
Hari ini Putri hendak pergi sekolah namun seperti biasa ibu nya tidak pernah memberi duit jajan kepada putri kecuali ia meminta nya.
"sarapan dulu Put, memang nya kamu bisa konsen belajar dengan perut korong? kalo tidak mau sarapan minta duit di ibu mu buat jajan di sekolah". kata ayah Putri sambil meminum secangkir kopi yang berada di meja tepat di hadapan nya.
"Baiklah ayah aku akan makan tetapi aku tidak akan meminta duit jajan, lagi pula sekolah ku tidak jauh dari rumah jadi bisa jalan kaki" jawab Putri ikhlas sambil tersenyum.
sesudah sarapan lalu Putri beranjak ke sekolah nya, biasa nya tiap hari ia selalu jalan bareng dengan teman-teman nya namun hari ini tidak seperti biasa karena memang hubungan nya dengan salah satu teman nya lagi kurang baik.
Ya!! Putri mempunyai dua teman perempuan yang bernama Rasti dan Desta, mereka berdua satu kelas dengan Putri. Rasti terkenal cantik di sekolah nya dan punya banyak cowo sementara Desta terkenal pendiam dan tipe setia namun berbeda dengan Putri ia mempunyai dua kepribadian.
ketika sedang di rumah Putri lebih suka menyendiri dan berbicara seperlu nya saja ia tidak suka di atur berlebihan dan berpenampilan sederhana meski ayah nya memiliki beberapa perusahaan, hotel dan Restoran. Meskipun memiliki segudang harta tetapi Putri tetap terlihat biasa saja. Tetapi ketika sedang berada di luar rumah seperti di sekolah Putri sangat lucu, jail, mudah berteman, dan banyak bicara nya namun ia sampai saat ini masih belum juga punya pacar.
saat ini Rasti sedang menjauhi Putri karena hanya sebuah kesalahpahaman kecil yaitu masalah cowok. Rasti menyangka putri menyukai cowok nya yang bernama Rijal itu padahal malah sebalik nya Rijal lah yang menyukai Putri.
Bahkan Rijal sudah dari dulu mengejar-ngejar Putri sebelum ia pacaran dengan Rasti. Namun sial nya sewaktu ia mau menembak Putri dengan sebuah kata-kata yang di rangkai indah dalam bentuk puisi Rijal meminta tolong kepada teman nya untuk menaruh puisi itu kedalam Ransel nya Putri yang berada di bangku nya tapi ternyata Ransel yang ada di atas bangku Putri adalah ransel miliknya Rasti yang memang waktu itu sempat duduk di bangku nya Putri.
Saat melihat kertas itu Rasti membuka lalu membaca nya dan isi nya pun adalah ungkapan perasaan Rijal kepada Putri tapi Rasti salah paham ia mengira puisi itu untuk nya tentu saja ! karena Rijal tidak menuliskan nama siapapun di dalam puisi nya hanya bertuliskan pada kata-kata terakhir.
( I LOVE YOU )
"RijaL"
__ADS_1
karena Rasti sudah terlanjur salah paham akhir nya Rijal memutuskan untuk melanjutkan hubungan mereka karena ia tidak ingin menyakiti seorang wanita. Sementara sampai saat ini perasaan nya terhadap Putri belum juga hilang padahal sudah satu tahun ia menjalin hubungan dengan Rasti.
Sesampai nya disekolah Rasti memandang Putri dengan tajam dan terlihat sangat kesal ia berjalan di samping Putri tanpa menyapa.
Putri yang melihat sikap sahabat nya itu kembali bersikap cuek karena sifat nya Putri tidak mau tau urusan dan hal apapun yang akan membuang-buang waktu nya.
"mau berteman ya boleh kalo gak mau ya sudah" .Gumam putri dalam hati sambil berjalan menuju ruang kelas nya dengan mengikuti langkah Rasti dari belakang.
"Putriiiiii" terdengar suara seseorang memanggil nama Putri dengan nyaring.Putri menyangka "pasti itu suara Desta".kata Putri sambil menghentikan langkah nya dan berbalik badan ternyata benar yang memanggil nya adalah Desta yang baru saja sampai sekolah dan memakirkan mobil nya.
"kamu hampir saja telat Des" kata Putri.
"kamu ada-ada saja Des, ya sudah ayo kita cepat masuk ke dalam ruangan" lanjut Putri sambil merangkul sahabat nya memasuki ruang kelas.
Hari ini mereka mengawali pagi nya dengan pelajaran Kimia, Guru yang mengajar Kimia terkenal sangat galak di sekolah nya ia bernama bapak Gilang. Beliau adalah Guru termuda dan terganteng di sekolah nya tidak sedikit siswa perempuan nya yang menyukai pak Gilang .
"selamat pagi murid-murid, silahkan kumpulkan tugas kemaren di atas meja saya sekarang juga bagi yang tidak mengerjakan tugas di harap keluar dan tidak bisa mengikuti jam pelajaran saya sampai selesai dan saya tidak menerima alasan apapun" kata pak Gilang dengan tegas.
"des, ****** gueeeee!! bukunya ketinggalan di rumah gimana nih"? bisik Putri pada Desta ketakutan.
"iihhh lagian kamu ada-ada saja kenapa lupa nya pas mata pelajaran pak Gilang sih? itu nama nya cari mati aku gak mau ikutan ah" jawab Desta tanpa memberi Solusi.
__ADS_1
Karena ketahuan oleh pak Gilang ia tidak mengumpulkan tugas akhir nya Putri tidak di ijinkan untuk mengikuti pelajaran nya pak Gilang.
"uuhhh dasar Pak Guru sok ganteng, lupa bawa buku saja sampai di hukum kaya gini awas saja akan ku balas nanti" Gumam Putri dengan rasa kesal.
setelah melewati beberapa mata pelajaran akhir nya bel pulang pun berbunyi dan Putri pun langsung membereskan buku nya bersiap untuk pulang.
"Put bareng aku aja pulang nya masa ia anak orang kaya jalan kaki malu dong" kata Desta mengejek.
"terimakasih tapi aku jalan saja rumah ku dekat kok lagi pula aku udah terbiasa." jawab Putri menolah ajakan Desta.
"baiklah ya sudah aku pulang duluan yah put hati-hati" pesan Desta kepada Putri sambil berjalan menuju parkiran dan Putri pun menganggukan kepala nya mengiakan pesan Desta.
Di pertengahan jalan Putri melihat Rasti dan Rijal sedang bertengkar di pinggir jalan kemudian ia menghampiri mereka dan bertanya dengan maksud baik.
"heii ada apa? kenapa kalian ribut di pinggir jalan?" tanya Putri kepada Rasti dan Rijal.
"ini semua gara-gara kamu put! kamu suka kan sama Rijal . Aku cemburu melihat Diary Rijal yang berisi semua hal tentang kamu aku gak nyangka kamu ternyata teman makan teman" sambung Rasti marah-marah.
"apaan sih!! bawa-bawa aku dalam masalah kalian? asal kamu tau Ras, aku dekat sama cowok kamu aja gak pernah apalagi sampai berani menyukai apa yang telah menjadi milik orang lain" lanjut Putri dengan tegas lalu meninggalkan mereka.
Rasti terdiam dan berpikir " mungkin memang aku yang sudah keterlaluan " Gumam Rasti dalam hati lalu mengajak Rijal pulang.
__ADS_1