Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 12. Putri pulang ke rumah.


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Jalal,Zahra dan Ratu pun sampai di rumah sakit dan langsung menuju ruangan Putri namun Jalal harus pergi ke tempat Administrasi untuk membayar biaya Rumah sakit, sementara di dalam ruangan tersebut terlihat Dewi dan Gilang yang sedang berkemas kemudian Gilang pun membantu Putri untuk duduk dari tempat tidur nya saat itupun Zahra dan Ratu melihat begitu perhatiannya Gilang terhadap Putri. Gilang yang sadar akan adanya mereka langsung bersalaman tidak lama kemudian Jalal pun datang.


"waaah rupanya sudah ada nak Gilang, terimakasih bangat nak Gilang untuk semua kebaikannya" katanya sambil memegang pergelangan tangannya dan menepuk lembut bahu Gilang.


Gilang pun membalasnya dengan senyuman sementara Putri yang mendengar ucapan ayahnya itu menjadi salah faham ia berpikir kebaikan yang di maksud oleh ayahnya itu kalau Gilang yang sudah membantu segalanya termasuk yang mendonorkan darah untuk nya, tanpa ia mencari tau atau bertanya dulu sebelumnya siapa yang telah mendonorkan darah untuknya. Entah bagaimana perasaan nya sekarang rasanya sudah bercampur aduk, pikiran yang sudah tidak jelas arahnya kemana! Putri merasa diri nya sangat beruntung dan penting bagi Gilang . Beberapa saat kemudian Jalal pun meminta mereka bersiap-siap untuk pulang, Putri pulang dengan mobil ayahnya bersama Zahra dan Dewi sementara Ratu pulang bersama Gilang.


Setelah kurang dari dua jam mereka di perjalanan akhirnya sampai juga di rumah, mereka pun langsung turun dari mobil dan membantu Putri berjalan masuk ke dalam kamar nya sementara Dewi menyusul dengan membawa Tas yang berisikan baju-bajunya Putri. Sementara Gilang dan Ratu pun belum sampai juga di rumah ternyata mobil nya Gilang mogok tepat di tempat yang sepi karena tadi mereka mengambil jalan pintas agar cepat sampai kerumah namun jarak dari tempat itu menuju bengkel sangatlah jauh dan tidak mungkin kalau mereka harus mendorong mobil nya. Akhirnya Gilang pun menelpon seseorang dari bengkel untuk menangani mobil nya dan Ratu merasa tidak nyaman melihat Gilang yang dari tadi berjalan mondar mandir di depan nya, seperti nya Gilang memang sengaja terlihat seperti orang kebingungan agar Ratu tidak banyak bertanya terhadap dirinya karena jujur saja Gilang tidak suka denga cara Ratu untuk mendapatkan cinta nya yang harus menukarnya dengan kasih sayang orang tuanya terhadap Putri.


"Mas Gilang terlihat sangat gelisah karna mobil nya mogok, tapi bukankah orang bengkel akan segera sampai jadi aku rasa tidak usah khawatir mas" ujar Ratu kesal karna ia merasa kalau Gilang mencoba menjauhi dirinya.

__ADS_1


Gilang tidak mau mendengarkan perkataannya dan tidak lama kemudian orang bengkelpun sampai dan langsung memeriksa mobilnya. Setelah mobilnya sudah kembali menyala Gilang dan Ratu melanjutkan perjalanannya dan tiba di rumah sekitar jam 07 malam. mendengar suara mobil dari luar, Zahra yang sedang menonton televisi pun langsung keluar dan membuka pintu lalu bertanya mengapa mereka sampai di rumah nya malam begini sementara tadi dari rumah sakit pulang nya bareng-bareng. Gilang pun menjelaskan kenapa mereka telat sampai rumah dan setelah itu Zahra meminta nya untuk masuk dulu ke dalam rumah namun Gilang menolak dan langsung berpamitan untuk pulang. Saat hendak menuju mobil terdengar suara Dewi yang memanggil-manggil nama nya.


"Kak Gilang tunggu" ia berlari dari dalam rumah.


"ia, kenapa wi? tanya Gilang menghentikan langkahnya dan berbalik badan ke arah Dewi.


