
Hari ini Indah melarang Galang untuk pergi ke kantor karena mereka akan memperkenalkan nya pada keluarga Ratu, namun Galang menolak dengan alasan ada meeting mendadak yang tidak bisa ia tinggalkan lalu Indah meminta nya untuk menyerahkan tanggung jawab itu pada Mawar untuk sementara waktu tetapi Galang tetap saja mencari-cari alasan agar tidak menemui mereka namun usaha nya sia-sia karena Indah tidak mau mendengar alasan apapun, lalu ia pun meminta Gilang untuk bersiap-siap juga. Saat Indah ingin melangkah pergi tiba-tiba saja Galang menahan nya dan menjelaskan kepada Ibunya mengapa ia tidak ingin bertemu mereka dan di jodohkan dengan Ratu.
"mama tau Putri anak nya tante Zahra dan om Jalal kan? dia lah Putri yang aku maksud wanita yang sangat aku cintai dan kita sudah pacaran mah" kata nya jujur sambil memegang tangan Ibu nya.
"Ibu tidak mau tau, itu urusan mu putusin anak angkat itu dan menikah lah dengan Ratu orang yang telah berjasa pada keluarga kita, mama harap kamu mengerti" tegas nya.
Lalu Galang pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk mencegah nya agar tidak pergi menemui mereka, kemudian ia pun ikut bersiap-siap dan tidak lama kemudian semuanya pun telah rapi lalu mereka pun berangkat ke sebuah Restoran yang telah di janji kan. Keluarga Indah pun telah sampai duluan di tempat itu dan beberapa saat kemudian keluarga Jalal pun sampai juga, Jalal dan yang lain nya begitu terkejut saat melihat bahwa anak nya Indah ternyata saudara kembar, Ratu sendiri benar-benar tidak menyangka dan langsung saja ia mengingat kejadian aneh beberapa hari yang lalu yang membuat nya bingung. Sementara pada tempat yang sama Putri juga sedang makan siang bersama dua teman nya Naura dan salsa, namun mereka sudah selesai makan dan akan pulang tetapi sebelum itu Putri memberitahu teman nya akan ke tempat kasir untuk membayar makanan nya. namun saat berjalan ke arah sana Putri pun melihat keluarga nya bersama keluarga Gilang, lalu ia pun mendekati mereka karena ingin membuktikan perkataan Mawar kemarin kalau Galang dan Gilang adalah saudara kembar. Setelah sangat dekat dengan mereka akhir nya ia melihat wajah mereka sangap mirip tetapi Putri masih saja berpikir positif terhadap Galang.
"jadi ternyata benar kalian saudara kembar? aku senang kalau mas Galang bersama kak Ratu dan kau masih menjadi Gilang ku" kata nya dengan memegang ke dua tangan Galang di tengah-tengah mereka tetapi tidak lama kemudian Putri di kejutkan oleh jawaban Indah.
__ADS_1
"kau salah Putri! anak ku yang telah kau pikir Gilang ini sebenarnya ia adalah Galang " kata nya lalu Indah menceritakan kejadian sebenar nya Pada Putri dan yang lain nya kalau Galang telah membohongi mereka semua dengan menyamar sebagai Gilang.
"Lalu bagaimana dengan hubungan kita mas Galang! kenapa kamu tega menghianati ku" kata nya menangis dan memukul Galang.
"lupakan hubungan kalian karena Galang dan Ratu akan menikah tiga hari lagi" kata Inda kemudian Putri pergi dan berlari meninggalkan mereka dengan hati yang sangat hancur ia tidak menyangka kalau cinta pertama nya tega menyakiti dan menghancurkan kepercayaan nya.
Lalu ia pun pergi ke danau yang pernah ia datangi dengan Rudra kemarin. sesampai nya di sana ia tidak bisa menahan tangis nya lagi ia pun duduk dan bersandar pada salah satu pohon di sana kemudian menangis sepuas-puas nya mengingat semua kepercayaan penuh yang ia berikan untuk Galang serta cinta nya yang begitu dalam untuk nya. Galang pun mengikuti Putri sampai di sana, dan mencoba untuk berbicara dengan nya namun seketika ia merasa benci akan kehadiran Galang.
