
Di pertengahan jalan saat Putri menunggu angkot umum di Halte untuk pergi ke kantor, tiba-tiba saja sebuah mobil yang berwarna merah berhenti tepat di depan Putri. Saat orang itu membuka kaca mobilnya, ternyata ia adalah Mawar , Putri mendekati mobil itu dan bertanya kepada Mawar. . .
" Ibu sedang apa disini?" katanya sambil memegang kaca mobilnya. "
kebetulan saya memang lewat tempat ini setiap hari Put, kalau begitu ayo bareng saya saja ke kantornya" ajaknya.
"Maaf bu, terimakasih tetapi sebaiknya tidak usah, saya takut merepotkan ". sambungnya.
Namun Mawar pun terus memaksa dan akhirnya Putri tidak bisa menolak lagi. Tanpa menunggu lama iapun masuk ke dalam mobil dan menuju ke kantor, kurang dari dua jam di perjalanan akhirnya mereka sampai juga di kantor. Dan seperti biasa Putri langsung menuju ruang OB untuk mengganti pakaiannya dan mulai bekerja, sementara Mawar pergi ke ruang kerja Galang untuk melanjutkan kembali perannya sebagai pemilik perusahaan tersebut. Galang datang ke kantor siang hari karena ia harus mengantar Ibunya yang bernama Indah itu bertemu dengan seseorang di Restoran , Galang tidak tahu Ibunya bertemu dengan siapa karena ia hanya mengantarnya sampai depan pintu Restoran saja kemudian ia langsung ke kantornya. Sementara di sana Putri sudah dari tadi menunggu kedatangannya namun ia belum jga sampai di kantor, Putri cemas terhadap dirinya ia takut kalau Galang akan di beri hukuman karena terlambat. Kemudian seseorang yang bernama Bela menghampiri Putri dan bertanya mengapa ia begitu gelisah seperti memikirkan sesuatu, lalu Putri menjawab. . .
"aku sedang menunggu seseorang mba" katanya.
"Siapa?" Bela kembali bertanya.
Tidak lama kemudian, Galang pun tiba di kantor nya dan langsung menuju ruang OB, karena ia sangat terburu-buru hingga Galang tidak sadar jika Putri dan Bela yang sudah lama bekerja dengan nya itu sedang berdiri di depan pintu ruangan. Bela yang melihatnya pu langsung menyapa Galang seperti biasanya.
__ADS_1
" Selamat siang Pak Galang, tumben Pak Galang ke kantor nya siang hari biasanya juga paling pagi." katanya tersenyum lalu pergi. Sementara Putri masih berdiri dan berpikir kenapa Bela memanggilnya Pak Galang"? gumam nya. Karna rasa penasarannya itu ia pun ingin menanyakan nya langsung kepada Galang namun Galang langsung masuk ke dalam ruangan untuk mengganti seragam OB nya.
sementara di Restoran tadi Indah bertemu dengan Zahra. Ternyata Zahra adalah sahabatnya dari kecil hanya saja mereka baru bertemu lagi setelah dua puluh lima tahun yang lalu. Mereka sangat asik bercerita tentang masa lalu saat mereka bersama, lalu Indah dan Zahra berencana untuk menjodohkan anak mereka (Ratu dan Galang) namun Zahra bingung apakah harus senang atau tidak karena memikirkan keadaannya sekarang rasanya tidak mungkin kalau ia harus besanan dengan sahabatnya rasa malu kian mengganggu pikiran nya, apalagi ia tahu kalau Ratu sangat mencintai Gilang yang ia pikir dari keluarga miskin yang di anggapnya tidak mempunyai masa depan yang jelas. Indah yang melihat Zahra tiba-tiba saja terdiam membuat ia bingung "mungkin aku salah bicara" gumamnya.
"Ada apa denganmu Zahra, apakah kamu tidak setuju dengan perjodohan ini? aku hanya ingin mengubah tali persahabatan kita menjadi tali persaudaraan" katanya seraya memegang ujung tangan Zahra.
