
setelah pelajaran Pak Gilang selesai bel sekolah pun berbunyi menandakan waktu jam istirahat saat Putri, Rasti dan desta hendak keluar kelas tiba-tiba saja Gilang menahan Putri dan berkata "Put boleh saya bicara sebentar?" tanya Gilang kepada Putri.
Lalu Putri pun mengangguk-angguk mengiakan nya kemudian Putri menyuruh Rasti dan Desta untuk pergi ke kantin duluan "kalian duluan saja, aku ada urusan dengan Pak Gilang ntar aku nyusul " kata Putri kepada teman-teman nya lalu mereka berdua pun pergi meninggalkan Putri dan Gilang di dalam kelas.
"Put saya mau minta maaf untuk kejadian tadi pagi tapi sungguh Put saya tidak ada maksud untuk berbuat kurangajar, sebelum nya saya sudah memanggil kamu beberapa kali tapi kamu diam saja saya pikir kamu kenapa-kenapa maka nya saya mendekati kamu untuk memastikan nya" Gilang menjelaskan nya dengan jujur.
"ok penjelasan Bapak saya akan terima dan saya akan maafin tapi dengan satu syarat gimana?" jawab Putri sambil memegang pundak Gilang dengan ke dua tangan nya dan wajah mereka kelihatan sangat dekat sekali.
Melihat sikap Putri yang seperti itu membuat jantung Gilang terasa hampir copot seolah tidak percaya Putri berani mengajukan sebuah syarat kepada nya apalagi hanya untuk mendapatkan sebuah kata maaf. Kemudian Gilang pun berkata "apapun syarat nya saya akan terima" .
"ok langsung saja!! kakak saya nama nya Ratu, dia sangat menyukai Bapak sejak pertama kali dia melihat Bapak datang ke rumah tadi malam dan kak Ratu meminta saya untuk mendekatkan dia dengan Bapak lalu saya pun sudah terlanjur berjanji untuk menuruti nya terus dia ngasih surat ini ke Bapak ehhehehe" lanjut Putri sambil memberi surat dari Ratu kepada Gilang.
"apa? gak! saya gak mau syarat apaan itu sangat tidak masuk di akal lagi pula saya sedang mendekati perempuan yang sudah saya suka selama ini jangan hanya karna masalah kecil ini kamu sampai menjebak saya seperti ini" lanjut Gilang sedikit membentak.
kemudian Gilang pun pergi meninggalkan Putri sendirian di dalam kelas. Sementara di kantin Raja terlihat sedang duduk sendirian di meja makan sambil memainkan sedotan yang ada di gelas minum nya seperti orang yang sedang memikirkan sesuatu "sampai kapan aku mau berpura-pura mencintai Rasti aku tidak bisa terus bertahan dengan perasaan yang salah seperti ini aku harus jujur sama Rasti" Gumam Raja sambil memperhatikan Rasti dan Desta di meja yang tidak jauh dari tempat duduk nya.
ketika ingin menghampiri Rasti tiba-tiba saja Putri datang menghampiri teman-teman nya dengan muka sedikit di tekuk dan menarik kursi sedikit kasar kemudian dia duduk sambil menghembuskan nafas panjang yang seperti nya menunjukan kekesalan nya kepada Gilang.
__ADS_1
"Hhhhuuuuuuffftttttttt dasar Guru nyebelin, sok kegantengan, pake nolak syarat dari aku lagi awas saja gak akan pernah aku maafin" Gumam nya sambil memukul meja pprraaakkkkkkkkk.
Rasti dan Desta benar-benar bingung melihat sikap Putri karena penasaran Rasti pun memberanikan diri untuk bertanya " kamu kenapa Put datang-datang kok langsung marah-marah" kata Rasti kessal karena tadi sempat keselek gara-gara kaget saat Putri memukul meja.
"cerita nya panjang yang jelas aku kesal bangat sama sih Guru galak yang sok kegantengan itu uuuuuuuuhhhhhhhhhhh " kata Putri dengan nada tinggi sampai ia tidak menyadari kalau Gilang duduk di bangku tepat di belakang Putri dan dari tadi Gilang mendengar semua pembicaraan mereka.
Tiba-tiba saja Gilang bangun dari tempat duduk nya dan berdiri di hadapan Putri.
"kamu berani sama saya? pembicaraan kalian barusan bisa saja saya aduin kepada kepala sekolah tapi saya masih memberi kalian kesempatan untuk memperbaik diri" kata Gilang memperingat kan lalu pergi meninggalkan kantin.
"Haduuhhhh kalau kaya gini cerita nya kita gak mau ikutan yah Put kita gak berani " kata Desta sambil mengangkat kedua tangan nya seperti menyerah.
ketika hendak menghampiri mereka tiba-tiba saja bunyi suara bel masuk dan Lagi-lagi ia gagal untuk menghampiri mereka.
sementara di rumah ,, Ratu sedang duduk di teras nya sambil memainkan ponsel ia menunggu Putri pulang sekolah karena ia penasaran apakah surat nya untuk Gilang sudah di sampaikan apa belum oleh Putri.
Tak lama kemudian Putri pun pulang dan memberi salam kepada kakak nya..kemudian ia lansung masuk ke dalam kamar nya belum sempat menutup pintu tiba-tiba Ratu menahan pintu nya dari luar lalu masuk ke dalam kamar Putri.
__ADS_1
"Put Gimana surat dari aku? kamu sudah ngasih ke Guru ganteng itu kan?" tanya Ratu penasaran.
"ia sudah kak! tapi selanjutnya usaha sendiri yah pendekatan nya jangan lewat tangan aku, aku malas kalo harus ketemu dia apalagi sampai ngobrol sama dia lagi pula kakak aneh suka nya sama orang galak kaya gitu aku saranin yah mendingan kak Ratu terima aja cinta nya kak Fian dia baik, ganteng, pintar, kaya, komplit deh pokok nya" lanjut Putri sembari membuka seragam sekolah nya.
tak lama kemudian Zahra pun memanggil anggota keluarga untuk makan siang bersama.
di meja makan terlihat Dewi sedang mempersiapkan semuanya. Dewi hobby memasak wajar saja kalau masalah dapur adalah urusan nya.
Putri dan Ratu pun sampai di meja makan dan mengambil posisi untuk duduk di bangku masing-masing. Beberapa waktu kemudian akhirnya makan siang pun selesai Ratu pun bangun dan meninggalkan meja makan dengan raut wajah yang sedikit kebingungan.
Zahra yang melihat nya pun langsung mengikuti Ratu yang sedang berjalan menuju kamar nya pada saat membuka pintu kamar dan ingin menutup nya kembali ia terkejut melihat zahra ada di belakang nya lalu Ratu pun membiarkan ibu nya masuk ke dalam kamar nya..
"kamu kenapa sayang? apa ada yang mengganggu pikiran mu? apa ini soal Fian?" tanya Zahra kepada anak nya sambil memegang tangan Ratu.
"ia bu! aku sangat menyukai Guru nya Putri sejak pertama kali melihat nya tadi malam. aku ingin dekat dengan nya akhir nya aku meminta tolong kepada Putri tetapi dia tidak mau membantu ku ibu" Ratu curhat tentang isi hati nya dengan menyalahkan Putri.
"dengar nak apapun yang bisa membuat mu bahagia ibu pasti akan memberikan nya ibu pastikan dia akan menjadi milik mu nanti" kata Zahra menyakinkan Ratu.
__ADS_1
kemudian Zahra memeluk anak nya lalu keluar dari kamar membiarkan Ratu untuk sendiri dulu.