Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 91. Putri cemburu pada Rindu.


__ADS_3

hari pun sudah mulai sore disana terlihat Rudra telah kembali dari kantornya dan langsung menemui Putri di rumah sakit, saat berada dalam ruang rawat Putri Rudra melihat mawar di sana sedang menyuapinya dan keduanya pun menoleh ke belakang setelah merasa Rudra sudah berada di sana.


"kau sudah pulang? bagaimana meeting MU hari ini apa semuanya lancar?" tanya Putri pelan.


"berkat doa mu semuanya lancar sayang klienku pun sangat suka dengan presentasi ku tadi" lanjut Rudra.


dan beberapa saat kemudian, setelah mawar selesai menyuapi Putri Ia pun berpamitan kepada mereka karena harus pulang sebelum hari mulai gelap kemudian Rudra berterima kasih kepadanya karena sudah menyempatkan waktu untuk menemani istrinya di rumah sakit.


"tidak apa-apa Rudra sudah menjadi kewajiban ku sebagai seorang kakak untuk menjaga adiknya apalagi dia sedang sakit" kata Mawar sembari mengambil tasnya yang berada di meja samping ranjang Putri lalu ia pun keluar dari ruangan itu kemudian menutup kembali pintu nya. saat mawar hendak keluar dari rumah sakit tiba-tiba saja hujan turun cukup deras sementara ia harus berjalan dari sana ke arah parkiran beberapa meter lagi dan memang sudah beberapa hari ini sering turun hujan pada saat malam hari karena sudah musimnya dan tidak lama kemudian terlihat Rudra sedang membawakan payung untuk Mawar .


"kakak ipar ini ku bawakan payung untukmu sekali lagi maafkan aku karena sudah merepotkanmu" ucap roda tidak enak hati padanya.


"tidak apa-apa Rudra tolong jaga Putri baik-baik, aku pulang dulu"lanjut mawar.


setelah mawar pergi dari sana menuju perkiraannya Rudra pun kembali masuk kedalam ruangan Putri di dalam sana terlihat Risma sedang memeriksa keadaannya.


"bagaimana keadaan Putri Bu kapan dia bisa pulang ke rumah?" ucap Rudra.


"tiga hari lagi Rudra" kata Risma sambil meletakan baju dinas nya.


"di luar sana sedang hujan Bu sebaiknya kau pulang nanti saja setelah hujan reda" kata Rudra memberinya saran.


"Ibu memang akan pulang nanti sekarang ibu akan pergi ke kantin apa kamu ikut ?" kata Risma.

__ADS_1


"tidak.... Ibu saja yang kesana dan tolong sekalian belikan aku makanan ya Bu" kata Rudra.


"baiklah" sambung Risma lalu pergi.


Rudra melangkah pelan menghampiri Putri kemudian duduk di kursi samping tempat tidurnya ia menatap mata putri dalam-dalam dengan penuh kecemasan dan rasa takut jika Putri sampai tahu dengan keadaannya yang sebenarnya wajahnya pun kian menunjukkan kesedihan yang tak bisa ia ungkapkan kepada siapa pun Putri pun membalas pandangannya dan memahami perasaannya saat itu. mata Rudra kian berkaca-kaca dan akhirnya ia tak sanggup lagi menahan air matanya yang sudah menetes di pipinya itu.


"kau kenapa Rudra, apa yang membuatmu menangis apa kau terlalu lelah hari ini? kata putri menatap nya.


"tidak sayang mungkin karena aku terlalu mencemaskan dirimu" lanjut Rudra.


"Aku tidak apa-apa sayang, kau lihat sendiri kan aku baik-baik saja dan tadi ibu kan sudah bilang aku akan pulang ke rumah tiga hari lagi" sambungnya lalu Rudra pun tersenyum sambil membelai rambutnya kemudian Putri memintanya untuk mandi terlebih dahulu namun Rudra mengatakan kalau ia sudah mandi di kantor sebelum ke rumah sakit. tidak lama kemudian Risma pun kembali dari kantin dan membawakan Rudra makanan iya pun memintanya untuk segera makan lalu Rudra mengambil makanannya kemudian memakannya.


sambil menunggu Rudra selesai makan Putri meminta ponsel untuk menelepon Angel di rumah dengan menanyakan keadaan anaknya indah namun saat membuka ponsel miliknya ia tidak sengaja melihat pesan masuk dari rindu ia mengatakan terima kasih karena telah mengantarnya pulang kerumah tiba-tiba saja hati Putri merasa sangat cemburu karena dari tadi Rudra tidak memberitahunya tentang hal itu. ingin sekali rasanya Putri bertanya langsung kepada Rudra tentang hal itu tapi ia tidak enak hati karena masih ada Risma di sana Lalu ia pun mengurungkan niatnya itu kemudian langsung menelepon Angel.


kriiingggg....kriinggggg...kriinggggggg.......