"Bukan begitu Indah, hanya saja kehidupanku sekarang sudah berubah, aku tidak lagi menjadi orang kaya dan rasanya tidak mungkin, aku sangat malu kalau harus besanan dengan keluarga kaya raya seperti kamu". lanjut Zahra menunduk malu.
"apa yang kamu bicarakan? apapun yang terjadi tidak akan pernah mengubah persahabatan kita, dan dulu kamu adalah orang pertama yang membantu saat aku susah sehingga kehidupanku berubah seperti sekarang." sambungnya lagi.
setelah Indah terus saja membujuk Zahra akhirnya merekapun setuju kalau Ratu di jodohkan dengan Galang. Sementara hari telah sore, Putri sedang bersiap-siap untuk pulang kerja saat hendak keluar dari kantor tiba-tiba saja seseorang memangilnya dan setelah ia menengok ternyata sudah ada Galang di belakangnya.
"sekarang kita sama-sama kerja sebagai OB jadi panggil saja mas Galang . . . . . eeeehhh maksudku mas Gilang heheheehhehe"
Kemudian Galang menawarkan diri untuk mengantar Putri pulang tetapi ia menolak karna takut kakak nya Ratu akan salah faham, lalu Galang ingat akan perkataan Gilang kemaren kalau ia memiliki siswa bernama Ratu "kalau begitu pasti cepat atau lambat ia akan menceritakannya kepada Putri dan semuanya akan segera terbongkar".gumam nya dengat raut wajah yang ketakutan. tetapi ia tetap saja ingin mengantar Putri pulang "baiklah" kata Putri mengiakannya. Mawar yang baru saja keluar dari ruangan dan melihat mereka pulang bareng tentu saja berfikir kalau Galang pasti menyukai Putri.
__ADS_1
Begitu sampai di rumahnya Putri meminta Galang untuk mampir ke rumah nya ,saat ingin mengetuk pintu tiba-tiba saja pintunya di buka oleh Ratu.
"Mas Gilang , silahkan masuk biar saya siapkan minum" sambutnya, lalu iapun pergi ke dapur untuk membuatkannya minum namun Zahra langsung menarik tangan Ratu, Zahra memperingati Ratu agar berhenti berharap kepada Gilang karena ia tidak ingin anaknya hidup sengsara" pikirnya . Zahra memberitahu Ratu kalau ia sudah menjodohkannya dengan anak sahabatnya itu (Indah) . Namun Ratu menolak karena ia hanya mencintai Gilang" katanya.
mendengar bantahan anaknya membuat Zahra kesal dan langsung menegur Galang untuk menjauhi Ratu. ia memberi tahu Galang bahwa Ratu sebentar lagi akan menikah dengan orang lain dan Putri terkejut dengan perkataan Ibunya.
"Bu, bukankah waktu itu ibu sangat menginginkan mas Gilang untuk dekat sama kak Ratu tetapi sekarang kenapa seperti ini?" kata Putri.
"itu dulu, saat ibu berpikir dia akan bisa membahagiakan Ratu" lanjut ibunya..
Galang merasa sangat senang akhirnya ia terbebas dari orang yang tidak ia cintai namun Putri tetap bingung dengan keputusan Zahra. Sementara Ratu langsung memasuki kamarnya dan menutup pintu kamarnya sangat kencang.
"Kenapa Ibu tidak mau mengerti dengan perasaan aku, sikap Ibu tadi seolah mendukung Putri yang berhubungan dengan mas Gilang, aku tidak menyangka ibu berbuat ini" kata nya sambil menangis dan tisu berserakan dimana-mana. kemudian Zahra menyusul dan masuk ke kamar Ratu.
"semua ini ibu lakukan demi kamu Ratu, orang yang mau ibu jodohkan denganmu itu sangat terpandang, sementara Gilang hanyalah Guru honor yang gajinya tidak seberapa". katanya berusaha menenangkan Ratu.
__ADS_1
"tetapi ia sekarang sudah menjadi Dosen di kampus ku bu! dia sudah bukan Guru honor lagi" katanya tetap menangis.
Tetap saja Zahra tidak mau mendengarkan Ratu , ia tetap pada pendiriannya bahwa Ratu harus tetap menerima perjodohan ini.