
setelah beberapa hari kemudian Mawar dan Fajar pun kembali pulang ke rumahnya seusai berbulan madu, Ia pun langsung mengabari Putri jika mereka telah sampai dengan selamat kemudian mawar meminta Putri untuk berkunjung ke rumahnya bersama Rudra beserta bayinya dan Putri pun mengiyakannya. pagi ini Putri meminta Rudra untuk mengantarkannya ke rumah mawar dan Rudra pun mengatakan pada Rindu kalau hari ini ia harus berangkat sendirian ke kantor. Tidak lama kemudian mereka pun sampai di rumah mawar Rudra mengantarkan Putri sampai ke depan pintu rumahnya dan kebetulan sekali saat itu Mawar sedang berada di teras rumahnya ia pun meminta Rudra untuk mampir namun Rudra menolak karena ia akan segera pergi ke kantor karena hari sudah mulai siang.
"hati-hati di jalan yah Rudra" ucap Putri lalu mencium tangannya.
"iya sayang, aku berangkat dulu yah" lanjutnya lalu mencium kening Putri di depan Mawar.
" ciyeeeeeee,, kalian mesra sekali" kata Mawar meledek nya lalu Rudra pun berangkat ke kantor.
sesampainya di kantor Rudra langsung memasuki ruang kerjanya ternyata di dalam sana rindu sedang menunggu kedatangannya saat itu Rudra merasa sangat heran kenapa Rindu bisa berada di dalam ruang kerjanya, sementara iya belum ada di sana dan semakin hari Rudra memperhatikan sikap Rindu yang aneh membuatnya merasa sangat tidak nyaman berada di dekatnya namun hal yang ia rasakan itu tidak pernah ia ceritakan kepada siapapun termasuk Putri karena ia takut perilaku aneh yang saat ini sedang di rasakannya itu hanya perasaannya saja.
" kau sedang apa di ruangan ku Rin? apa kau butuh sesuatu?" ucapnya sembari berjalan dan meletakkan tasnya ke atas meja kerjanya.
" aku hanya ingin memberikan berkas ini Pak untuk segera di tandatangani" lanjutnya.
" tetapi kau bisa menunggu sampai ku datangkan baru bisa memberikan berkasnya, kau tidak perlu menunggu dalam ruangan kerja ku seperti ini" ucap Rudra kesal.
__ADS_1
"saya minta maaf Pak" ucap Rindu lalu keluar dari ruangan itu sementara Rudra memeriksa Berkas-berkasnya terlebih dahulu.
hari pun mulai sore dan sepulang dari kantor ia langsung menjemput Putri sementara Rindu pulang dengan mamakai taxi. sesampainya iya di rumah mawar ternyata rindu sudah bersiap-siap di teras depan rumahnya.
"kau ke sini sendirian? kenapa kau tidak mengajak Rindu supaya bisa ku kenalkan pada kak Mawar" ucap Putri.
" Rindu? Rindu siapa?" ucap Mawar dengan sangat penasaran.
"ceritanya panjang kah yang jelas saat ini ia bekerja sebagai asisten nya Rudra di kantor dan untuk sementara waktu ia tinggal bersama kami di rumah" ucap Putri.
"aku minta maaf Bu, lain kali tidak akan ku ulangi lagi" kata Rudra lalu mengajak Putri untuk masuk ke dalam kamar sementara ia akan segera mandi. setelah Rudra selesai mandi Ia pun bermain dengan dengan anaknya sementara Putri membuatkan susu formula untuk nya Rudra mengatakan kepada putri kalau ia sangat kesal karena Risma sudah memarahinya di depan Rindu, namun Putri mengatakan kepada Rudra kalau itu hanyalah hal yang biasa dan tidak perlu dibesar-besarkan.
"bagaimana kerjaan mu di kantor apakah lancar ?" ucap Putri.
