Aku Pernah Hancur

Aku Pernah Hancur
Bab 65. Risma mengusir Rasti dari rumah Rudra.


__ADS_3

keesokan hari nya.. seperti yang di rencanakan kemarin, hari ini mereka akan pergi untuk memperbaiki rekaman CCTV itu. Saat mereka akan pergi Rasti mengikuti mereka dari belakang karena ia merasa kalau Rudra dan Putri sedang merahasiakan sesuatu dari nya..namun dalam perjalanan Rudra menyadari kalau mobil Rasti mengikutinya, akhirnya ia pun membelokan mobilnya dan mengarahkan pada sebuah parkiran di depan Rastoran kecil di sana seolah mereka terlihat seperti sedang berkencan.


"sialan...... ku pikir mereka akan pergi kemana! ternyata cuman mampir ke Restoran, tetapi bukankah ini masih pagi masa ia sarapan aja sampe harus ke Restoran" ucapnya kesal lalu pergi dari tempat itu, sementara Putri masih bingung dengan sikap Rudra.


"kau akan mengajak ku sarapan di sini" ucap Putri bertanya.


"tidak.. aku hanya mengalihkan perhatian Rasti karena dari tadi dia mengikuti kita, ku rasa dia sudah mulai curiga" sambung Rudra. Lalu mereka pun kembali masuk ke mobil nyaq dan melanjutkan perjalanan nya. Sesampainya di sana mereka menemui orang itu dan menyerahkan flashdisk untuk di periksa dan memulihkan kembali rekaman nya dan setelah beberapa saat kemudian mereka pun berhasil, semua rekaman yang ada di sana terlihat sangat jelas bahwa Rasti lah yang menyuruh Bunga untuk memasukan racun itu kedalam minuman Putri yang akan membuatnya keguguran. Putri tidak kuasa menahan amarahnya saat itu hingga ia hanya bisa menangis dan tubuh nya terasa lemas.


"tenanglah...ku pastikan, dia akan segera pergi dari rumah kita Put" ucapnya lalu memeluk Putri. Tidak lama kemudian mereka pun pulang ke rumah, dan dalam perjalanan Rudra menelpon Risma untuk segera pulang saat itu juga karena khawatir terjadi apa-apa dengannya terpaksa Risma meninggalkan pekerjaannya di Rumah sakit. Sesampainya di rumah ternyata Rudra dan Putri sudah lebih dulu sampai di rumah dan menunggu kedatangan Ibu nya. Risma yang baru saja sampai di rumah di buat bingung oleh raut wajah mereka berdua yang begitu tegang. Sementara saat itu Rasti tidak ada di rumah karena ia pergi hangout bersama teman-temannya, Rudra mengajak Risma duduk lalu meletakkan Laptop yang di pegang nya itu tepat di hadapan nya serta buku diary dan rekaman nya saat bertemu orang suruhannya saat itu.


"apa maksudmu meminta Ibu pulang terburu-buru dan memperlihatkan leptop ini pada ku? apa kita akan nonton film kartun?" kata Risma kesal bercampur penasaran serta kebingungan.

__ADS_1


"tidak ibu bukan itu maksud ku, kau akan tau setelah melihat rekaman ini" lanjutnya kemudian Rudra memutar rekaman itu. Setelah melihat semuanya untuk sesaat kepercayaan nya terhadap Rasti hancur dan rasa sakit hati yang begitu dalam yang sulit ia percaya anak tiri yang selama ini ia sayangi, yang selalu ia bela, ternyata hanyalah seorang penjahat dan pembunuh mata Risma mengeluarkan tetesan air mata hingga wajahnya memerah..kebetulan sekali saat itu Rasti sampai di rumah denga membawa begitu banyak belanjaan yang di pegang nya. Rasti mendekati mereka dan bertingkah biasa saja meskipun ia merasa ada yang aneh dengan tatapan mereka terhadapnya.


"Ibu, kenapa semuanya menatap ku seperti ini? dan kenapa kau menangis? siapa yang berani membuat Ibu ku menangis?" ucapnya seolah perduli dan karena Risma sudah tidak bisa menahan emosi nya akhirnya ia bangun dari tempat duduk nya lalu menampar pipi Rasti kiri dan kanan. Plaaakkkkkkkkkkk....pllaaaaaaaaakkkkkkkkk..!!!


" Aaauuuhhhhhh,, sakit Bu! kenapa kau menamparku? apa salah ku" ucapnya tanpa merasa bersalah pada mereka.


