
semenjak Risma kecewa terhadap Putri karena ia belum bisa memberikannya cucu..ia menjadi mertua yang super cuek dan judes kini sikap Risma terlihat seperti orang asing. Bahkan sering kali mereka berdebat untuk hal kecil sekalipun dan terkadang Risma membujuk Rudra untuk menikah lagi agar bisa memberikannya keturunan. Putri selalu terpojok untuk setiap harinya dan di perlakukan seolah ia bukanlah menantu lagi di rumahnya, ia seperti pembantu di rumah suaminya sendiri namun Rudra tidak mengetahui akan perubahan sikapnya karena Risma selalu berpura-pura baik pada Putri di hadapan Rudra sehingga ia sama sekali tidak mencurigainya. Selama ini Putri hanya bisa diam saja di injak-injak harga dirinya oleh Risma tanpa ada pikiran untuk memberitahu Rudra karena ia takut Rudra akan membenci Ibunya lagi sebab sebagai istri yang bijaksana ia tau kalau syurga suaminya ada pada Ibunya.
Suatu hari kemudian Rudra pergi keluar kota untuk menjalankan meeting di sana sementara Putri tetap di rumah bersama Risma. Seperti biasa Putri harus bangun tidur terlebih dahulu sebelum Risma karena ia harus menyiapkan sarapan untuknya sebelum berangkat ke rumah sakit, tidak lama kemudian Risma pun keluar dari kamar nya dan langsung saja Putri mengajaknya untuk sarapan terlebih dahulu.
" Bu, sini sarapan dulu tidak baik kalau kerja dengan perut kosong" ucapnya sembari menarik lembut tangan Risma dan mengajaknya.
"Tidak usah, nanti Ibu makan di kantin rumah sakit saja" ucap Risma tanpa menghargai usaha Putri untuk menarik perhatiannya.
"tapi Bu, aku sudah terlanjur masak" ucapnya lembut.
"Ibu tidak suka dipaksa, sebaiknya kau saja yang makan" kata Risma lalu pergi. Mendengar perkataan Risma yang jutek membuat Putri jadi tidak napsu makan, ia pun membereskan kembali meja makannya.
Beberapa saat kemudian Putri menerima telepon dari Ratu dan ia meminta nya untuk datang ke rumahnya siang itu juga dan menginap disana karena Galang sedang meeting ke luar kota juga. Putri pun mengiyakan ajakan Ratu lalu ia bersiap-siap dan pergi memakai Taxi.
dalam perjalanan Putri mengirim pesan kepada Risma dan memberitahunya kalau ia akan menginap disana namun Risma hanya membaca pesan dari Putri tanpa membalasnya.
sesampainya di rumah ratu Ia pun di disambut hangat oleh kakaknya dan kemudian ia mengajak Putri untuk makan siang bersama kebetulan iya baru selesai memasak masakan kesukaan Putri tidak lama kemudian seusai mereka makan siang Ratu pun mengajak Putri untuk duduk di halaman depan ia pun mengatakan kepada putri kalau ia sangat bahagia sekali memiliki suami seperti Galang yang setia sama dia dan sekarang iya hamil terus mendapatkan dua anak sekaligus sementara Putri yang mendengarnya Ia pun ikut bahagia.
"doakan aku juga yah kak, semoga secepatnya bisa hamil lagi" ucap Putri menunduk.
"kakak pasti selalu mendoakan mu Put.." lanjutnya.
__ADS_1
sementara hari pun telah sore, Rudra mengabari Putri kalau ia akan pulang ke Jakarta besok pagi.
"jaga dirimu baik-baik di sana Rudra! aku merindukanmu" ucapnya..
" kau juga yah...dan aku juga merindukanmu" sambung Rudra lalu Putri tersenyum.
Tidak lama kemudian Putri pergi ke dapur untuk membuatkan makan malam, dan setelah itu ia pun meminta Ratu untuk segera makan selagi makanannya masih hangat. Setelah beberapa menit seusai makan Ratu pun mengajak Putri untuk makan rujak di Teran depan.
"kak Ratu ingin makan rujak malam-malam apa kau tidak takut akan sakit perut?" ucapnya.
