
sempat beberapa kali mengigo dengan bertanya-tanya "siapa kalian"? tak lama kemudian putri pun bangun dari mimpi nya ia melihat dari arah jam dinding jarum jam menunjukan jam 04.17 rupa nya sudah pagi. Putri pun langsung turun dari tempat tidur nya dan menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu, setelah beberapa menit kemudian ia keluar dari kamar mandi dan bersiap untuk shalat subuh.
setelah selesai shalat putri pun tak lupa berdzikir dan berdo.a untuk keselamatan diri nya dan keluarga nya. Dalam do.a nya pun ia menceritakan apa maksud dari mimpi nya itu kejadian yang sudah sering sekali muncul di dalam mimpi nya.
"Ya Allah hanya engkaulah yang maha tahu tolong tunjukanlah pada ku dan beri tahu aku siapa kah ke dua orang tua yang selalu datang dalam mimpi ku? apakah mereka keluarga ku tapi sungguh aku belum pernah meliat mereka sebelum nya" doa Putri meminta petunjuk pada Allah.
Namun tak lama kemudian tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar Putri pun bangun lalu membuka pintu kamar nya Putri kaget ternyata yang mengetuk pintu kamar nya pagi-pagi adalah kakak nya Ratu.
"Ada apa kakak? tumben pagi-pagi sudah ngetuk kamar aku biasa nya juga kakak bangun tidur nya siang secara anak kesayangan ibu" kata Putri sedikit menyindir kakak nya.
Ratu pun masuk lalu menutup pintu kamar Putri sambil tersenyum seperti ada mau nya dan berkata "Ah kamu Put bisa saja hhmmmm ini masalah yang kita omongin kemarin kamu kan sudah janji mau bantuin kakak, nitip surat yah buak Pak Gilang" lanjut Rati dengan mengulurkan tangan nya dan memberi surat itu kepada Putri.
"Ya ampun kakak! kirain aku ada apa, ya sudah akan ku sampaikan nanti sekarang keluar dulu yah aku mau mandi" sambung Putri sambil mendorong pelan Ratu keluar dari kamar nya.
setelah satu jam kemudian Putri pun sudah siap untuk berangkat ke sekolah saat menuju ke ruang tamu terlihat ada ayah nya yang sedang menikmati pisang goreng dan di temani dengan secangkir kopi hitam. Putri pun mendekati nya lalu menyapa...
"selamat pagi ayah" kata Putri.
__ADS_1
"Pagi Put wahhhhh anak ayah sudah siap mau ke sekolah yah" sambung ayah nya sambil meniup kopi pada gelas yang sudah ia pegang.
"ia ayah ohya ibu kemana? putri tidak melihat nya dari tadi biasa nya kalo ada kakak di rumah pada sarapan" lanjut Putri sambil memakan roti yang tadi ia ambil dari meja makan.
"tadi ibu mu sudah pergi ke pasar di antarin sama kakak mu, ngomong-ngomong mulai hari ini kamu sekolah nya bawa mobil ya nih kunci mobil nya" kata Jalal tidak tega melihat anak nya jalan kaki setiap hari
"tidak usah ayah" Putri pun menolak untuk tidak membawa mobil ke sekolah atau kemana pun ia pergi karena ia lebih suka jalan kaki jika tujuan nya dekat dari rumah nya dan memilih naik angkot jika bepergian jauh.
saat perjalanan ke sekolah tiba-tiba sebuah mobil yang berwarna merah berhenti tepat di depan putri ternyata ia adalah Pak Gilang. kemudian Gilang pun turun dari mobil nya dan menghampiri Putri lalu menawarkan Putri untuk ke sekolah bersama nya.
"Ayo Put barang saya saja ke sekolah nya dari pada kamu jalan kaki nanti telat loh..." kata Gilang mengajak.
"sudah bareng saja , dan tolong kalau di luar sekolah manggil nya mas aja yah jangan Bapak umur kita juga tidak beda jauhkan"? kata Gilang sambil manarik lembut tangan Putri untuk masuk ke dalam mobil nya.
karena tidak enak hati Putri pun menerima ajakan Gilang yang sedikit memaksa nya setelah masuk dan duduk di dalam mobil Putri sesekali melirik ke arah Gilang dan berkata "Gimana cara sampaiin pesan nya kak ratu yah?" Gumam nya bengong.
Sepanjang jalan Putri tetap diam dan memikirkan bagaimana cara nya untuk mendekatkan kakak nya Ratu dengan Gilang karna terlalu lama bengong beberapa kali Gilang memanggil tetapi ia tidak mendengar nya tiba-tiba Gilang menghentikan mobil nya dan berkata "putri kesambet atau kenapa sih, di panggil ko gak nyaut-nyaut" Gumam nya sambil mendekati Putri dan menatap nya dengan sangat dekat hingga terlihat seperti ingin mencium nya.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Putri sadar diri dan melihat wajah Gilang begitu dekat dengan wajah nya karena kaget ia langsung berteriak dan mendorong tubuh Gilang dengan kencang (Dumprakkkkkkkk)...
"Aoooooooowwwwww uuuuuuhhhhhh sakit bangaaaattttttt..kamu kenapa sih put tiba-tiba dorong saya sakit tau" kata Gilang menjerit.
"Bapak yang apa-apaan mau kurangajar sama saya?" jawab Putri dengan memarahi nya balik.
kebetulan Gilang menghentikan mobil tepat di depan pintu gerbang sekolah dan tadi berniat untuk memberi tahu Putri kalo mereka sudah sampai sekolah tapi karena Putri melamun akhir nya terjadi kesalah pahaman Putri pun terlanjur berpikir buruk tentang Gilang. Lalu ia pun turun dengab muka kesal dan bilang "Terimakasih dan jangan pernah berani untuk mendekati saya lagi hubungan kita hanya sebatas Guru dan murid ingat itu" kata Putri dengan tegas kepada Gilang.
Gilang sungguh merasa bersalah karena telah membuat Putri salahpaham ia pun menyalakan kembali mobil nya dan masuk ke lingkungan sekolah untuk memarkirkan mobil nya ke parkiran.
saat putri hendak memasuki kelas tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangan nya dari belakang setelah Putri menghentikan langkah nya dan menghadap ke belakang ternyata yang menarik tangan nya adalah Rasti.
"Put kamu masih marah sama aku? kamu masih mau berteman kan sama aku? sekali lagi aku minta maaf" kata Rasti sambil memegang kedua tangan Putri berharap akan memaafkan nya.
tak lama kemudian Desta pun muncul dan langsung memotong pimbicaraan mereka..
"Ras harus nya kamu sadar kita berteman kurang lebih hampir enam tahun dan selama enam tahun itu sifat kamu tidak pernah berubah !! kamu selalu saja ingin terlihat benar walau sebenar nya salah dan selalu membesar-besarkan masalah tetapi kita memahami dan selalu memaafkan mu namun sampai kapan kita yang harus selalu mengalah demi menghargai perasaan mu" sambung Desta sangat kesal .
__ADS_1
Melihat suasana sudah mulai panas akhir nya Putri pun menengahi mereka dan berkata " Desta cukup! aku sudah memaafkan nya tapi ini yang terakhir kali jika besok-besok dia masih bersifat seperti ini marah-marah tanpa sebab lupakan kalau kita pernah menjadi teman" lanjut Putri sambil menatap ke dua teman nya.