" aku Putri Angel, aku meminjam ponsel milik Rudra karena ponselku sedang lowbat" lanjut nya.


"oh iya Mbak Putri maaf saya pikir tadi Mas Rudra ".


"bagaimana keadaan kalian di rumah apa semuanya baik-baik saja, apa Indah tidak rewel?" tanya Putri.


"tidak Mbak.... oh ya besok saya dan indah akan ke rumah sakit untuk menjenguk mbak" kata Angel.

__ADS_1


"iya aku tunggu kedatangan kalian aku sangat rindu sekali pada Indah" lanjut Putri dan setelah mengobrol hampir setengah jam Putri pun menutup ponselnya nya dan Risma pamit pulang pada mereka karena hujan sudah reda dari tadi. setelah Risma pergi Putri pun memanggil Rudra dan menanyakan tentang isi pesan dari Rindu tadi.


"pulang kantor tadi apa kau mengantar Rindu pulang ke rumahnya"ucap Putri.


"iya putri tadi aku memang mengantarnya pulang iya minta tolong padaku dan aku tidak bisa menolaknya" kata Rudra.


"oh begitu, maaf tadi aku sempat membaca pesan nya di ponsel mu" lanjutnya.


"tidak apa-apa sayang" lanjutnya.


beberapa jam kemudian Rudra pun meminta Putri untuk segera tidur sementara iya tidur di kursi panjang yang ada dalam ruangan itu.


keesokan harinya Rudra terbangun oleh alarm yang dipasang nya semalam Ia pun melirik ke arah Putri namun Putri masih tertidur ia pun bangun dari kursi panjang itu lalu mengarah ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah Rudra selesai mandi di Ia memakai baju baju santai dan tidak pergi ke kantor lagi hari ini kebetulan sekali tidak ada ada jadwal meeting dan urusan yang lebih penting selain menemani Putri di rumah sakit. tidak lama kemudian Putri pun terbangun dan ia melihat Rudra sedang duduk di samping tempat tidurnya.


"apa kau tidak ke kantor hari ini?" ucap Putri sambil mengucek matanya yang masih terasa kaku itu.


"tidak hari ini aku ingin menemanimu saja urusan kantor biar Rindu yang menghandle" lanjutnya.


"jangan begitu kau ini adalah seorang atasan harus bisa memberikan contoh yang baik untuk bawahannya" ucap Putri menasehati Rudra.


"tidak apa-apa sayang, ya sudah kau tunggu dulu di sini aku akan pergi ke kantin sebentar untuk membelikanmu makanan" kata Rudra lalu pergi.


saat berjalan menuju kantin tiba-tiba saja ia bertemu dengan Fian sepupunya dan hampir bertabrakan badan mereka pun berpelukan setelah sekian lamanya tidak bertemu karena Fian dan bunga pergi ke luar negeri untuk berbulan madu sudah hampir setahun. Fian berada di rumah sakit karena mengantar bunga yang sudah beberapa hari ini sering mual dan kepalanya merasakan kan pusing serta tidak bisa mencium aroma yang berlebihan ternyata bunga saat ini sedang hamil kemudian Rudra mengucapkan selamat kepada Fian untuk kehamilan istrinya lalu Rudra pun mengajak Fian untuk ke kantin namun ia mengatakan kalau bunga sudah menunggunya Dania tidak bisa menemani Rudra ke sana.

__ADS_1


"Baiklah tidak apa-apa, tolong sampaikan salamku pada Bunga yah" ucap Rudra menepuk pundak Fian lalu pergi.


"baiklah nanti akan kusampaikan" lanjut Fian melambaikan tangannya.


__ADS_2