
Beberapa hari kemudian...
Pagi itu, Saat Rasti sedang berduduk santai di ruang tamu sambil memainkan ponsel nya tiba-tiba ada seseorang yang menelpon nya dengan menggunakan nomor yang tidak di kenal, Rasti pun tidak menghiraukan nya namun ponsel nya itu terus saja berbunyi hingga akhir nya ia pun mengangkat nya .. Ternyata orang itu adalah orang suruhan nya waktu itu, mereka menghubungi Rasti kembali karena ingin memeras nya dengan selalu meminta uang pada nya, jika ia tidak menuruti permintaan mereka maka ia mengancam akan membongkar rahasia nya kepada Rudra bahwa ia sebenar nya hanya berpura-pura miskin saja agar bisa tinggal di rumah Rudra.
"kalian berani memeras ku, dasar bodoh akan ku berikan uang nya tapi ini untuk yang terakhir kali nya..tentukan saja dimana tempat pertemuan nya" ucap Rasti takut bercampur kesal.
"baik bos" kata nya, tanpa Rasti sadari bahwa Rudra sudah dari tadi berada di sana dan mendengarkan semua pembicaraan nya. Lalu Rasti pun pergi ke kamar nya untuk bersiap-siap menemui mereka setelah itu ia pun akan berangkat.
"kamu mau kemana Rasti" ucap Rudra.
"Hmmmmmmm, ke kampus Rudra... ada mata kuliah hari ini" lalu ia pun pergi dan tidak lama kemudian Rudra pun mengikuti nya dari belakang. Rasti sama sekali tidak sadar kalau diri nya sedang di ikuti saat itu, dan sesampai nya di tempat paerjanjian itu ia pun turun dari mobil nya dan menemui kedua orang suruhan nya itu. Ia pun memberi uang banyak pada mereka, Rudra melihat nya namun ia tidak tau untuk apa Rasti memberikan nya pada mereka. Beberapa saat kemudian mereka pun pergi setelah menerima uang nya dan Rasti juga kembali pulang ke rumah. Rudra bingung dengan sikap Rasti yang sudah berani membohongi nya.
Tidak lama kemudian ponsel Rudra pun berbunyi dan menerima panggilan dari Bunga, ia meminta untuk bertemu dengan Rudra hari itu juga dan Rudra pun mau menemui nya menurut nya mungkin saja ada sesuatu yang Bunga ketahui dan Rudra pun sampai di tempat pertemuan mereka dan ia melihat Bunga di sana, ia menghampiri nya lalu duduk berhadapan dengan Bunga.
"mengapa kau mengajak ku untuk bertemu? apa yang ingin kau bicarakan?"
"Rudra, kau mengenal baik aku dari waktu kita kecil, dan kau membenci ku ketika ku melakukan dua kesalah pada Putri waktu itu, tetapi percayalah Rudra.. masalah Racun itu tidak ada hubungan nya dengan ku, aku hanya di suruh oleh mba Rasti dan di mengelabui ku saat itu..kalau kau memang tidak percaya dengan semua omongan ku, kau bisa masuk ke dalam kamar Rasti dan mengambil buku Daery nya di sana kamu akan mendapatkan kebenaran nya.. " kata Bunga yang telah menjelaskan nya, untuk sejenak Rudra terdiam dan berkata dalam hati nya " aku harus membuktikan apa yang telah di bicarakan oleh Bunga" gumam nya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Bunga pun berpamitan pada Rudra lalu pergi sementara Rudra merasa sedang di permainkan saat itu sering muncul di pikiran nya siapa yang harus ia percaya? tapi kini ia sudah menemukan jalan untuk mengetahui siapa sebenar nya yang salah dan siapa sebenar nya yang berkata jujur. Lalu Rudra pun pergi ke kantor nya karena ia harus meeting hari ini..
Sementara di rumah, Rasti sudah sampai dan langsung masuk ke dalam kamar nya , Putri yang baru saja turun dari tangga memperhatikan sikap Rasti yang aneh seperti sedang menyembunyikan sesuatu. Tetapi Putri tidak mau memikirkan nya karena bukan urusan nya, lalu ia pun pergi ke dapur untuk memasak. Tidak lama kemudian Rasti pun kembali keluar dari dalam kamar nya.
