Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 79. Ratu dan Galang berkunjung ke rumah orang tuanya.


__ADS_3

keesokan harinya,,


Putri menyiapkan baju kemeja untuk Rudra yang akan bersiap-siap berangkat ke kantornya dan setelah Rudra berangkat ke kantor, Zahra yang baru saja keluar dari kamarnya mengajak Putri untuk pergi ke pasar karena mereka sudah lama tidak jalan berduaan, kebetulan sekali pasar itu tidak jauh dari rumah mereka sehingga mereka akan berjalan kaki saja tanpa menggunakan sepeda motor ataupun mobil. Lalu Putri mengatakan kepada Zahra ia akan memandikan Indah terlebih dahulu setelah itu barulah ia mandi dan mereka akan segera pergi kesana sementara Dewi yang akan menjaga Indah di rumah.


beberapa saat kemudian setelah mereka pun selesai bersiap-siap Zahra dan Putri langsung berangkat dan berpamitan kepada Dewi Ia juga menyarankan agar Dewi harus tetap di rumah sampai mereka kembali dari pasar.


"jangan khawatir Kak Putri serahkan saja semuanya padaku" ucap Dewi.


"baiklah hati-hati di rumah ya Wi, jika terjadi apa-apa jangan lupa untuk segera menghubungi kakak" lanjutnya mengingatkan lalu mereka pun pergi.


sesampainya di pasar Zahra meminta Putri untuk memilih sendiri sayuran beserta ikannya karena hari ini ia ingin memasak makanan apa yang Putri inginkan sementara Ratu dan Galang akan sampai di rumah hari ini karena kemarin sore mereka membatalkan niatnya yang ingin menginap di rumah mereka.


setelah mereka selesai berbelanja Zahra dan Putri pun langsung pulang ke rumah dan mereka membagi tugas untuk pekerjaan rumah seperti biasa Dewi yang memasak dan putri yang membersihkan rumah sementara Zahra bermain dengan cucunya. beberapa jam kemudian saat Zahra bermain dengan Indah di teras depan rumahnya tiba-tiba saja ia melihat sebuah mobil yang sedang memarkir di sana ternyata itu adalah mobil milik Galang dan mereka pun turun dari mobilnya lalu menghampiri Zahra kemudian mereka pun mencium tangan ibunya. saat itu Ratu merasa bingung karena ia melihat Zahra menggendong seorang anak kecil Ia pun berpikir kalau ibunya sedang yang menggendong anak tetangga sebelah karena Putri memang belum memberitahu kepada Ratu soal al ihya yang mengadopsi anak dari panti asuhan.


"ini anak siapa Bu!kenapa kamu enggan dong nya?" ucap Ratu penasaran.

__ADS_1


"namanya Indah, dia anaknya Putri Nak" kata Zahra.


"tapi kan Putri tidak pernah hamil Bu Lalu kenapa sekarang dia sudah memiliki anak" kata Ratu makin penasaran dan bingung saja.


"Beberapa bulan yang lalu Putri dan Rudra mengadopsi seorang anak dari panti asuhan dan mereka menamainya dengan nama Indah dengan harapan suatu saat nanti hidupnya akan indah seperti namanya" ucap Zahra lalu Ratu pun ikut senang mendengarnya, dan Zahra meminta mereka untuk masuk ke dalam rumah dan langsung meletakkan tas bawaan mereka ke dalam kamar Ratu. setelah Ratu keluar dari kamarnya Ia pun melihat putri lalu menyapanya Putri pun merasa kaget karena ia tidak mengetahui kalau Ratu sudah sampai di rumah Ia pun langsung mencium dan memeluk kakaknya kemudian Ia pun meminta Dewi agar membuatkan minuman untuk mereka semua.


setelah Dewi membuatkan mereka minuman Ia pun langsung membawa Rama dan Sinta ke dalam kamarnya sementara indah masih dipangku oleh Zahra.


"bagaimana perasaan kalian setelah mempunyai anak pak dan mengurusnya apa kalian merasa kerepotan?" Zahra bertanya.


