Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 26. Putri adalah anak angkat.


__ADS_3

Lima bulan kemudian, hubungan Putri dengan Galang berjalan dengan lancar, tidak ada lagi yang menghalangi mereka untuk berhubungan karena Zahra sendiri sudah setuju akan hal itu karena ia mengetahui bahwa Galang yang di pikirnya Gilang itu adalah anak dari Indah sahabat nya. Suatu hari kemudian Rudra meminta Putri untuk bertemu dengan nya lalu Putri pun pergi untuk menemui nya dan sesampai nya di tempat perjanjian Rudra langsung meminta nya untuk duduk di bangku yang sudah di pesan nya, Rudra yang sudah sekian lama mengetahui kalau Galang dan Gilang itu saudara kembar dan sudah membohongi nya akhirnya ia mencoba memberitahu Putri sebelum kebohongan nya makin bertambah dan Putri pasti terluka. Namun setelah Rudra menceritakan semua nya tetap saja Putri sama sekali tidak mempercayai nya lalu ia pergi meninggalkan Rudra sendiri.


Dalam perjalanan pulang, Putri tidak sengaja bertemu Mawar namun ia memalingkan wajah nya dari Mawar dan tetap melangkah namun Mawar memegang tangan nya dan meminta Putri untuk ikut bersama nya. Mawar membawa Putri kerumah nya setelah sampai disana ia pun mengajak Putri untuk naik ke kamar nya di lantai atas, kemudian Mawar mengambil semua foto-foto nya bersama Galang yang ia simpan di dalam lemari dan memperlihatkan nya pada Putri lalu menjelaskan semua nya. Ia mengaku salah karena telah membohongi nya selama ini namun ia memberi tahu kalau kasih sayang yang ia berikan untuk nya itu benar-benar tulus dan bukan rekayasa.


"Putri! Gilang yang selama ini bersama mu itu sebenar nya Galang mereka adalah saudara kembar, Galang menggantikan posisi Gilang saat ia koma di rumah sakit selama kurang lebih satu tahun, benar dia mencintai mu dan meminta ku untuk membantu penyamaran nya agar tetap aman dengan meminta ku menjadi atasan nya dan dia bawahan ku" kata Mawar menjelaskan semua nya yang terjadi bahkan ia sudah mengingatkan Galang untuk menyudahi sandiwara nya namun Galang tetap mengulur-ngulur waktu. Putri tetap tidak percaya meskipun Mawar sudah menjelaskan semua nya, Putri berpikir kalau ia hanya membuang-buang waktu nya berada di situ dan ia pun memutuskan untuk pulang namun saat bangun tiba-tiba gelang yang ada dalam tas kecil nya jatuh ke lantai dengan cepat Mawar mengambil gelang itu dan memeriksa nya. Di dalam tiap butir gelang itu ada beberapa huruf yang bertuliskan nama Nayla (N a y l a). Mawar sejenak terdiam dan langsung memeluk Putri, Putri sangat bingung dengan sikap Mawar yang tiba-tiba saja berubah menjadi aneh.

__ADS_1


"Ibu kenapa memeluk ku setelah melihat gelang nya" kata Putri sembari melepaskan pelukan Mawar yang sebentar membuatnya merasa nyaman itu.


"kau Nayla ku, kau adik ku, kamu masih hidup, tapi bagaimana mungkin?" lanjut nya dengan perasaan yang campur aduk entah bagaimana.


"aku bukan adik mu" Putri merasa tersinggung dengan ucapan Mawar.

__ADS_1


"Bu! kemaren Putri meminta gelang masa kecil nya pada ku, lalu aku memberikan nya. Aku takut suatu saat dia akan tahu jati diri nya yang sebenarnya kalau dia bukan anak kandung kita." kata Jalal yang duduk di tepi ranjang dan kelihatan Khawatir sekali.


"biarkan saja ia tahu semuanya, dia bukan darah daging mu jadi kenapa kau begitu Khawatir pada nya" kata Zahra tanpa merasa bersalah pada keadaan karena ia lah yang menabrak orang tua nya. Putri yang sudah dari tadi berada di depan pintu kamar mereka mendengar semuanya lalu ia pun menangis sejadi-jadi nya hingga terduduk di lantai, ia sungguh tidak percaya kalau diri nya hanyalah anak angkat untuk sejenak ia merasa bahwa diri nya adalah orang asing di tengah-tengah keluarga nya. Ia pun tidak bisa menahan suara tangisan nya akhirnya suara tangis Putri di dengar oleh kedua orang tua nya, lalu Jalal pun membuka pintu kamar nya dan membantu Putri untuk berdiri Jalal tidak kuasa melihat Putri manangis sehingga ia pun ikut menangis dan memeluk putri nya sementara Zahra diam saja .


"maafkan ayah dan Ibu nak, yang telah merahasiakan nya dari mu" kata Jalal sembari mengusap air mata Putri. Putri tidak bisa menerima kenyataan itu dan Jalal memberi tahu bahwa kedua orang tua nya telah meninggal dunia tetapi ia tidak memberi tahu kalau Zahra lah yang menabrak mobil nya ia hanya memberi tahu kalau orang tua nya meninggal karena kecelakaan mobil dan memberi tahu Putri tempat di mana orang tua nya di kuburkan. ia pun berlari keluar dari rumah nya untuk mendatangi pemakaman orang tua nya dan tiba-tiba saja hujan turun sangat deras sehingga membasahi tubuh nya, ia berjalan seperti orang yang kehilangan arah hidup ia benar-benar merasakan sakit yang belum pernah ia rasakan sebelum nya.

__ADS_1


"Ya Allah aku mengerti sekarang, kedua orang tua yang selalu hadir dalam mimpi ku itu adalah orang tua ku" katanya. Namun dalam perjalanan ia merasa lelah karena berjalan terlalu jauh sementara ia juga belum makan dari pagi hingga sore yang sebentar lagi hari akan gelap, Putri pun pingsan lalu terjatuh di pinggir jalan yang sudah jauh dari rumah nya. Tiba-tiba saja mobil Rudra berhenti saat pulang dari Alfamart, ia pun turun dari mobil nya dan melihat Putri yang telah pingsan lalu ia pun mengangkat dan membawa nya masuk kedalam mobil. Ia ingin mengantar Putri pulang ke rumah nya namun pakaian Putri telah basah dan tubuh Putri sudah terasa dingin sekali sangat jauh kalau harus putar balik ke rumah Putri dan akhirnya ia membawa Putri pulang ke rumah nya. sesampai nya di rumah ia bingung bagaimana cara mengganti pakaian Putri sementara di rumah nya yang sebesar itu tidak ada siapapun selain diri nya. Lalu ia menelpon teman dekat nya yang kebetulan Rumah nya bersebelahan, nama nya Bunga. Lalu Bunga pun pergi ke rumah Rudra dan membantu Putri mengganti baju dan memakaikan nya dengan baju Rudra. Lalu Bunga pun kembali pulang ke rumah nya sementara Rudra duduk di sofa menemani Putri tidur .


__ADS_2