"Berhentilah berpura-bura baik di hadapan ku Rasti, selama 25 tahun aku merawat mu, dan membesarkanmu dengan kedua tangan ku,, aku meninggalkan anak kandungku demi ayahmu dan diri mu..tapi inikah balasan mu terhadap keluarga ku? aku selalu menjadi ibu yang terbaik untukmu, mendidik mu tapi kenapa didikanku membuatmu menjadi seorang pembunuh hah? dia ayah kandungmu kenapa kau tega membunuhnya hanya demi mendapat belas kasihan dari keluargaku, kau membunuh calon cucu ku. Kemarin aku mengganggap mu sebuat permata yang tidak dapat ku tukar dengan apapun tetapi hari ini kau tidak lebih dari sampah yang tidak berguna bagi siapapun dan mulai hari ini lupakan bahwa aku pernah menjadi Ibumu." ucap Risma lalu menyeret Rasti keluar dari rumahnya.


"Ibu, tolong dengarkan penjelasan ku, jangan usir aku Buuuuuuuuuuu" teriak nya sambil menangis di depan pintu namun tidak ada satupun dari mereka yang menghiraukan nya. Dengan rasa malu serta merasa bersalah Risma memeluk anak dan menantu nya, karena selama ini ia tidak pernah mau mendengarkan omongan mereka.


"kau tidak salah Bu lalu kenapa kau harus meminta maaf" lanjut Putri dan kembali memeluk nya. Tidak lama kemudian Putri pun mengantar Risma ke kamarnya untuk beristirahat setelah itu ia pergi ke kamarnya dan menemui Rudra di sana. saat memasuki kamar, ia melihat Rudra yang sedang bekerja dengan laptop nya di atas tempat tidur lalu iapun mendekati nya perlahan karena tersadar Putri berada di sana Rudra pun menghentikan pekerjaannya.

__ADS_1


" ada apa? apa yang sedang kau pikirkan?" ucap Rudra.


"Rudra, aku tau kita sudah mengusir Rasti dari rumah tetapi aku sangat mengenalnya dia bukanlah orang yang mudah menyerah dia pasti akan melakukan apapun sampai ia mendapatkan apa yang ia mau, aku tau ia hanya menginginkan dirimu Rudra dan cepat atau lambat ia pasti akan membunuhku" ucap Putri yang merasa ketakutan.


"aku tidak akan membiarkan nya melakukan itu pada mu Put" lanjutnya mencoba menenangkan Putri dalam pelukannya. Beberapa saat kemudian ia pun kembali mendapat telepon dari Mawar namun ponsel Putri saat itu sedang di silent hingga ia tidak tahu kalau Mawar menelpon nya.


kini haripun sudah mulai gelap, Putri pun pergi ke kamar Risma untuk mengajak nya makan malam bersama karen sejak tadi siang ia belum juga keluar dari kamarnya, namun saat itu Risma tidak napsu makan dan milih untuk tetap di kamar untuk menenangkan pikiran nya. Lalu Putri pun kembali ke meja makan dan hanya makan malam berdua dengan Rudra, namun setelah mereka selesai makan..Putri baru menyadari kalau ia tidak memegang ponsel dari tadi pagi, ia pun pergi ke kamarnya untuk mencari nya dan beberapa saat kemudian iapun menemukan ponsel nya. Putri memeriksa ponsel milik nya kemudian ia melihat ada beberapa kali panggilan tak terjawab dengan nomor yang sama yang menghubungi nya kemarin ia semakin penasaran dengan nomor itu namun saat ia menghubungi kembali nomornya sudah tidak aktif karena Mawar dalam perjalanan pulang ke rumah Bu Nadin untuk mengembalikan motor yang telah di sewanya tadi. Sesampai nya di sana Mawar begitu terkejut melihat Fajar di dalam Rumah Bu Nadin namun saat itu ia sedang duduk berdua bersama Rindu, tanpa permisi ia pun langsung masuk kedalam rumah lalu memeluk Fajar sambil menangis.


"Aku sangat bersyukur karena bisa menemukan mu mas, aku pikir kau telah tiada" ucap Mawar tanpa melepas pelukannya.


"siapa dirimu? aku tidak mengenalmu dan aku tidak pernah melihat mu" lanjut Fajar.

__ADS_1


"aku Mawar mas Fajar, kau kenapa? apa kau lupa kalau kita saat itu kecelakaan pesawat saat akan pergi meminta Restu kepada orang tua mu kalau kita akan menikah?"


" dia bukan Fajar, tapi namanya mas Tegar" lanjut Rindu lalu mengusir Mawar dari sana karena melihat sikap Rindu yang kasar Damar pun mengajak Mawar pulang dan pergi dari sana.


__ADS_2