
ke esokan hari nya Risma mendatangi Rumah Rudra untuk menemui nya, Sesampainya di sana Risma melihat Putri yang sedang menyiram tanaman di halaman rumah nya ia menghampiri Putri dan bertanya sedang apa diri nya di sana lalu Putri pun bersalaman dengan nya ia mengulurkan tangan lalu mencium tangan Ibu mertua nya.
"sedang apa kau di sini Put?" ucap nya, kemudian Rudra pun keluar dari dalam rumah nya dan melihat mereka yang tengah berbincang di halaman rumah nya, Rudra pun menghampiri nya dan menyuruh Putri untuk masuk ke dalam, Putri pun menuruti perkataan Rudra..
"ada perlu apa anda ke rumah ku?" ucap nya dengan membelakangi Risma.
"Ibu minta maaf Rudra tolong jangan memandang ibu seperti orang lain" balas nya.
"Dr.Risma yang terhormat! anda yang telah mengubah diri ku menjadi seperti ini, pergi lah dan jangan ganggu kehidupan ku lagi" lanjut nya, tiba-tiba saja ponsel Risma berbunyi dan ia mendapat panggilan dari Bara ayah nya Rasti. Dan meminta nya untuk segera pulang, kemudian Risma pun berpamitan kepada Rudra namun ia diam saja tanpa menghiraukan nya.
Selama ini Risma ingin selalu bertemu Rudra namun Risma tidak pernah mendapat ijin dari suami nya untuk hal itu, Bara tidak ingin Risma menjalin hubungan lagi dengan orang-orang yang telah menjadi masa lalu nya, Bara hanya ingin Risma menjadi istri dan Ibu untuk Rasti saja. Padahal ia sama sekali tidak pernah bisa memikirkan perasaan Risma yang begitu rindu terhadap Rudra hingga akhir nya Rudra salah paham untuk keadaan ini ia mengira bahwa Ibu nya sudah melupakan dia namun sebenar nya tidak. Karena sudah terlalu lama menahan rindu akhir nya Risma memberanikan diri untuk menemui nya tapi kini Rudra sudah terlanjur membenci nya.
suatu hari Risma menghubungi Putri dan meminta nya untuk bertemu, Putri pun menemui nya di sebuah Restoran yang di janjikan di sana terlihat Risma sudah dari tadi menunggu kedatangan nya. Ia menanyakan ada hubungan apa antara ia dengan Rudra, namun sebelum Putri menjawab pertanyaan nya ia malah balik mengalihkan pembicaraan.
"Bu risma, aku sangat mengenal mu kau orang yang sangat baik yang pernah ku kenal namun sulit untuk ku percaya bahwa kau tega meninggalkan keluarga mu demi harta, kau tau! Rudra sangat hancur saat itu, bahkan dia pikir semua wanita itu sama jahat nya, aku pikir kau adalah sosok ibu yang sangat mulia tapi ternyata aku salah" ucap Putri membuat mata Risma berkaca-kaca.
kemudian ia pun menceritakan semua masa lalu bersama keluarga nya yang dulu, Risma mengaku salah karena meninggalkan mereka tapi ia tidak pernah melupakan Rudra ia mengatakan kalau Rudra adalah anak satu-satu nya bagaimana mungkin ia bisa melupakan nya.
"aku sangat merindukan Rudra, tapi sungguh aku tidak pernah menyangka ia akan membenci ku seperti ini" ucap nya tanpa sadar air mata nya kini telah membasahi pipi nya. Putri sangat terharu mendengar curahan hati Risma ia percaya kalau Risma berkata jujur, ia meminta tolong pada Putri agar mengembalikan Rudra dalam pelukan nya dan akan siap menerima hukuman atau perpisahan atau apapun dari Bara asal Rudra mau mengakui nya kembali.
"Bu, Rudra adalah suami ku dan kau adalah mertua ku, aku berjanji akan menyatukan kalian kembali, percayalah" ucap nya meyakinkan Risma.
__ADS_1
"benarkah? sungguh kau istri nya Rudra! terimakasih sayang sudah menjaga nya selama ini" lanjut nya sangat bahagia saat mengetahui kalau Putri adalah menantu nya.
setelah itu Putri pun pamit untuk pulang sementara Risma tidak menyadari bahwa ada orang yang memperhatikan pembicaraan mereka dari tadi, orang itu adalah suruhan Bara untuk mengikuti kemana Risma pergi. Orang suruhan Bara itu berhasil memotret mereka dan merekam semua pembicaraan Putri dan Risma.
kemudian Risma pun terburu-buru untuk pulang ke rumah nya karena takut Bara akan mencari nya. Beberapa saat kemudian ia pun sampai di rumah nya, ternyata dari tadi Bara sudah menunggu nya di teras sambil menikmati secangkir kopi.
