Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 54. Putri keracunan..


__ADS_3

Bunga pun pergi ke meja makan dan mencampuri racun itu ke dalam gelas Putri yang berisi susu itu. kemudian ia pun melihat Putri keluar dari kamar nya lalu ia memanggil nya sementara Rasti melihat mereka dari jauh.


"Mba Putri.." Bunga memanggil nya.


"ia kenapa? saya makan nya nanti saja kalau Rudra sudah pulang" lanjut nya.


"bukan untuk makan mba, tapi untuk meminum susu nya dulu agar janin nya sehat" kata bunga tidak memberitahu Putri kalau minuman itu sudah di campuri sesuatu karena Rasti melarang nya untuk tidak memberi tahu nya. Putri pun mengambil gelas itu dari tangan Bunga lalu meminum nya walaupun ia tidak suka minum susu tapi ia terpaksa demi calon bayi nya.


Beberapa saat kemudian, cairan itu pun mulai beroperasi dan Putri mulai merasa keram di perut nya hingga ia tidak bisa menahan sakit nya lalu ia terjatuh ke lantai dan mengalami pendarahan. Bunga yang melihat nya sangat bingung dengan reaksi Putri seperti itu karena melihat darah mulai keluar di sela ************ nya ia pun berteriak meminta tolong... kemudian Rasti pun datang menghampiri mereka dan berpura-pura tidak tau apa-apa. Lalu mereka pun membawa nya ke rumah sakit dan di tangani langsung oleh Risma mertua nya,. setelah satu jam kemudian Risma pun keluar dari ruang rawat itu dengan wajah sedih sehingga membuat nya sangat lemas.


"kau kenapa bu? kenapa kau menangis?" ucap nya.


"kandungan Putri sudah tidak dapat di selamat kan, sementara saat ini Putri sedang tidak sadar, ia mengalami koma karena racun sudah menyebar ke seluruh tubuh nya" kata Risma menjelaskan.


Sementara Rudra sudah sampai di rumah nya, dengan raut wajah yang menunjukan kalau ia sangat senang sekali karena sudah sampai di rumah nya dan tinggal beberapa saat lagi ia akan bertemu dengan Ibu dan istri nya. Rudra pun masuk ke dalam rumah nya dan mencari Putri di dalam kamar namun ia tidak menemukan nya setelah itu ia pun pergi ke kamar Rasti namun Rasti pun tidak ada di sana, ia memanggil Bunga namun tidak ada jawaban.

__ADS_1


"kemana semua orang pergi? kenapa perasaan ku tiba-tiba saja tidak enak" gumam nya. Lalu Rudra pun menuju dapur dan melihat banyak darah pada lantai samping meja makan nya, Rudra pun duduk dan memegang darah itu dan tiba- tiba saja teringat pada Putri. Dengan cepat ia mengambil ponsel nya dan akan menelpon Putri namun ia melihat dua puluh panggilan tak terjawab dari Ibu nya dan juga Rasti, kemudian ia menelpo kembali Ibu nya saat itu Risma mengangjat telpon nya dan suara tangis nya di dengar oleh Rudra.


"kenapa ibu menangis? dimana Putri? banyak sekali darah di rumah Bu, aku tidak tau ini darah siapa" kata Rudra.


"Putri sedang di rawat di rumah sakit Rudra , cepatlah ke sini" ucap nya, lalu Rudra pun pergi ke sana dan mobil nya melaju dengan sangat kencang. Beberapa saat kemudian ia pun sampai di rumah sakit dan langsung menuju ruangan di mana Putri di rawat.


"Rudra....." Risma memeluk nya dan menangis tiada henti.


"apa yang terjadi, bagaimana ke adaan nya" ucap Rudra yang sangat khawatir.