" tidak, aku sudah terbiasa Put..ohya apa kau mau memegang perut kakak? kata orang nanti bisa ketularan loh.." ucapnya.
"benarkah? kalau begitu aku mau memegangnya kak" lanjutnya.
"mas, menurutmu baiknya anak perempuan atau anak laki-laki?" ujarnya.
"menurutku sama saja...yang penting sehat" lanjut Fajar tersenyum.
Keesokan harinya, Putri pamit untuk pulang karena hari ini Rudra akan tiba di rumah..dan sesampainya di rumah ia di sambut oleh Risma dengan perban yang ada di tangan nya kemudian langsung saja ia menghampirinya dan memegang tangan Risma.
"Ibu, tanganmu kenapa? apa yang terjadi?" katanya khawatir.
__ADS_1
"tangan Ibu tiba-tiba saja keseleo waktu di tempat kerja tadi, jadi Ibu ijin pulang duluan" lanjutnya.
Putri pun langsung membereskan pekerjaan rumah serta memasak sebelum Rudra pulang..setelah semuanya rapi iapun pergi ke kamar Risma dan memanggilnya agar tangan nya segera di kompres dengan air hangat supaya cepat sembuh kembali. Satu jam kemudian Rudra pun sampai di rumah, ia membawa oleh-oleh dari sana untuk Ibu dan istrinya,, Rudra juga mengajak mereka untuk mengobrol suatu hal yaitu ingin mengajak Putri bulan madu keluar kota mencari suasana baru untuk sesaat mungkin saja dengan begitu Putri akan bisa segera hamil 'pikirnya'..
" kalau kita berbulan madu memangnya tidak mengganggu pekerjaanmu?" ujar Putri.
"tidak sayang ...lagi pula kan selama kita menikah kita belum pernah jalan-jalan berdua" ucapnya sambil menggenggam tangan Putri.
"baiklah, aku ikut saja" lanjut Putri sementara Risma merasa bosan mendengar rencana mereka itu dan ia berpikir bahwa perhatian Rudra kini seutuhnya untuk Putri, ia merasa bahwa Rudra menomor duakannya padahal itu hanya sebatas kecemburuannya saja..
"Ibu harap bulan madu kalian ini bisa mendatangkan berita baik kedepannya, maksud ku semoga setelah itu Putri bisa segera hamil" katanya lalu pergi sementara Rudra dan Putri saling memandang saat mendengar perkataan Risma.
"bagaimana jika aku tidak bisa hamil Rudra, apa benar Ibu akan menikahkan mu dengan orang lain?" ucapnya dengan raut wajah sedih.
"sekalipun itu kemauan Ibu, aku takan pernah meninggalkan seseorang yang paling berarti di dalam hidupku" lanjutnya menguatkan Putri lalu Rudra masuk ke dalam kamar untuk mandi sementara Putri menyiapkan makanan di meja makan dan beberapa saat kemudian, Rudra pun selesai mandi kemudian ia menuju dapur untuk memulai makan siang bersama.
Setelah selesai makan,, Rudra mengajak Putri masuk kedalam kamar dan memintanya untuk memakai dress yang ia belikan.
"kau terlihat sangat cantik sayang..." ucapnya merayu.
" memangnya kapan aku terlihat jelek sayang?" lanjutnya.
__ADS_1
"aku sering melihatnya..kau terlihat sangat jelek ketika kau menangis dan aku tidak menyukainya" kata Rudra dan Putri pun tersenyum... Sementara hari sebentar lagi akan gelap namun Putri saat itu ingin sekali memakan martabak padahal diluar sangat mendung dan sepertinya akan turun hujan namun karena istri tercinta tidak masalah baginya, padahal kalau ia mau ia bisa saja memesannya lewat online gak perlu keluar rumah, capek atau kehujanan namun katanya kenikmatan cinta ada pada letak pengorbanan dan ucapannya itu membuat Putri tertawa lepas "ucapannya seperti anak SMP saja, tetapi aku heran yah kapan suami ku bisa mengeluarkan gombalan seperti ini" kata Putri lalu Rudra pun pergi membelikannya.