"kerjaanku lancar sayang, tetapi jujur saja sekarang aku merasa sangat tidak nyaman jika Rindu menjadi asisten pribadi ku dia sangat lancang masuk dalam ruangan ku ketika aku sedang tidak berada di sana dan aku tidak suka itu" lanjutnya.
__ADS_1
"Aku sangat mengerti nya Rudra tapi tolong berikan dia satu kesempatan lagi untuk memperbaiki perilakunya, aku yakin dia akan bisa lebih baik lagi kedepannya nanti" kata Putri lalu Rudra pun mendengarkannya. sementara hari sudah larut malam, Putri pun mengajak Rudra untuk segera tidur karena besok ia harus kembali bekerja.
keesokan harinya Putri membangunkan Rudra namun iya tidak juga membuka matanya karena kesal Putri pun akan pergi untuk mengambil segayung air agar Rudra terbangun namun ternyata saat itu ia sedang berpura-pura tidur saja Ia hanya mengerjai Putri lalu ia menarik tangan putri hingga terjatuh di atas tubuhnya dan wajah mereka terlihat sangat dekat sekali.
"jangan mengajakku bercanda Rudra ini sudah siang kau akan telat ke kantornya nanti " ucapnya.
"hari ini aku sedang mengambil cuti rencananya aku akan mengajak kalian untuk pergi jalan-jalan ke mall" kata Rudra.
"kenapa jalan-jalannya harus ke mall?" ucapnya.
"untuk membeli kebutuhan anak kita sayang" kata Rudra lalu mengecup b***rnya. kemudian mereka pun bergantian untuk mandi dan bersiap-siap agar segera berangkat.
sesampainya di mall mereka pun membelikan beberapa jenis mainan, baju, ayunan dan masih banyak lagi untuk bayi mereka dan setelah puas berbelanja mereka pun segera pulang ke rumah sebelum matahari terbenam namun di pertengahan jalan Putri melihat orang yang berjualan rujak di sana ia pun meminta Rudra untuk menghentikan mobilnya dan membelikan rujak itu untuknya namun ia tidak menurutinya karena kesehatannya kurang baik akibat terlalu sering begadang saat malam untuk memberikan bayi mereka susu dan menggantikan pempers nya. kali ini Putri pun mengerti akan maksud Rudra yang sangat memperhatikan kesehatannya lalu iapun tidak memaksanya. sesampainya di rumah Rudra pun langsung masuk ke kamarnya sementara Putri pergi ke kamar anak mereka untuk segera di tidurkan karena cape setelah selesai berjalan-jalan.
keesokan harinya Putri mengajak bayinya berjalan-jalan di halaman rumahnya.. pagi itu udaranya terasa sangat sejuk sekali serta sinar matahari yang kini mulai terang menambah keindahan di pagi itu. sementara Rudra sudah berangkat ke kantor bersama Rindu dan Putri berharap semoga mereka hanya bisa berteman baik untuk selamanya tanpa Rindu menjadi orang ke tiga dalam rumah tangga mereka. Setelah beberapa lama kemudian Putri pun masuk ke dalam rumah untuk memandikan bayinya karena hari sudah mulai siang dan iya harus menyuapi bayi nya. dengan kehadiran indah di dalam kehidupannya membuat Putri benar-benar merasakan kebahagiaan yang selama ini ia impi impi kan.. ia menyayangi bayinya indah dengan sepenuh hati seperti anak kandungnya sendiri tanpa berkata lelah ia mengurusnya untuk setiap harinya dan ia berjanji selalu pun suatu saat nanti iya akan mempunyai anak dari rahimnya sendiri Ia tetap mengakui kalau putrinya saat ini adalah ah anak kandungnya juga, Putri pun memberitahu kepada seluruh keluarganya untuk tetap menjaga rahasia mereka karena ia tidak ingin Indah tumbuh dengan perasaan yang diasingkan oleh mereka.
__ADS_1