"aku tau aku salah Put tapi aku sangat mencintai mu, aku membatalkan pernikahan itu hanya untuk mu" kata Galang dengan sungguh-sungguh namun ia tetap tidak mau memaafkan Galang karena ia sudah terlanjur hancur oleh semua kebohongan yang ia simpan selama hampir dua tahun bersama nya di hitung dari semenjak Gilang masuk rumah sakit. Putri pun meminta nya untuk pergi dan membiarkan ia sendirian, Galang pun menuruti nya dan pergi dari sana dengan merasa sangat bersalah.
__ADS_1
Sementara Rudra menghubungi nya dari tadi tetapi ia belum juga menjawab telepon dari nya, Rudra sangat khawatir pada Putri setelah ia menerima telepon dari Naura yang memberitahukan kalau Putri pergi meninggalkan mereka di Restoran sambil menangis. kemudian Rudra pun mengingat akan danau itu tempat di mana Putri mengajak nya kemarin "ku harap dia di sana" gumam nya lalu pergi. Sesampainya di sana ia menemukan Putri yang tengah duduk sendirian dengan tangis yang tiada henti nya sampai mata nya lembab dan bengkak akibat terlalu lama menangis.
"kamu kenapa Put, apa yang membuat mu menangis" kata Rudra dengan suara kasar ciri khas nya sembari ikut duduk di samping Putri, kemudian Putri pun menoleh ke arah Rudra lalu memeluk nya setelah itu ia menceritakan semua yang terjadi di Restoran tadi dan dia meminta maaf karena tidak pernah mau mendengarkan nasehat Rudra selama ini, Rudra pun memaafkan nya dan Putri kembali berkata sembari bersandar pada bahu Rudra.
"Ku rasa dunia saat ini sedang mempermainkan kehidupan ku Rudra, semua orang yang ku sayang tega menghianati ku, pertama tentang orang tua ku lalu setelah itu Galang orang yang sangat aku percaya, apa salah ku" kata nya terus menangis.
"tenang lah! semuanya akan baik-baik saja, luka mu akan segera sembuh" lanjut Rudra menenang kan Putri.
Tidak lama kemudian Putri pun tertidur dalam tangisan nya dan Rudra membiarkan nya tidur di pangkuan nya "hari ini kau boleh menangis Put tapi ku pastikan besok dan seterus nya takan ku biarkan kau menangis lagi" gumam nya sembari membelai rambut Putri. Hari pun telah gelap sementara Putri belum juga bangun dari tidur nya dan Rudra pun tidak tega untuk membangunkan nya akhir nya ia menggendongnya dan tiba-tiba saja Putri memegang kerah baju Rudra, Rudra pun tersenyum melihat kebiasaan Putri yang dalam keadaan tidur pun masih bisa memegang kerah baju nya kemudian ia membawa nya masuk ke dalam mobil dan memakaikan nya sabuk pengaman namun tengan Putri belum juga lepas dari kerah baju Rudra saat Rudra berusaha melepaskan tangan nya Tiba-tiba saja Putri tidak sengaja menarik kerah baju Rudra dengan kencang dan Rudra pun terjatuh menindih separuh badan Putri dan mencium tepat pada b***r Putri untuk yang kedua kalinya. Lalu Putri pun terbangun dari tidur nya dan sadar kalau ia masih memegang kerah baju Rudra.
__ADS_1
"maaf kan aku karena telah memegang kerah baju mu terlalu lama, aku sudah terbiasa seperti itu" kata Putri yang tidak sadar kalau baru saja Rudra mencium nya.
"tidak apa-apa" lanjut Rudra tetap dengan suara kaku nya lalu ia pun megantar Putri pulang dan Putri kembali tertidur. sesampai nya di rumah Putri, Rudra pun kembali menggendong nya karena ia masih tertidur ia membuka kunci rumah nya lalu membaringkan nya di tempat tidur lalu melepaskan tangan Putri dari kerah baju nya kemudian ia mengambil kunci dari pintu dan menyimpan nya di meja. sementara Rudra menggunakan kunci yang satu nya untuk mengunci pintu dari luar.