Gilang pun langsung memberikan nomor nya dan setelah itu melanjutkan langkahnya menuju mobil . sementara Putri yang sedang beristirahat tiba-tiba saja tertidur dan tidak lama kemudian ia pun kembali bermimpi tentang kedua orang tua yang selalu datang dalam mimpi nya jika sebelum nya ia selalu bertanya dalam mimpi nya itu "kalian siapa?" tetapi kali ini berbeda dalam mimpi nya kedua orang tua itu memeluk Putri dan berkata kalau sebenarnya mereka adalah orang tua kandungnya lalu Putri berkara tidak beberapa kali sampai mengigo karena suaranya Putri sangat kencang akhirnya terdengar oleh Jalal yang sedang duduk sambil meminum kopi di ruang tamu. Jalal segera memasuki kamar Putri dan berusaha membangunkannya , Putri pun terbangun dan langsung memeluk Jalal yang duduk di ranjang tepat depan nya.


"kamu kenapa Put? kamu mimpi buruk lagi? Jalal bertanya sambil melepas pelukannya dan mengusap air mata Putri.

__ADS_1


Putri menceritakan tentang mimpi nya yang sudah sering kali buat ia bertanya-tanya dan bingung sendiri. Jalal terkejut mendengar cerita Putri rasa nya tidak percaya bagaimana mungkin Putri bisa sampai bermimpi seperti itu bahkan sering kali, tetapi Jalal berusaha untuk mengalihkan keadaan dan berusaha meyakinkan Putri kalau mimpi itu hanya bunga tidur. Kemudian Jalal membiarkan Putri sendiri untuk beristirahat, saat ingin kembali tidur tiba-tiba saja ponsel nya bunyi rupanya ada WhatsAp masuk dari Rijal, ia menanyakan bagaimana keadaan Putri sekarang namun ia tidak memberitahu Putri kalau ialah yang mendonorkan darah untuk nya. Tak lama kemudian iapun menutup telpon nya dan kembali ponsel nya berbunyi Putri menerima pesan daru Grup sekolah nya kalau mulai senin besok seluruh sekolah dan pekerja di Indonesia harus Lockdown karena kini Indonesia sedang mengalami keresaha yang luar biasa di sebabkan oleh tersebar nya Virus yang mematikan yang di namai covid 19 atau di sebut dengan virus corona. Sehingga terpaksa semua sekolah harus menjalankan ujian sekolahnya lewat online di rumah saja, Putri yang membaca pesan tersebut langsung membalas pesan singkat, semoga wabah ini cepat berlalu.


setelah beberapa hari menjalani ujian akhirnya Putri lega juga karena ujian nya telah selesai dan tinggal menunggu hasil nya. Dua bulan kemudian ia di kabar kan lulus dari sekolah dan meraih nilai tertinggi ia juga mendapat sebuah penghargaan. Dan kondisi Putri pun saat ini sudah membaik namun beberapa saat kemudian ia mendengar tangis dari luar ruang tamu, Putri pun langsung keluar dari kamar nya dan Zahra yang sedang menangis sambil memeluk suaminya Jalal.


Putri mendekati mereka lalu bertanya mengapa Ibunya menangis, Jalal pun menoleh ke arah Putri dan memeluk anak nya sambari menjelaskan kalau mereka harus pindah ke rumah yang lebih kecil seperti kontrakan, namun Putri bingung atas perkataan ayah nya ia pun bertanya kenapa tiba-tiba ingin pindah dan sangat mendadak seperti ini?.


"Ayah bangkrut Put semua yang kita miliki sekarang sudah tiada karena perusahaan yang di pimpin oleh kakak mu Ratu gagal dan memiliki banyak hutang, ayah pikir selama ini perusahaan yang di pimpin oleh kakak mu itu baik-baik saja" kata nya lemas.


Putri pun tidak percaya akan kenyataan ini ia memang bisa hidup sederhana tapi bagaimana dengan keluarga apalagi ibunya karena Zahra memang terlahir dari keluarga kaya raya dan sama sekali tidak pernah merasa kesusahan dalam hidup nya namun kali ini ia benar-benar terpukul sekali. Memang dari awal Jalal tidak sedikit pun percaya kepada Ratu untuk memimpin perusahaan tersebut dan Jalal sudah mengingatkan Ratu untuk berhati-hati dalam berbisnis namun semuanya telah terjadi . Ratu sangat merasa bersalah akan kesalahannya ia sadar kalau ia belum mampu memegang perusahaan sendiri karena memang ia belum terlalu banyak pengalaman berbisnis sedangkan ia sendiri pun masih Kuliah.

__ADS_1


__ADS_2