
"Pagi itu terdengar suara merdu dari arah Masjid di sekitar rumah ku, suara burung yang berkicau, ayam yang berkokok, langit perlahan menelan malam dan menjemput sang fajar. Ku mendekati jendela yang ada di dalam kamar ku, aku membukanya lebar-lebar agar udara nya hendak masuk ke dalam rumah ku, menyejukan hati yang sedang gelisah ini. Mengapa Ya Allah? Aku merasakan sesuatu yang sangat dekat dengan hati ku ada namun aku tidak bisa mengerti nya. Keluarga ku bersama ku, tetapi seolah-olah aku tidak mengenal mereka perasaan apakah ini? dan kedua orang tua yang slalu ada dalam mimpi ku, siapa mereka? Hari pun telah pagi dan sangat terang, langit yang tadinya gelap kini telah membiru. "oh ia ini hari pertama ku ke kampus, pasti Bu Mawar sudah menjemput ku" kata Putri senang akhirnya bisa melanjutkan kuliahnya meskipun di bantu oleh orang lain.
Di hari yang sama Ratu pun pergi ke kampus namun dalam perjalanan ia melihat Galang yang di kiranya Gilang itu memakai mobil mewah berwarna Biru. Ratu tercengak melihatnya seolah tidak percaya Galang bisa membeli mobil sebagus itu padahal yang ia tahu Galang biasa memakai mobil tua berwarna hitam. Dan sayangnya mobil itu melaju cepat sehingga Ratu tidak dapat memanggil ataupun mengejarnya. Lalu iapun melanjutkan perjalanannya menuju kampus , sesampai nya disana ia melihat Gilang yang baru saja turun dari mobilnya. Ratu merasa heran dan bingung "perasaan tadi mas Gilang memakai mobil keren berwarna biru tetapi kenapa sampai di kampus, mobilnya berubah warna! apa mungkin aku salah liat? ya sudahlah" gumam nya tidak memikir panjang.
Suara bel pun berbunyi, Gilang mengingatkan lagi untuk keberangkatan camping mereka nanti sore dan memberitahu bahwa di tempatnya berkemping nanti tidak ada jaringan ponsel sehingga mereka harus benar-benar memperhatikan petunjuk yang sudah di sediakan, namun saat Gilang memberitahu tentang camping , Ratu malah melamun sambil senyum-senyum sendiri karena kesal, Gilang langsung mendekati nya dan memukul meja dengan keras sehingga Ratu sangat kaget sekali.
"jika tidak mau mengikuti pelajaran saya, silahkan keluar." sambari menunjuk arah pintu keluar.
"ma.....maaf mas... eeehhhh Pak Gilang maksudnya" jawab nya terbata-bata.
walaupun Ratu sudah meminta maaf, Namun Gilang tetap saja tidak mengijinkan Ratu untuk mengikuti mata kuliahnya lalu Ratu pun terpaksa keluar.
"uuhhh sifat galaknya itu terkadang membuat ku kesal, ku harap suatu hari nanti sifat mu itu bisa berubah" gerutunya sembari jalan.
Sementara Putri sudah sampai di Kampusnya ia di temanin oleh Mawar. kemudian Putri langsung masuk ke dalam ruangan yang telah di arahkan namun tiba-tiba saja ia menabrak seorang lelaki yang bernama Rudra, ia adalah lelaki yang paling terkenal di kampusnya, tampan, pintar namun sangat cuek dan pendiam hingga siapapun sulit untuk berteman dengannya kadang-kadang ia terlihat seperti orang sombong karena jarang sekali berbicara. Saat Putri menabraknya ia sempat meminta maaf kepada Rudra namun ia diam saja dengan pandangan tajamnya lalu melanjutkan langhkah nya menuju kelas, Putri pun berjalan di belakangnya sampai masuk kedalam ruang kelas. " kenapa dia mengikuti ku" ternyata mereka satu ruangan tidak lama kemudian suara bel masuk pun berbunyi Dosen pertamanya meminta Putri untuk memperkenalkan diri lalu menyuruhnya duduk di bangku kosong tepat di samping Rudra. iapun melangkah menuju bangku sambil menoleh ke arah Rudra " apa-apaan ini! kenapa harus duduk di samping lelaki sombong ini" gerutunya, iapun duduk lalu mengulurkan tangannya di depan Rudra.
__ADS_1
" Haiii, aku Putri...." katanya, namun Rudra diam saja seperti tidak mendengar Putri bicara, ia terus saja menunduk membaca buku yang ada di atas meja nya,"Dasar lelaki sombong" Putri merasa hari-hari kedepannya tidak nyaman kalau harus bertemu Rudra tiap hari.