"Rasti , kau habis dari mana tadi" ucap Putri bertanya pada nya.
"tadi aku habis jalan-jalan di taman" ucap nya berbohong. Namun Putri percaya saja dengan omongan nya itu, lalu Rasti pun menawarkan diri nya untuk membantu Putri memasak.
hari pun telah sore dan Rudra sengaja pulang kerja lebih awal dari hari-hari sebelum nya karena ia sudah tidak sabar lagi untuk menemukan Daery itu dan mengetahui isi nya. Sesampai nya di rumah Ia pun melihat Rasti dan Putri sedang mengobrol di teras rumah dan saat itu menjadi kesempatan nya untuk pergi ke kamar Rasti.
"Rudra, tumben sekali kau pulang kerja secepat ini? ada apa" ucap Putri.
"baik lah" kata Putri.
Rudra pun langsung menuju kamar Rasti, ia mencari di mana letak buku Daeri yang di maksud itu, tidak lama kemudian Rasti pun masuk ke dalam kamar nya untuk mengambil ponsel nya namun ketika membuka pintu kamar nya tiba-tiba saja ia melihat ada Rudra di dalam sana, ia pun langsung menyapa nya.
"kau sedang apa di kamar ku" ucap nya.
__ADS_1
"maaf, sebenarnya tadi aku hanya ingin meminjam pulpen kepadamu langsung tetapi takut mengganggu kau yang sedang mengobrol dengan Putri di depan tadi" ucap Rudra .
"oh begitu ya sudah buka saja laci lemari di sana, di situ ada pulpen kamu ambil saja dan aku akan menemui Putri lagi di teras" kata nya.
kemudian rudra pun melangkahkan kakinya ke lemari itu dan ia membuka lacinya di sana terlihat ada sebuah buku karena penasaran Rudra pun mengambil buku itu lalu melihatnya ternyata buku itu adalah buku daery milik Rasti.
"ini buku daery yang aku cari Aku harus cepat-cepat,kembali ke kamarku sebelum Rasti kembali ke kamarnya" gumam nya.
lalu dengan cepat Rudra kembali ke kamarnya dengan membawa buku daery milik Rasti itu, Ia pun membuka kamarnya lalu kembali menutup dan mengunci pintunya. saat Rudra hendak membuka buku dari itu tiba-tiba saja Putri datang dan mengetuk pintu kamarnya Putri terlihat sangat bingung dengan tingkah Rudra hari itu karena tidak biasanya Rudra mengunci pintu kecuali saat ingin tidur lalu Putri pun memanggilnya dan memintanya membukakan pintu karena ia sudah merasa ngantuk sekali. Rudra sangat merasa kaget sekali ketika mendengar suara Putri lalu iapun buru-buru menyembunyikan daery itu di bawah bantalnya kemudian melangkahkan kakinya ke arah pintu lalu membukanya.
"kau lama sekali membuka pintu kamarnya, kau sedang apa di dalam Apa kau barusan sedang tidur sehingga cepat sekali mengunci pintu kamar nya" ucap Putri sembari masuk .
"iya tadi kan aku sudah bilang, kalau aku sedang tidak enak badan jadi aku langsung tiduran" lanjut nya.
"lalu pulpen yang kamu pinjam pada Rasti tadi untuk apa sampai kamu masuk ke dalam kamarnya tanpa meminta izin kepadanya terlebih dahulu" kata nya lagi.
mendengar pertanyaan Putri Rudra pun merasa bingung harus beralasan apa lagi kepadanya, Ia pun terdiam lalu Putri membaringkan badannya di atas ranjang dan akan segera tidur .
__ADS_1
"apa kau sudah makan sayang? tumben jam segini sudah tidur" ucap Rudra.
"Aku merasa sangat lelah sekali hari ini Rudra makanya aku ingin istirahat... perutku masih terasa sangat sakit sekali akibat keguguran kemarin" lanjut nya ...dan ia pun tertidur, sementara Rudra keluar dari kamar nya dan menuju dapur untuk makan malam.