Rudra sudah ada di sampingnya dan memanggilnya dari tadi.. tidak lama kemudian iya pun tersadar dan tiba-tiba terkejut melihat Rudra di sana.
"tidak apa-apa sayang, tapi kenapa kau melamun? Apa yang sedang kau pikirkan Apa kau ada masalah?" ucap Rudra sembari merangkul tubuh istrinya ke dalam pelukannya.
lalu Putri bertanya kepada Rudra kenapa buku diary Rasti bisa ada di bawah bantalnya, Putri pun memberitahu Rudra kalau iya sudah membaca semua isi diary itu dan menceritakan semuanya kepada Rudra untuk beberapa saat Rudra terdiam dengan rasa tidak percaya Rasti bisa melakukan hal serendah itu untuk menipu mereka semua demi kepentingan dirinya sendiri.
"aku akan mengusirnya dari sini, aku tidak akan membiarkan seekor ular meracuni mu dan ibuku" ucap Rudra sangat marah sampai mukanya memerah.
__ADS_1
"tetapi bagaimana dengan ibu Rudra? Ibu sangat mempercayainya" kata Putri ragu. namun Rudra meyakini Putri kalau iya bisa meyakinkan ibunya bahwa Rasti lah yang bersalah dengan menunjukkan buku diary itu lalu Putri pun setuju rencana nya. setelah itu Putri memberitahu kepada Rudra kalau bunga dan fian sudah menikah tetapi sekarang bunga sedang tidak tinggal dengannya sebelum membuktikan kalau dirinya tidak bersalah lalu Rudra pun berjanji kepada putri akan menemui Bunga dan Fian lalu memberitahukan kepada mereka kalau mereka sudah tahu kebenarannya.
tidak lama kemudian Rudra pun meminta Putri untuk segera bersiap-siap karena mereka akan pergi ke rumahnya mawar dan berniat untuk pergi ke kantor nya lain kali saja sebab, hari sudah sudah mulai gelap. beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar, Rudra pun membuka pintunya dan terlihat Rasti sedang berdiri di sana dengan membawa makanan untuk Putri. Resti memberitahu Rudra kalau Putri belum makan sejak dari tadi siang lalu Rudra pun mengambil makanan itu dari tangannya dan ia mengucapkan terima kasih kepada Rasti, meskipun ia sangat membenci diri nya namun ia tetap berusaha bersikap seperti biasanya. Resti pun pergi dari sana Lalu kembali menutup pintu kamarnya dan meletakkan makanan itu di atas meja kecil yang berada di samping tempat tidurnya, beberapa saat kemudian Putri pun keluar dari kamar mandi lalu memakai pakaian nya.
"kenapa kau tidak makan tadi siang? apa kau ingin sakit? apa kau tidak tahu kalau aku sangat mengkhawatirkanmu sampai aku tidak fokus bekerja di kantor?" ucap nya kesal.
"Aku sedang tidak nafsu makan Rudra" kata Putri singkat. Rudra tidak memperpanjangkan soal itu karena ia tidak ingin berdebat dengan Putri , kemudian iya pun mengajak Putri untuk segera pergi kerumah mawar sementara makanan tadi diletakkan begitu saja tanpa disentuh oleh Putri karena Rudra tidak ingin Putri kenapa-napa setelah memakan makanan dari Rasti.
sesampainya di rumah Mawar, Putri langsung mengetuk pintu rumahnya.. lalu dibuka oleh bi Inah dengan raut wajah bahagia terlihat sangat jelas di mata nya kalau ia sangat merindukan ke dua majikan nya yaitu Mawar dan Putri, dengan cepat ia menarik lembut tangan Putri dan memeluknya serasa ia sedang memeluk Mawar.
"Apa kabar bi?" ucap nya sembari masuk ke dalam rumah dan mengarah ke ruang tamu.
"saya sehat non, bagaimana keadaan non Putri dan calon bayi nya?" ucap bi Inah kembali bertanya namun Putri tidak kuasa menjawab pertanyaannya Rudra yang melihat raut wajah Putri yang seketika lesu akhirnya ia yang menjawab pertanyaan bi Inah.
"Putri telah keguguran beberapa minggu yang lalu bi, doakan saja semoga kami bisa mendapatkan rezeki itu lain waktu" kata Rudra. bi Inah sangat kaget mendengarnya lalu ia pun menguatkan hati Putri untuk selalu sabar menghadapi segala cobaan yang datang dalam hidupnya, dan tidak lama kemudian, bi Inah pun meminta Putri dan Rudra untuk beristirahat di kamar nya..sementara ia pergi ke dapur untuk memasak dan menyiapkan makan malam untuk mereka.
__ADS_1