"kamu dari mana saja Ris?" kata nya mendekati Risma.
" aku tadi ke rumah sakit Mas, ada pasien yang harus ku tangani" ucap nya gugup.
"sejak kapan rumah sakit pindah ke Restoran?" ujar nya yang membuat Risma mulai ketakutan . karena Bara sudah terlanjur mengtahui nya akhir nya Risma pun berkata jujur pada nya kalau ia menemui Putri.
"untuk menanyakan kabar putra ku Rudra" balas nya.
Lalu Bara memperingati Risma untuk berhenti menemui Rudra dan melakukan hal yang menurut Bara adalah sebuah kesalahan ini untuk terakhir kali nya. Risma mengerti dengan apa yang di katakan oleh Bara dan ia pun masuk ke dalam rumah menuju kamar nya.
Sementara di tempat lain Rudra bertanya kepada Putri dari mana saja ia bahkan tidak memberitahu nya kemana ia pergi maka Putri yang baru saja sampai di rumah itu, memberi tahu Rudr kalau ia baru saja menemui Risma.
"apa kau tidak bisa menghargai ku atau memahami perasaan ku sedikit saja" ucap Rudra kecewa.
"aku tau kau sedang terluka Rudra, tapi tidak ada luka yang tidak dapat di sembuh kan bukan?" jawab nya.
__ADS_1
"apa maksud mu?" Rudra kembali bertanya kepada nya karena tidak mengerti dengan apa yang sedang Putri coba jelaskan.
"Ibu mu tidak sepenuh nya dalah dalam hal ini Rudra, dia tidak pernah melupakan mu, dia sangat merindukan mu dan aku sangat mengenal nya mungkin lebih dari kau anak kandung nya sendiri" lanjut nya ia berusaha membuat Rudra mengerti namun rasa benci nya membuat ia tidak mau mendengar kan siapa pun. Rudra pun keluar dari dalam rumah dan meninggalkan Putri sendiri, ia akan ke kantor dan untuk saat ini ia sedang marah dan tidak ingin bertemu dengan Putri dulu karena itu hanya akan membuat nya kesal saja.
kini hari pun mulai gelap dan Rudra masih berada di kantor nya, ia tidak tega membiarkan Putri di rumah sebesar itu dalam keadaan sedndirian saat malam, karena takut listrik bisa saja tiba-tiba mati kapan pun akhir nya ia menelpon Mawar untuk menemani nya dirumah namun saat Mawar mengangkat telpon Rudra ia memberi tahu kalau ia tidak bisa menemani Putri karena ia harus lembur di kantor nya. setelah menutup telepon nya ia pun terpaksa harus pulang dan bertemu lagi dengan Putri.
Sesampai nya di rumah, rupa nya Putri sedang menunggu nya pulang sampai tertidur di meja makan lali ia pun membangunkan nya.
"Rudra, kau sudah pulang.. makanlah dulu" ucap nya.
"akan ku makan nanti selesai mandi" lanjut nya lalu pergi ke kamar nya untuk mandi, setelah selesai mandi ia pun akan mengambil baju nya di lemari namun lemari nya dalam keadaan kosong karena semua barang-barang nya sudah Putri pindahkan ke kamar nya. lalu Rudra pun kembali turun dari lantai atas dengan memakai handuk saja dan bertanya kepada Putri kenapa ia memindahkan barang-barang nya tanpa meminta ijin dulu pada nya.
"semua barang mu sudah ku pindah kan ke dalam kamar ku" ucap nya.
"kenapa?"
"kau suami ku dan ku rasa tidak baik kalau kita masih tidur terpisah setelah kita melupakan perjanjian itu" lanjut nya tersenyum. Lalu Rudra pun pergi ke kamar Putri untuk memakai baju nya dan bersiap-siap untuk makan malam bersama. Saat di meja makan Putri memberanikan diri untuk mengawali pembicaraan pada Rudra.
"Rudra, maafkan aku" kata nya.
"kamu tidak salah, hanya saja aku yang terlalu egois" ucap nya dan melanjutkan makan nya.
__ADS_1