Beberapa saat kemudian terdengar ketukkan pintu dari luar dan ternyata orang itu adalah sahabat lama nya Rasti, lalu Dosen menyuruhnya masuk untuk segera duduk agar bisa memulai pelajarannya.Rasti berjalan melirik ke arah Putri dengan wajah cuek sepertinya ia tidak suka kalau Putri satu kampus dengannya, Putri melempar senyum ke arah Rasti namun ia menanggapinya biasa saja seperti tidak mengenalnya." ada apa dengannya"gumamnya.
Dosennya memberitahu mereka bahwa nanti sore mereka akan pergi bercamping antar kampus yang ada di Jakarta. merekapun di bagikan kelompoknya Rasti,Putri dan Rudra di tunjukan untuk satu kelompok. Rasti merasa tidak senang satu kelompok dengan Putri dan Putri pun tidak suka satu kelompok dengan Rudra yang menurutnya lelaki Sombong.
Setelah pulang kuliah Putri dan Ratu langsung menyiapkan perlengkapan nya untuk di bawanya nanti. kemudian, tiba-tiba saja Zahra membawakan bekal untuk Ratu tidak untuk Putri.
"Ibu menyiapkan bekal untuk kak Ratu saja, untuk ku mana bu?" protesnya.
"ya sudah tidak apa-apa bu" katanya pelan.
Putri di jemput oleh Mawar tanpa sepengatahuannya, Putri yang baru keluar dari rumah terkejut melihat sebuah mobil yang parkir depan rumahnya. Mawar membuka kaca mobil nya dan meminta Putri untuk masuk kedalam mobil nya, ia memberitahu Putri kalau ia yang akan mengantarkannya ke kampus.
"harusnya tidak usah repot-repot seperti ini bu, saya bisa sendiri kok" kata Putri.
__ADS_1
"kamu sudah ku anggap adik sendiri jadi menurut ku tidak berlebihan jika aku hanya mengantar mu ke kampus" sambungnya.
sesampainya di kampus, Putri langsung menghampiri teman-temannya yang sedang berkumpul menunggu Bus jemputan. Ia mendekati Rasti dan bertanya kabarnya namun Rasti tidak menghiraukannya ia tetap diam saja dan menunjukan sikap cuek agar Putri paham kalau ia tidak ingin lagi berteman dengan nya. Namun Putri tetap saja mencari-cari perhatian Rasti dengan menanyakan kabar Desta tetapi ia tetap diam. Tidak lama kemudian Bus nya pun datang mereka semua menaiki Bus itu dan duduk antar kelompok yang terdiri dari lima orang tiap kelompoknya.
Putri merasa tidak nyaman sekali berada di antara mereka, yang pertama orang yang ia anggap sahabat kini telah seperti orang baru yang ia kenal sedangkan yang satunya lagi, Rudra si cowok yang sangat cuek . Tiba-tiba saja dua temannya yang lain mengajak nya bicara.
"haiii Put kita dari pagi belum sempat kenalan, namaku Naura dan aku salsa" sembari mengulurkan tangan mereka ke arah putri.
" oh ia, aku Putri senang berteman dengan kalian" lanjut nya tersenyum.
sesampainya di Bogor tempat dimana mereka bercamping. merekapun langsung mengeluarkan alat-alat dari dalam Ransel mereka untuk membuat tenda dan bagian perempuan mencari kayu bakar untuk persiapan nanti malam, sebagiannya lagi menyiapkan bahan-bahan untuk memasak.
" waaooooo Putri coba lihat di sekeliling kita banyak bangat yang camping mereka dari seluruh kampus yang ada di jakarta, pasti bakalan seru kalau kita banyak teman baru untuk bersosialisasi." sahut Naura sembari mencari kayu bakar namun Putri hanya tersenyum. Namun tidak lama kemudian Putri bertanya tentang Rudra pada Naura.
"Naura, siapa nama cowo sombong itu? keren sih tapi tidak mau bergaul di ajak berteman saja tidak mau" katanya sambil menunjuk ke arah Rudra.
__ADS_1
"oh itu, namanya Rudra dia cowo terkenal di kampus kita, pemilik kampus kita adalah orang tuanya dan dulu dia orangnya baik sangat asyik berteman namun setelah kita dengar kabar kalau orang tuanya berpisah dia seperti tidak perduli yang ada di sekitar nya ataupun akan hidupnya, sampe saat ini belum ada orang yang bisa mengembalikan senyumnya tetapi hati-hati, Rasti tidak suka kalau ada orang yang berani mendekati Rudra selain dirinya." penjelasan Naura membuat ia mengerti ternyata yang di pikirkan nya salah, dan mereka pun balik ke tenda seusai mencari kayu bakar.