"saat ini Putri belum sadarkan diri tetapi Bayi mu tidak dapat di selamatkan Rudra, ibu minta maaf" Kata Risma, lalu Rudra melepas pelukan nya dan terjatuh di bawah lantai tubuh nya bergetar dan ia sangat merasa lemas. Ia sangat menyesal karena telah meninggalkan Putri terlalu lama, sehingga ia harus kehilangan anak nya. Ia bangun kembali dan memandang ke arah Rasti dan Bunga dengan pandangan mata nya yang tajam itu dan wajah nya yang sudah memeras serta air mata yang sudah mengalir deras di pipi nya.


"apa kau menuduh Rasti?" ucap Risma.


"aku tidak asal menuduh Ibu, aku sangat mengenal nya.. dia wanita yang rela melakukan apapun demi kepuasan nya" lanjut Rudra.

__ADS_1


"aku yang merawat nya dari kecil Rudra, aku yang mengajari nya segala hal..aku sangat mengenal Putriku Rasti" Risma tetap membela nya namun Rudra mengatakan akan mencaritahu kebenaran nya setelah Putri sembuh dan kembali pulang ke rumah. Sementara itu Rudra meminta mereka untuk segera pulang dan tidak mengijinkan salah satu dari mereka untuk menemui Putri karena Rudra sangat muak melihat mereka berdua,, kemudian Rasti dan Bunga pun Pelang ke rumah dan sesampai nya di sana, Bunga menarik tangan Rasti dengan kasar dan meminta penjelasan dari nya kenapa Putri bisa terkena racun setelah meminum susu itu padahal sebelum nya ia berkata itu adalah Vitamin yang di berikan oleh Risma. Tidak lama kemudian Rasti pun tertawa dengan rencana nya yang sudah berjalan mulus itu.


"kenapa kau tertawa? apa kau sudah gila" kata Bunga kesal.


" tidak! tapi aku sedang merayakan keberhasilan aku" ucap nya.


"apa maksud mu" kata-kata Rasti membuat nya bingung dan penasaran.


"aku yang sudah merencanakan semua nya, aku menginginkan Putri dan anak nya itu meninggal tapi sayang nya ia masih selamat" ucap nya. Bunga sangat terkejut mendengar ke jujuran nya itu lalu ia berniat untuk menampar Rasti namun dengan cepat Rasti menahan tangan Bunga dan kembali menampar nya.


"jangan pernah tangan mu itu menyentuh aku sedikit pun atau aku akan membuat hidup mu sengsara, ingat itu" Rasti mengancam nya namun Bunga sama sekali tidak takut dengan ancama itu. Ia berjanji Suatu saat nanti ia akan membongkar kejahatan nya dan tamparan nya akan di ganti oleh tamparan dari tangan orang lain, ,Setelah itu ia kembali ke dapur untuk membersihkan darah tadi.


sementara di rumah sakit, Rudra menemani Putri di dalam ruangan nya.. ia terus merasa bersalah karena telah gagal menjaga istri dan anak nya.


"andai saja waktu bisa ku ulang kembali sayang, aku pasti tidak akan pernah meninggalkan mu..seharus nya ku tidak sedikit pun mempercayai mu kepada mereka, maaf kan aku" Rudra terus saja menangis dan tidak lama kemudian Risma pun masuk kedalam ruangan itu untuk menemui Rudra karena ada satu hal yang ia bicarakan dan Rudra harus tau.

__ADS_1


"ada apa Bu?" kata nya.


"kemungkinan besok Putri akan sadar dari koma nya dan dengan berat hati Ibu harus mengatakan kalau istri mu akan sangat susah untuk hamil lagi kecuali ada Rahmat dari Allah S.W.T" ucap Risma sambil mengelus lembut bahu Rudra, lalu keluar dari ruangan. kabar itu membuat Rudra semakin merasa sedih karena ia tidak bisa membayangkan bagaimana hancur nya hati Putri nanti ketika mengetahui kalau anak nya telah tiada apalagi ia akan susah untuk hamil lagi lalu Rudra pun kembali menangis karena tidak bisa membendung kesedihan nya.


__ADS_2