"rasanya sangat capek dan lelah banget Bu namun itulah nikmatnya seorang ibu dan seorang istri kami sangat merasa bahagia sekali karena sudah diberikan dua anak sekaligus" ucap Ratu.


setelah puas mengobrol Zahra pun meminta mereka semua untuk segera makan siang karena semuanya sudah tersusun rapi di meja makan. hari pun telah sore, Rudra dan Jalal pun sampai di rumah lalu Putri membuka kan pintu dan membantu Rudra membawakan tas kerjanya kedalam kamar Putri pun meminta Rudra untuk segera mandi karena ia sudah menyiapkan air hangat untuknya kebetulan sekali hari ini Rudra benar-benar merasa sangat lelah sekali dan badannya terasa pegal Putri pun menawarkan diri untuk memijit seluruh badannya dengan senang hati Rudra mengijinkannya.


"mijitnya yang kencang and dikit ya Put biar berasa" ucap Rudra yang sudah membaringkan badannya di atas tempat tidur mereka.

__ADS_1


"aku tidak bisa memijit terlalu kencang Rudra, karena pijitan ku penuh dengan rasa cinta jadi tentu saja tanganku akan terasa lembut di badanmu" ucap Putri dengan gombalannya.


"kau jangan coba-coba memancing ku sayang karena jika aku sudah merangsang kau akan menyesal nanti" lanjut Rudra dan Putri pun tidak dapat menahan tawa nya.


beberapa saat kemudian terdengar suara tangisan dari luar sana Putri pun menghentikan pijatannya lalu keluar dari kamarnya ternyata Indah lah yang sedang menangis lalu Putri pun mengambil nya dari tangan Zahra untuk diberikan susu. saat Putri memberikan sebotol susu kepada Indah tiba-tiba saja terdengar suara nada pesan dari ponsel milik Rudra Ia pun mengambil ponselnya lalu melihat pesan tersebut ternyata Risma lah yang mengirim pesan padanya ia mengatakan kalau ia sangat merindukan mereka dan meminta mereka untuk segera pulang kemudian Rudra membalas pesan Risma Dengan mengatakan mereka akan pulang kerumah dua atau tiga hari lagi.


"pesan dari siapa Rudra?" Putri bertanya.


"pesan dari ibu put,, iya meminta kita untuk segera pulang ke rumah mungkin ia merasa kesepian saat ini" kata Rudra lalu merekapun membiarkan Indah tidur di tengah-tengah mereka karena hari pun sudah hampir larut malam Putri dan Rudra pun memutuskan untuk segera tidur.


keesokan harinya Putri mendapat pesan dari Mawar ia mengajak Putri untuk pergi berziarah ke pemakaman orang tua mereka yang berada di kampung karena memang selama ini Putri belum pernah berziarah ke sana, tetapi Putri mengatakan kalau saat ini ia belum bisa ikut dengannya untuk berziarah karena saat ini ia sedang menginap di rumah Ibu nya dan ia tidak mungkin berjalan jauh dengan membawa Indah. lalu Mawar pun mengerti akan hal itu Dan ia akan mengajak Putri lain kali saja ketika Indah sudah bisa berjalan.


"hati-hati ya Kak semoga selamat sampai tujuan jangan lupa kabari aku jika kau sudah sampai di sana" ucap Putri dalam sebuah pesan.


" baiklah ,, aku akan menelponku lewat vcall nanti" balas Mawar.

__ADS_1


kemudian Putri pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk mereka semua sebelum Jalal, Rudra dan Galang berangkat ke kantor. sementara Ratu dan Zahra lebih memilih meminum teh hangat dengan di ditemani oleh roti bakar di teras depan rumah sedangkan Dewi sedang bermain dengan keponakan keponakannya di ruangan tengah atau ruangan keluarga,, tidak lama kemudian Putri datang dengan membawa satu mangkok bubur sun dan akan menyuapi anak-anaknya.


hai guys terima kasih untuk kesetiaannya dalam membaca karya aku jangan lupa untuk terus mencari tahu kelanjutannya ya guys see you next time..


__ADS_2